
"Mas egois...,apa salah seorang istri berkarir ?" Vita berseru kesal.
"Tidak. Tidak salah sama sekali selama dia tidak menyalahi kodratnya sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu,"
"Kamu tau kan permintaanku. Aku hanya ingin kamu harus ada dirumah saat aku pulang kerja. Apa susahnya itu Vit..."
"Kalau aku tidak mau resign bagaimana mas ?"
"Pilihannya cuma 1, keluarga atau karir !" tegas Arya. Ia pun berlalu meninggalkan Vita menaiki tangga.
Vita duduk bersandar memejamkan mata sambil mengurut-ngurut keningnya. Ia tidak menduga sama sekali reaksi Arya akan seperti ini. Sebenarnya siapa yamg egois disini, aku atau dia. Batin Vita.
Vita pun melangkah naik menuju kamar. Saat pintu dibuka tak nampak suaminya di dalam, hanya ada anaknya yang terlelap didalam box. Ia merebahkan badannya diatas ranjang, matanya menerawang menatap kosong ke langit-langit kamar. Terlintas kembali perdebatan antara diri dan suaminya tadi.
Saat pagi menjelang, Arya baru masuk ke kamar mereka. Rupanya ia memilih tidur dikamar Athaya. Ia buru-buru membuka lemari, mengganti baju dengan setelan celana jeans dan kaos. Lalu keluar lagi dari kamarnya.
__ADS_1
Vita tidak mengetahuinya karena ia sedang berada dikamar mandi.
"Bi...mas Arya kemana ya?" tanya Vita menghampiri Bi Idah yang sedang mencuci piring. "Sudah berangkat tadi buru-buru sekali neng...," jawab Bi Idah.
Mas Arya sepertinya masih marah, batin Vita. Ia kembali ke meja makan untuk sarapan pagi, mengoles selembar roti dengan selai sarikaya.
*******
Arya memencet bel sebuah Apartemen berkali-kali. Cukup lama ia menunggu akhirnya pintu dibuka dari dalam tampak sesosok pria dengan muka bantalnya sambil mendengus kesal.
"Gue mau numpang rebahan..." Arya langsung menyelonong masuk dan menjatuhkan badannya ke sofa. "Lo nggak nyimpen cewek kan didalam ?" lanjut Arya sambil matanya melirik ke arah kamar Ricky.
"Sialan lo...gue bukan kucing garong tau," ujar Ricky melotot tajam sambil melempar bantal sofa ke arah Arya. Arya sigap menangkap bantal itu sambil terkekeh.
Arya bangkit berjalan menuju meja makan dan mengambil roti tawar yang ada dimeja."Gue belum sarapan nih lapar banget...bikinin teh dong Ky...."
__ADS_1
"Cck...bikin aja sendiri ke dapur gue bukan pembantu lo...gue ke kamar mandi dulu cuci muka," jawab Ricky sambil melangkah menuju kamarnya.
Mereka duduk bersama dimeja makan menikmati sarapannya masing-masing. "Lo lagi berantem sama Vita ya ?" tebak Ricky membuka pembicaraan. "Ya begitulah tadi malam kita berdebat...gue lagi menghindar dulu sekarang. Biar dia bisa instropeksi diri." "Ada apa ? Lo kalau mau cerita gue siap jadi pendengar," ucap Ricky dengan mimik serius.
"Thanks bro...lo cukup tampung gue tidur disini sehari ini, semalaman gue nggak bisa tidur Ky...," jawab Arya lesu. Ya, meskipun tetap tampan tapi wajahnya tampak kusut dan terlihat lingkar hitam dibawah matanya.
"Don't worry...lo bebas disini." "Perlu ajak Willy dan Rendi ngumpul disini nggak biar rame ? " tawar Ricky lagi.
"Nggak usah lah...biasanya tiap minggu mereka ikutan gowes," jawab Arya.
************
BERSAMBUNG
Mohon dukung karya pertamaku ini dengan pencet jempol LIKE, tambah VOTE juga ya biar akohnya semangat update. Laf u all 😘
__ADS_1