Rindu Pelukanmu

Rindu Pelukanmu
Bab 42


__ADS_3

Setelah makan siang, mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka.


“Bara, kita tidak ke tempat ku bekerja?”


“Untuk apa?”


“Untuk meminta ijin.”


“Tidak perlu bekerja, aku akan datang besok ke sana. Kebetulan aku kenal dengan pemilik restoran itu,” ucap nya lembut sambil fokus menyetir.


“Aku berhenti ya?” lirih nya.


“Kenapa? kau masih mau bekerja?” tanya Bara.


Nisa mengangguk.


“Bekerja di rumah saja.”


“Bekerja apa di rumah?”


“Banyak,” ucap nya sambil tersenyum.


seketika Nisa mengerti yang di maksud oleh suami nya.


Nisa hanya diam, tanpa membalas ucapan suami nya.


Setelah perjalanan yang cukup meleleh kan, mereka kini tiba di rumah.


Bara melihat sang istri masih terlelap tidur, dengan posisi tubuh menghadap nya.


“Sayang,” panggil Bara pelan.


Tidak ada sahutan dari Nisa, ia benar-benar tidur nyenyak.


“Cantik sekali kalau tidur begini,” gumam Bara memandang wajah istrinya.


Bara mengelus pipi istrinya yang putih mulus tersebut. Merasa ada pergerakan di pipi nya, Nisa mulai membuka mata, yang pertama kali ia lihat adalah suami nya yang memandang dirinya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Kita sudah sampai rumah ya?” ucap Nisa dengan suara serak nya.


“Iya, Ayo turun,” ajak Bara.


Bara lebih dulu keluar, ia mengambil koper milik istrinya di dalam bagasi mobil.


“Aku akan ke kamar dulu,” pamit Nisa ketika sudah di dalam rumah.


“Iya, biar ku antar barang mu ke kamar mu.”


Nisa mengangguk, setelah itu Bara pun pergi ke kamar nya.


Bara mulai membuka laptop nya, untuk mengecek apakah ada email yang masuk. Karena sebelum nya ia mengirim surat lamaran ke beberapa perusahaan dan benar saja salah satu perusahaan menerima dirinya.


“Interview nya besok,” gumam Bara.


Hingga sore hari dirinya bermain dengan alfabet miliknya, mempelajari beberapa peraturan yang ada di perusahaan tersebut.


Di malam harinya, Nisa sibuk bermain dengan wajan dan panci di dapur.


Setelah selesai memasak, ia menunggu suaminya untuk keluar kamar. Namun, sudah hampir jam sembilan malam Bara tidak kunjung turun atau pun membuka pintu kamar nya.


“Apa dia sudah tidur?” gumam Nisa dalam hati.


Ia melirik makanan di meja yang sudah ia hidangkan.


“Apa aku ke kamar nya saja? Makanan sudah hampir dingin.”


Nisa berpikir sejenak, lalu beranjak dari duduk nya menuju ke kamar suaminya.


Tok..., tok, berapa kali Nisa mengetuk pintu kamar, akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam kamar.


“Kemana dia? Apa dia pingsan lagi.”


Nisa memutar kenop pintu, yang kebetulan pintu kamar tidak terkunci.


Terlihat Bara masih serius dengan laptopnya, tanpa ia ketahui istrinya masuk ke kamar.

__ADS_1


“Bara,” panggil Nisa pelan.


Seketika Bara langsung menoleh, refleks ia menjatuh kan pulpen nya karena terkejut melihat istrinya tiba-tiba ada di belakang nya dengan memakai pakaian serba putih.


“Astaga, Nisa! Kenapa kau tiba-tiba ada di belakang ku? Kalau aku jantungan dan mati mendadak bagaimana? Kau membuat ku takut, aku pikir hantu salah alamat tadi,” ucap nya sambil mengelus dada.


“Alamat palsu!” celetuk Nisa sambil cemberut.


Hingga membuat Bara terkekeh, lalu beranjak dari tempat duduknya dan membawa istrinya duduk di pinggiran kasur.


“Apa kau butuh sesuatu? Aku pikir kau sudah tidur.”


“Aku hanya ingin memanggil mu untuk makan malam, sejak tadi mengetuk pintu kamar mu tidak ada sahutan! Ya sudah aku masuk saja, kebetulan pintunya tidak terkunci.”


Seketika Bara terdiam, lalu melirik jam sudah jam sembilan malam.


“Maaf, aku terlalu fokus dengan pekerjaan ku. Aku tidak mendengar kau mengetuk pintu.”


“Ayo kita makan,” ajak Bara.


Nisa mengekori suaminya, menuju ke dapur.


“Apa kau sudah makan?”


Nisa menggeleng kan kepala nya.


“Kenapa kau tidak makan duluan saja, kalau kau sakit bagaimana?” ucap Bara sambil mengambil nasi dan meletakkan di piring.


“Aku bisa ambil sendiri,” tutur Nisa.


“Sudah diam lah! Duduk yang manis.”


Bara mengambil lauk pauk beserta sayuran ke dalam piring mereka dan makan dengan hening hanya suara sendok dan piring yang saling bersahutan.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih banyak teman-teman semuanya atas dukungan nya.🙏🙏🙏


__ADS_2