RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
ALAT TES KEHAMILAN


__ADS_3

"Bagaimana hasilnya?"


"Ini tuan Jin Lee."


Di dalam perusahaan yang sama dengan konflik yang berbeda, Jin Lee sedang berada di dalam ruangannya dan akan membuka hasil pemeriksaan yang telah di bawakan pengawal kepadanya.


"Hamil? astaga Katarina hamil, dia kabur dari mansion Leo Huang dalam keadaan hamil, astaga!"


Jin Lee yang telah mengetahui hasil pemeriksaan Katarina hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Pergilah."


"Baik tuan Jin Lee."


Satu pengawal yang telah mengantarkan hasil pemeriksaan segera undur diri begitu Jin Lee memintanya untuk keluar dari ruangan.


"Apa yang terjadi sebenarnya antara Leo Huang dan Katarina? aku sangat yakin hubungan mereka sedang tidak baik - baik saja, dan Leo pasti tidak mengetahui jika saat ini Katarina sedang hamil."


Jin Lee mengatakan hal tersebut secara perlahan sambil memukul - mukul kan tangannya di atas meja.


"Baiklah Leo, kau akan menyesal karena kau telah membuang Katarina, ketika kau merasa wanita itu tidak berharga lagi untuk mu, di saat yang sama aku akan menerimanya karena dia berharga untuk ku."


Setelah mengatakan hal tersebut Jin Lee tersenyum, rasa kepemilikan, egoisnya seorang laki - laki mulai muncul.


"Tuan Jin Lee memanggil ku?"


Salah satu pengawal kepercayaan Jin Lee masuk kembali ke dalam ruangan kerjanya.


"Aku punya tugas untuk mu, ini terima lah."

__ADS_1


Jin Lee memberikan satu kertas kepada salah satu pengawal tersebut.


"Kau sudah membaca semua perintah di dalam kertas itu?"


"Sudah tuan Jin Lee."


"Apakah kau mengerti?"


"Saya mengerti tuan Jin Lee."


"Bagus, segera lakukan dan Zero mistake, apakah kau mengerti?"


"Baik tuan Jin Lee."


"Kabari aku jika kau sudah melakukan semuanya dengan benar."


"Rasakan Leo Huang! kau akan menerima akibat nya."


Jin Lee tersenyum bahagia membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya ketika semua rencanannya berhasil.


Hari ini baik Leo Huang dan Jin Lee saling tidak mengetahui jika sebenarnya mereka sebenarnya saling berhubungan.


"Selamat malam tuan Leo Huang."


Seperti biasa Leo Huang hari ini sampai di mansion larut malam, Leo Huang sengaja menghindar dari Lili agar Lili tidak banyak bertanya tentang Katarina kepadanya.


"Apakah nona muda sudah tidur?"


"Nona Lili sudah tidur dengan bibi Meme tuan Leo."

__ADS_1


"Bibi Meme? jadi wanita itu tidak pergi mengikuti nonanya?"


"Tidak tuan Leo, bibi Meme juga sampai saat ini tidak mengetahui dimana keberadaan nona Katarina."


Leo terdiam ketika bibi Ai mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Bagaimana keadaan Lili hari ini?"


"Nona Lili terus menangis menanyakan keberadaan nona Katarina tuan."


Leo Huang langsung terduduk di atas tempat tidurnya, Leo Huang terdiam dan mencoba untuk melepaskan dasi.


"Keluar lah bibi Ai."


"Baik tuan Leo."


Bibi Ai pun segera keluar dari kamar utama tempat Leo Huang beristirahat.


Begitu bibi Ai keluar Leo Huang memandang sekeliling kamar, ingatan nya tiba - tiba tertuju pada hari dimana dia memberikan perkataan kasar terhadap Katarina.


"Wanita itu ternyata begitu berarti bagi Lili, wanita itu ternyata sudah masuk ke dalam hati putriku terlalu dalam."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil berdiri, membuka lemari pakaian satu per satu, matanya tertuju pada satu baju tidur milik Katarina yang digunakan terakhir kali sebelum Katarina pergi.


Tangan Leo tergoda untuk mengambil pakaian tersebut dan saat pakaian tersebut di ambil satu benda langsung jatuh ke lantai.


"Apa ini? alat tes kehamilan? garis dua?"


Leo Huang mendapatkan alat tes kehamilan milik Katarina yang tertinggal di saku baju tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2