SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
92. Silaturahmi Ke Calon Mertua.


__ADS_3

"Papi mau pelgi kemana ?" Athaya yang berada diranjang sedang memainkan robotnya memandangi Papi nya yang berdiri merapihkan rambutnya didepan meja rias.


Arya menoleh, ia berjalan mendekati anaknya. "Sayang, Papi mau ke rumah Mama Andin," ucap Arya jujur. "Asyiiikk Taya mau ituuuut," Athaya bersorak girang.


"Sayang, dengerin Papi ya...Taya mau gak bobo tiap hari sama Mama ?"


"Taya mau Papi...bobo tiap hali sama Mama..." mata Athaya tampak berbinar.


"Nah, sekarang Papi mau bujuk Mama dulu supaya mau bobo disini asal Athaya nya gak ikut ya."


"Iya Taya nda ikut...tapi Papi pulangnya halus sama Mama," rengek Athaya.


Arya hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Duh, anak ini bisa aja menjawabnya.


"Sini Papi gendong...Thaya main sama Onty dulu ya."


Arya menuruni tangga menuju ruang keluarga. Ada Marisa yang sedang membuka laptop, dan Mama yang sedang menonto tv.


"Rapih amat Kak, mau kemana ?" Marisa mendongak melihat Kakaknya menurunkan Athaya.


"Ma, Arya mau main ke rumah Andina. Titip dulu Athaya ya Ma..." Arya tidak menjawab, malah berkata sama Mama nya.


"Uhuy...yang mau ngapel..." ledek Marisa yang langsung mendapat timpukan bantal sofa ke kepalanya.


"Papi...kata Mama nda boleh pukul kepala," Athaya menghardik Papi nya. "Eh ya iya maaf lupa....Papi cuma bercanda. Ya kan Onty ?" Arya minta bantuan Marisa. "Iya...Papi becanda kok, sini duduk sama onty ada game ikan. Thaya mau mancing ikan niiihhh ikannya banyaaak.." Marisa meraih Athaya untuk duduk dipangkuannya.

__ADS_1


"Jadi kapan mau lamarannya, Ar. Mama mau siap-siap belanja buat hantaran," Mama mengalihkan pembicaraan.


"Ya nanti Ma...sabar. Arya pergi dulu ya, keburu malam," Arya melirik jam ditangannya kemudian berlalu.meninggalkan mereka.


****


Ayah dan Ibu menyambut kedatangan Arya dirumahnya dengan gembira. " Den Arya, apa kabarnya...Bapak sangat senang Aden mau berkunjung kemari," ujar Ayah.


"Pak Wahyu, mohon jangan lagi panggil saya Aden, cukup Arya saja. Saya sudah bukan majikan Bapak lagi," tegas Arya.


"Baiklah, Bapak panggil Nak Arya saja kalau gitu."


"Nah begitu ngak apa-apa. Pak Wahyu dan Bu Desi gimana sehat ?" tanya Arya.


"Alhamdulillah...kami sangat sehat Nak," Ibu yang menjawab. "Teh...teteh...buatkan minuman untuk Nak Arya ya," teriak Ibu. "Ya Bu...sebentar," Andina terdengar menyahut.


"Ehmm...Bapak, Ibu...maksud kedatangan saya kesini pertama ingin bersilaturhami, yang kedua saya mau minta ijin kepada Bapak dan Ibu, saya mau meminta Andina untuk menjadi istri saya dan Ibu untuk Athaya. Apakah Bapak dan Ibu mengijinkan ?" Arya berkata dengan lugas menatap kedua orangtua Andina.


"Kalau Bapak sama Ibu, menyerahkan semua keputusan kembali sama Andina. Teteh bagaimana ?" tanya Ayah Wahyu menatap Andina.


Andina menoleh ke samping, menatap Ayah dan Ibu bergantian, lalu beralih menatap pria didepannya. Pandangan mereka saling mengunci. Nampak ketegangan di wajah Arya, menunggu jawaban.


"Ya. Aku mau...." jawab Andina tersenyum manis masih menatap Arya.


Arya menarik nafas lega, mengusap muka dengan kedua telapak tangannya sambil berucap Hamdalah.

__ADS_1


"Nah, Nak Arya sudah mendengar sendiri jawaban dari anak Bapak kan. Maka, Bapak dan Ibu pun merestui kalian," ujar Ayah.


"Sekarang sebaiknya kita pindah duduk ke meja makan, kita makan malam dulu," sahut Ibu. Mereka pun beranjak menuju meja makan.


*****


"Andina, ada hal yang ingin aku bahas sama kamu ," ujar Arya. Kini mereka duduk berdua dikursi teras menikmati pisang bakar keju dan teh hangat.


"Soal apa, Mas ?" Andina menoleh ke arah Arya yang duduk disebelahnya berbatas meja.


"Kamu tahu, aku pernah gagal membina rumah tangga, dan tidak ingin gagal lagi untuk kedua kalinya. Permintaanku sederhana Andina, jika nanti menjadi istriku kamu harus taat kepadaku sebagai suamimu. Aku tidak akan melarangmu bekerja, asalkan bisa membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan. Aku ingin kau sudah ada dirumah menyambutku saat aku pulang kerja. Bisakah kamu melakukannya ?" tanya Arya dengan pandangan lembutnya.


"Mas Arya, jika nanti Mas menikahiku, Mas berarti menjadi imamku, aku akan taat kepadamu selama perintahmu berada dijalan yang Allah ridhoi," jawab Andina tersenyum manis, balik menatap lembut wajah Arya.


"Makasih sayang, aku lega mendengarnya. Ini hal yang ingin aku pastikan sebelum aku resmi melamarmu nanti," Arya tersenyum lebar, wajahnya berbinar bahagia. Ia mencolek hidung mancung Andina dengan gemas.


"Gusti.....Eceu jadi baper kieu lihat nu geulis sama si kasep otel....jadi lemes kieu tuur," gumam seseorang yang mengintip dari balik tembok depan rumah Andina. Rupanya, Ceu Edoh melihat ada mobil hitam berlampu sipit langsung dirinya keluar rumah, memantau.


****


Translate :


"Gusti.....Eceu jadi baper kieu lihat nu geulis sama si kasep otel....jadi lemes kieu tuur,"


"Ya Tuhan, Eceu jadi baper lihat yang cantik dan si ganteng lagi becanda...jadi lemas ini lutut."

__ADS_1


****


Hayuuuuu dorong terus pakai poin untuk Arya dan Andina nongkrong di 20 besar. 😍


__ADS_2