
Bara langsung menuju kamar mandi ingin menyegar kan badan agar menghilang kan bau alkohol di tubuhnya, lalu melepaskan semua pakaian nya dan segera mandi.
Ceklek.. pintu kamar terbuka terlihat seorang gadis masuk membawa air putih, namun langkahnya terhenti ketika mendengar percikan air dari kamar mandi.
"Apa dia sudah kembali?" Tanya Nisa lirih, sehingga membuat dirinya merasa canggung, Lalu ia meletakkan air minum di meja lalu duduk di tepi kasur.
Ceklek.. suara pintu kamar mandi terbuka bersamaan dengan tatapan dua insan saling bertemu, Bara keluar dengan handuk yang masih melilit di pinggang.
Sadar dengan tatapan mereka, mereka saling membuang muka.
Bara mengambil pakaian di lemari nya, sedangkan Nisa masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil.
"Dasar perempuan tidak tau malu! suami nya datang bukannya menyiapkan pakaiannya!" gerutu Bara sambil memakai kan pakaiannya lalu melempar handuk ke sembarang arah.
Nisa pun membuka pintu kamar mandi setelah selesai dengan urusannya.
"Bagaimana? apa kamu senang sekarang?" Ucap Bara ketika melihat Nisa sudah keluar.
"A_apa maksudmu? a_aku tidak mengerti," Tanya nya bingung dengan suara terbata.
"Tidak usah berpura-pura polos di depanku! aku maklumi wanita murahan seperti mu, hanya menginginkan harta saja!!
Sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, bukan begitu!" Seru Bara dengan nada mengejek, lalu meletakkan sisir rambut dengan kasar.
Lalu Bara berjalan mendekati Nisa perlahan lahan.
Aku perlahan mundur melihat gelagat pria yang baru saja menjadi suami ku, sehingga menyentuh dinding kamar. Bara meletakkan tangan nya ke dinding sehingga kami begitu dekat hingga nafas pria itu terasa di wajahku.
"Mau apa kamu?" Tanya Nisa melihat Bara mendekatkan wajah nya.
"Jangan berpura pura bodoh! ini kan yang kamu mau?" Ujar Bara dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Aku memang tidak mengerti apa yang kamu maksud," Sahut Nisa dengan nada kesal.
"Wah!! kamu sudah mulai berani ya! baiklah kalau begitu, sini aku jelas kan!" Bentak Bara menarik paksa tangan Nisa dan mendorong kasar tubuh ku ke kasur.
"Aww..." Nisa meringis sambil mengusap pergelangan tangan nya.
"Kamu dengar ini baik-baik! jangan pernah bermimpi untuk menjadi istri ku dan nyonya di rumah ini!!" Ancam Bara.
"Lalu kenapa mas Bara mau menikah dengan saya?" Tanya ku dengan suara bergetar.
"Jangan panggil aku mas!! panggil aku Tuan!" Bentak Bara, sehingga membuat Nisa takut.
"I_iya Tuan," Ucap Nisa terbata.
"Nah begitu kan lebih bagus," Sahut Bara dengan senyum mengejek, melihat Nisa takut.
"Sekarang cepat siapkan aku makanan!" Perintah Bara lalu merebahkan tubuh nya di samping Nisa. Mendengar perintah Bara, Nisa melihat nya dengan tatapan bingung.
"Hah, I_iya," Sahut nya langsung bergegas pergi keluar kamar.
Namun tanpa Nisa sadari Bara menatap punggung nya sampai tidak terlihat dengan tersenyum.
"Ternyata dia cantik juga," Gumam Bara, lalu ia menyadari dengan ucapannya.
"Sialan!! kenapa aku memujinya?" Ucap Bara mengacak rambutnya, lalu mengambil bantal menutupi wajahnya.
Sementara di dapur, Nisa bingung harus mengambil makanan untuk pria yang baru saja menjadi suaminya. Kerena terlalu banyak menu makanan yang tersedia di meja makan, beruntung bi Minah keluar dari kamar nya.
"Apa yang sedang nak Nisa pikirkan?" Tanya Bi Minah melihat Nisa menatap makanan yang ada di meja sambil memegang piring kosong.
"Aku bingung Bi, terlalu banyak makanan, sedang kan aku belum tahu makanan kesukaan Tuan Bara," Ucap Nisa dengan polos nya.
__ADS_1
"Tuan??" Tanya Bi Minah bingung dengan ucapan Nisa yang memanggil Bara Tuan.
"Maksudnya mas Bara," Ucap Nisa membenarkan ucapan nya.
"Maaf Bi, aku belum terbiasa."
"Gak apa-apa, nanti kan juga terbiasa," Sahut bi Minah.
Lalu bi Minah mengambil piring kosong di tangan Nisa dan meletakkan makanan kesukaan Bara.
"Makasih banyak Bi," Ucap Nisa, lalu Nisa bergegas ke kamar untuk mengantarkan makanan untuk Bara.
Setelah di kamar Nisa melihat Bara yang tiduran di kasur dengan menutupi wajahnya dengan bantal.
"Apa dia sudah tidur? cepat sekali," Batin Nisa lalu meletakkan piring di meja.
"Tuan," Panggil Nisa dengan suara pelan.
"Hm...!" Deham Bara, namun masih dengan posisi semula.
Melihat suaminya tidak beranjak, Nisa mencoba memanggilnya sambil menggoyangkan lengannya.
"Tuan.." Panggil Nisa, namun tanpa di duga Bara malah mendorong nya hingga Nisa terduduk di lantai.
"Aww.." Nisa meringis kesakitan.
"Kau, jangan berani-berani menyentuh ku!!" Bara menunjuk Nisa lalu menatap nya dengan tatapan tajam.
.
.
__ADS_1
.