
Hari ini, sehari menjelang acara pernikahan besok, dirumah Andina maupun rumah Arya sedang berlangsung acara pengajian yang akan dilanjutkan dengan prosesi siraman. Rumah mereka didekorasi tema rustic mulai dari dalam sampai halaman rumah.
Prosesi siraman merupakan salah satu adat sunda menjelang akad nikah. Makna dari prosesi siraman adalah menyucikan / membersihkan diri kedua calon pengantin menjadi layaknya kertas tanpa noda untuk menyambut hari baru di kehidupan rumah tangga.
Petugas memulai rangkaian acara siraman dirumah Andina. Dimulai dengan Ngecagkeun Aisan, Ibu melepaskan gendongan dari pinggang Andina dan Ayah mendampingi dengan membawa lilin menuju tempat siraman. Yang bermakna orang tua akan menyudahi tanggung jawabnya lantaran akan digantikan oleh suami putrinya.
Dilanjutkan dengan Ngaras. Andina bersimpuh didepan orangtuanya yang duduk dikursi. Di awali dengan Ayah, ia cuci kaki beliau diatas wadah kuningan yang berisi air dan bunga. Lalu mengelapnya dengan handuk kecil secara lembut, terakhir disemprotkannya minyak wangi ke kaki yang bermakna, sampai kapan pun sang putri akan membawa harun nama keluarga. Selesai prosesi ngaras Ayah dan Ibu memeluk Andina, mencium keningnya penuh sayang. Untaian doa dan nasihat terucap dari bibir keduanya membuat Andina menangis terisak.
Andina berjalan menapaki tujuh lembar kain yang terbentang didepannya yang menyiratkan permohonan supaya kelak calon mempelai wanita senantiasa diberi kesabaran, kesehatan, ketawakalan , ketabahan, keteguhan iman yang kuat dan selalu menjalankan agama.
Puncaknya, acara Siraman atau memandikan.
Petugas telah menyiapkan kursi dan bejana kuningan yang berisi air bunga, yang mana masing-masing bunga mempunyai makna tersendiri. Bunga mawar, agar calon pengantin selalu jujur.
Melati, bermakna dapat membawa harum nama keluarga serta disukai oleh siapa saja. Lalu ada bunga kenanga yang diharap dapat membawa kesejukan dan keteduhan hati.
Dengan mengucap Basmallah, Ayah mulai menyiramkan satu gayung air bunga ke kepala Andina yang memakai gaun kebaya muslim berbalut rangkaian melati dan bando melati dikepalanya. Andina membuka kedua telapak tangan dipangkuannya, menerima tetesan air yang jatuh dari kepalanya. Siraman kedua dilakulan oleh Ibu, dilanjut oleh Zaki, Uwa, Paman, Bibi, Safa, tak ketinggalan Ceu Edoh paling akhir.
Acara siraman ditutup dengan Ayah mengucurkan air kendi untuk wudlu Andina. Lalu Ibu melakukan sawer uang kepada para tamu. Tangis haru pun berakhir dengan tawa suka cita semua yang hadir.
****
Di rumah Arya.
Selesai pengajian, acara dilanjut prosesi siraman. Untuk calon mempelai pria, ritualnya tidak sebanyak calon mempelai wanita. Hanya acara ngaras/sungkem dilanjutkan dengan siraman.
__ADS_1
Petugas acara memberi arahan kepada Papa Roby untuk memulai siraman. Bertempat dihalaman rumah yang sudah didekorasi penuh bunga, Arya tampak siap. Duduk disinggasananya dengan gagah memakai kain batik dari pinggang ke bawah, bertelanjang dada hanya memakai kalung melati.
Siraman kedua dilakukan oleh Mama Rita, satu gayung air bunga dikucurkan ke kepala Arya lalu mencium keningnya penuh sayang. Selanjutnya oleh Marisa, Paman, Bibi, Bude dan Pakde. Papa menutup siraman dengan mengucurkan air kendi untuk wudlu Arya.
Selesai siraman, Mama kemudian melakukan sawer uang. Para tamu tua muda yang hadir bergembira saling berebut mendapatkan saweran yang banyak. Tak tanggung-tanggung, uang yang dilemparkan adalah lembaran yang dihekter dengan permen pecahan 5ribuan sampai 100ribuan. Wow, sungguh beruntung yang dapat.
****
Arya merebahkan badannya diranjang. Senyum terulas dari bibirnya. Seharian ini melakukan prosesi dari pagi sampai sore, lelah, tapi bahagia. Dari kamar ia masih bisa mendengar suara ramai dibawah. Karena keluarga besar yang datang lebih banyak daripada saat siraman. Apalagi banyak anak-anak sepupunya Athaya yang membuat suasana tambah riuh karena mereka bermain-main tak kenal lelah.
"Yank, gimana acara tadi lancar ?"
Arya mengetikkan pesan kepada Andina yang langsung centang biru.
"Sama. Yank, besok kita akad nikah. Aku sudah gak sabar..."
"Sabar dong Mas...tinggal menghitung jam kok."
"Aku gak sabar nunggu setelah akadnya, yank....😎"
"Ishh mulai deh...."
"Aku kangen, Yank....VC bentar ya plis ! 5 hari gak ketemu kamu...aku dah berat menahan rindu 😐."
"Eh gak boleh Mas, PAMALI ! Kita kan lagi dipingit. Sabar donk....besok kita bertemu dipelaminan 😊"
__ADS_1
"Hmmm jam terasa berdetak lambat, yank...pagi jadi telat datangnya..."
"Lebay deh.... udah dulu ya Mas, kita istirahat. Gak boleh kurang tidur biar besok seger...."
"Iya sayang.....bagi kiss dulu plis...."
"Yank....."
"Yank......"
"Hmmm baiklah, lihat hukuman dariku besok Yank...😉"
Arya menyimpan hape nya di meja setelah Andina mengabaikan chat terakhir. Ia tersenyum lebar menatap langit kamar, angannya melayang membayangkan hari esok, kehidupan barunya akan dimulai.
****
Besok pagi akad nikah Arya Andina. Akan ada upacara adat oleh Paman Lengser. Lagi-lagi othor akan begadang ngurusin acara mereka.
Plis sekarang jangan minta up up up....!
Jawabannya besok othor update ! Sabar ya...othor mau mikir dulu.
See you tomorrow ! Laf u all 😍
Spesial atensi untuk yang rajin baca tanpa nge LIKE, semoga hidayah menyentuh hatimu 😄
__ADS_1