
Arya menghampiri Om Agung, mantan mertuanya yang sudah menunggu ditempat penjemputan Bandara Kualanamu. Om Agung menghambur memeluk Arya sambil matanya berkaca-kaca menahan sedih. "Arya, mafkan segala kesalahan Vita..."
"Saya sudah memaafkannya dari dulu, Om. Om yang sabar ya...bagaimana kabar tante ?" Arya mengurai pelukannya, mereka duduk dikursi yang tersedia.
"Mama nya Vita sangat syok, ia menangis histeris sampai beberapa kali pingsan. Sampai dia tidak tahu kalau Om sudah berangkat kesini. Om memang marah sama Vita karena memilih meninggalkan kamu dan cucu Om. Tapi bagaimana pun jeleknya dia, dia tetap anak Om. " Om Agung tertunduk lesu.
"Semoga Om dan keluarga bisa tabah menghadapi ujian ini, Om." ujar Arya memberi kekuatan.
"Makasih, Nak. Maafkan Om jadi merepotkanmu, Om sangat butuh bantuanmu karena kamu kan dekat dengan para petinggi Polisi. Om ingin penyelidikan yang cepat, Om ingin pelakunya segera ditangkap." Nampak kemarahan diwajah Om Agung bercampur gurat kesedihan.
"InsyaAllah, Arya akan bantu semampunya. Ayo kita jalan sekarang, Om. Teman dari Poldasu sudah menunggu di Polres." Arya melihat mobil jemputannya sudah datang.
****
Tim penyidik terbaik sudah bergerak cepat. Hasil olah TKP belum mengarah kepada siapa pelakunya, karena di TKP camera CCTV dalam keadaan rusak, dan CCTV mulai dari basemant sampai lift ada yang terhapus seperti disengaja. Polisi telah mengamankan salah satu security yang dicurigai.
__ADS_1
Arya dan Om Agung kini bersama Kasatreskim dan Tim Inafis sedang berada di RSUD Dr. Pirngadi, telah melakukan autopsi dikamar jenazah. Hasil tes sidik jari yang berada dileher korban terungkap dengan cepat tak sampai 1 menit berkat kecanggihan alat MAMBIS (Mobile Automatic Multi Biometric Identification System), alat hitam yang bentuknya seperti mesin gesek kartu kredit. Dengan alat ini, langsung teridentifikasi data didiri seseorang karena terintregasi dengan database E-KTP. Kini, polisi sudah mengantongi satu nama tersangka.
Karena telah selesai autopsi, dengan berbagai pertimbangan Om Agung memutuskan jenazah Vita akan dikebumikan di TPU Medan esok hari. Semua pengurusan diserahkan kepada pihak pemulasaraan jenazah rumah sakit.
Hari kedua berada di Medan. Disamping gundukan tanah merah dan taburan bunga, kini ada dua orang yang masih duduk bersimpuh memanjatkan doa.
"Nak, maafkan Papa tidak bisa membawamu pulang ke Surabaya. Semoga Allah mengampuni segala dosamu, mendapat tempat yang layak disisi-Nya." Lirih batin Om Agung, dengan menahan tangisan disudut matanya.
"Vita, aku tidak tahu akan akhir nafasmu. Tapi aku berharap kamu meninggal dalam keadaan penyesalan akan kesalahan dan bertaubat. Semoga kamu ada dalam Rahmat dan magfirah Allah SWT." Lirih batin Arya.
Tanpa berkata, Om Agung berdiri melangkah meninggalkan pusara diikuti Arya dibelakangnya.
Mobil yang difasilitasi Intel Polisi teman Arya, melaju menuju hotel tempat mereka menginap.Tersangka tunggal kini sedang diburu karena telah melarikan diri sejak kasus pembunuhan tercuat ke media.
"Arya, Om kini sudah tahu pelakunya, sekarang hanya menunggu kabar penangkapannya saja. Jika kamu mau pulang duluan ke Bandung, Om gak apa-apa," ujar Om Agung. Mereka kini sedang makan siamg di restoran hotel.
__ADS_1
"Om, Polisi sedang melakukan pengejaran. Dia pasti masih didalam negeri, karena Polisi sudah meminta pihak imigrasi melakukan pencekalan. Jadi sebaiknya Om juga pulang, setelah dia tertangkap Om baru kesini lagi."
Om Agung terdiam, mencerna apa yang diutarakan Arya ada benarnya juga.
"Kamu benar Ar, baiklah kita pulang sekarang. Istri Om juga sudah berkali-kali telepon agar pulang. Huft...tadinya Om ingin menonjok dulu muka si brengsek itu," geramnya.
"Om nanti bisa melakukannya. Mudah-mudahan Polisi cepat menemukannya ya Om." Arya menepuk bahu Om Agung memberi dukungan.
Arya dan Om Agung take off dengan pesawat sore. Mereka berpisah dibandara karena tujuan pulang berbeda kota. Om Agung berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Arya, mereka saling berpelukan sebelum berpisah dipintu keberangkatan.
...BERSAMBUNG...
Othor selalu up 2 sampai 3 bab per harinya, selalu meluangkan waktu disela kesibukan. Sekarang sudah 2 bab, harus puas jangan protes ya. Dilanjut besok, mau istirahat dulu nih. Imajinasi itu butuh ketenangan
Ayo, dukung karya othor dengan like komen dan vote yang buanyak. 😍😍😍
__ADS_1