
“Hei...!” teriak seseorang di ambang pintu.
Dia adalah wanita pemilik kontrakan, saat melewati pintu kontrakan Nisa. Namun tanpa sengaja ia melihat sepatu pria, karena peraturan nya tidak boleh membawa teman laki-laki.
Rasa penasaran nya yang tinggi, ia mengintip dan melihat Bara hendak mencium Nisa.
“Apa yang kalian lakukan? Kalian mau berbuat mesum di rumah kontrakan ku!” bentak nya.
“Ti-tidak Bu, kami tidak melakukan apa pun,” bantah Nisa.
“Tidak apa nya? Jelas-jelas aku melihat sendiri! Keluar kalian dari rumah ku, sebelum itu bayar dulu uang sewa rumah ini!” bentak pemilik rumah sewa tersebut.
“Ibu jangan membuat fitnah! Ibu bisa melihat kami masih berpakaian utuh, lagian tidak ada salahnya jika aku melakukan itu dengan istri ku sendiri,” ucap Bara.
“Istri, apa benar itu Nisa?” tanya nya meminta penjelasan kepada Nisa.
“I-iya Bu, kami adalah suami istri,” ucap Nisa gugup.
“Apa ada bukti nya? Bisa saja kalian hanya berpura-pura, saya tidak mau ada yang berbuat mesum di kontrakan saya!”
Bara berdecap kesal, ia mengeluar kan kartu identitasnya. Serta memperlihat foto pernikahannya yang ada di ponselnya.
“Ibu percaya sekarang?” tanya Bara menahan emosi nya.
“Maaf kan ibu Nisa, ibu tidak tahu kalau kalian adalah suami istri.”
Nisa mengangguk, lalu tersenyum dan mengusap bahu wanita tersebut.
“Tidak apa-apa Bu, salah saya juga. Sebelum nya saya tidak memberitahu ibu.”
“Oh iya Bu, saya akan pindah hari ini. Ini uang sewa rumah nya selama seminggu,” ucap Nisa mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu dari dompet nya.
“Kenapa pindah Nisa, bukan kah kamu kan masih baru tinggal disini?”
“Saya akan membawa istri saya pulang!” ucap Bara masih merasa kesal.
__ADS_1
“Oh begitu,” sahut wanita tersebut. Ia merasa tidak enak karena Bara terlihat dingin, pemilik rumah tersebut berpamitan untuk keluar.
“Huft, ada-ada saja! Kenapa kau mencari rumah sewa seperti ini sih?” kesal Bara.
“Sudah, jangan marah-marah! Nanti kamu cepat tua,” goda Nisa.
Nisa menarik tangan Bara untuk masuk ke kamar.
“Bantu aku mengemas pakaian ku,” ucap Nisa setelah masuk ke kamar nya.
Bara mencoba mengontrol emosi nya, ia tak ingin marah hingga membuat istrinya takut dan pergi meninggalkan dirinya kembali.
“Sudah.” Ucap Nisa mengeluarkan pakaian nya dan memasukkan nya ke dalam koper kecil nya.
“Hanya ini?” tanya Bara melirik koper kecil Nisa.
“Iya,” sahut Nisa sambil mengangguk.
“Ayo, biar aku yang membawa nya,” ucap Bara mengambil koper dari tangan istrinya.
“Aku bisa sendiri.”
Nisa mengunci pintunya dan menyerahkan kunci nya kepada pemiliknya sekaligus berpamitan.
“Lama sekali!” protes Bara.
Melihat Nisa masuk dan duduk di kursi depan.
“Iya maaf, tadi pemilik kontrakan meminta maaf kepada mu.”
“Tidak di maafkan!” ketus Bara.
“Jangan seperti itu, memang peraturan nya tidak boleh membawa teman laki-laki,” ucap Nisa menjelaskan nya.
“Karena pemilik kontrakan belum tahu kalau aku sudah menikah.”
__ADS_1
Tampak Bara menghela nafas pelan.
“Iya sayang,” ucap Bara lembut sambil melihat Istrinya lalu tersenyum. Sehingga membuat Nisa salah tingkah, lalu memaling kan wajahnya ke depan agar tak terlihat oleh suaminya.
Bara menghidup kan mobil dan mulai melakukan perjalanan pulang ke rumah nya dengan santai.
“Apa kamu tidak lapar? Kita cari makan dulu ya, perut ku terasa lapar. Belum sempat sarapan tadi pagi.”
Nisa memutar leher nya, melihat ke arah suaminya. Ia baru mengingat kalau suaminya belum sempat sarapan akibat drama tadi pagi.
“Kamu lapar? Ayo kita berhenti di warung itu.” Menunjuk warung yang cukup ramai di depan nya.
“Ramai sekali!” protes Bara.
Meskipun Bara anak orang kaya, dirinya tidak pernah memilih tempat makan.
“Iya, tapi makanan di situ sangat enak, maka nya ramai pembeli.”
“Kau pernah makan di situ?” tanya Bara penasaran.
“Iya, pernah.”
Bara memarkirkan mobilnya, melepaskan seat bel nya lalu menghadap istrinya.
“Sama siapa?” tanya lagi penasaran.
Nisa terdiam sejenak.
“Kalau aku memberitahu nya pasti dia akan marah,” gumam Nisa dalam hati.
“Ayo turun, katanya lapar.” Mengalihkan pembicaraan.
Lalu Nisa dan Bara meminta dukungan like dan komen nya.
.
__ADS_1
.
.