SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
111. Malam Pertama


__ADS_3

Arya membawa tangan Andina ke bibirnya, masih dalam posisi keduanya terlentang diatas ranjang. Ia kecup mesra tangan istrinya berulang-ulang penuh perasaan, tanpa kata.


"Mas, aku duluan yang mandi ya..." Andina menoleh ke samping. Arya menatap istrinya yang sayu, wajahnya terlihat lelah. "Iya sayang, jangan lama-lama berendamnya ya, gak baik udah malam." Andina hanya mengangguk. Ia beranjak turun dari ranjang menuju meja rias. Dibukanya semua asesoris dikepala dan hijabnya. Lalu membersihkan make up dari wajahnya. Saat akan membuka baju, Andina kesusahan membuka resleting belakang.


Arya yang dari tadi diam-diam memperhatikan, sigap mendekat. Ia rengkuh pinggang istrinya dari belakang, rambut yang digelung ke atas menampakkan leher jenjangnya. Ia mengecupi leher jenjang istrinya yang putih dan halus itu.


Andina melihat dari cermin kelakuan suaminya, mukanya bersemu merah. "Mas, sudah ih...aku geli, tolong bukain resletingnya dong Mas....aku gak bisa nih" Andina menggelinjang menahan geli dan desiran darahnya, gerakannya itu justru membuat Arya menjadi terpancing gairah.


Arya mencoba menahan gairah yang naik ke ubun-ubun. Ia membuka resleting dengan hati-hati seiring terlihatnya kulit punggung Andina yang putih mulus tanpa noda. Membuat si junior yang sudah tenang kembali meronta.


"Sudah Mas, aku bisa lanjutin sendiri. Mas sana dulu gih...aku mau buka baju."


"Buka sekarang aja, Yank. Aku juga mau bantu angkat ..lihat nih pasti kamu ribet keluar dari gaunnya," modus Arya.


"Tapi aku malu....nanti cuma pakai dalaman aja didepanmu."


"Aku kan suamimu sayang, nanti juga bakal lihat kamu polos...ayo cepatlah keburu malam," tegas Arya, yang sebenarnya sedang menahan rasa panas ditubuhnya. Andina mengangguk patuh. Ia melorotkan gaun yang dipakainya, sambil menunduk menahan malu. Arya bantu menarik gaun yang sudah teronggok dikaki istrinya, lalu ia lempar ke sofa. Matanya tak berkedip melihat Andina hanya memakai hot pant hitam dan bra hitam, gunung kembarnya tampak menyembul.


"Aku mandi dulu...," Andina buru-buru berlari ke kamar mandi sambil meraih handuk dari gantungan. Arya hanya tersenyum geli melihat istrinya yang malu.


Andina PoV


Aku keluar dari kamar mandi mengendap-ngendap, jangan sampai Mas Arya lihat karena aku cuma pakai handuk pendek. Tadi lupa bawa ganti baju karena terburu-buru lari lihat tatapan Mas Arya seperti mau menerkam. Ah lega, Mas Arya ternyata nggak ada dikamar. Aku mengambil baju dari koper, tepatnya piyama pendek tanpa lengan. Ibu bilang, seorang istri harus pandai menyenangkan mata suami, pakailah pakaian yang seksi saat sedang berdua agar suami betah dirumah, begitu katanya.

__ADS_1


Selesai menjalankan sholat Isya, Mas Arya belum juga terlihat. Aku memilih merebahkan badan di ranjang setelah selesai ritual perawatan kulit wajah dan tubuh, menarik selimut sampai dada. Rasa kantuk mulai menyerang mungkin efek berendam air hangat tubuh menjadi rilex. Saat hampir terlelap, Mas Arya datang menjatuhkan tubuhnya disampingku, menyingkap selimut sampai jatuh teronggok dilantai.


"Eh Mas...dari mana ?" aku bertanya dengan suara serak.


"Aku dari kamar Marisa lihat dulu Athaya, ternyata sudah bobo. Sekalian aja ikut mandi dan sholat." Mas Arya terduduk dekat kaki aku. Ia mulai memijit dengan lembut, aku awalnya menolak karena masih merasa risih dengan keintiman ini. Tapi dia memaksa, pijatannya memang enak, aku sampai terbuai untuk tidur lagi.


Author PoV


"Sayang, jangan tidur dulu...aku akan membuatmu begadang sampai pagi," ujar Arya dengan tersenyum smirk. Tangan yang tadinya memijat kaki kini merangkak naik ke paha yang terpampang menggoda.


"Yank, nanti beli baju seperti ini yang banyak ya...aku suka ! Kamu seksi dan menggoda..." Arya berbisik parau di telinga Andina. Ia menjilati daun telinga, turun ke leher, mulai.membuat cap kepemilikan. Andina memejamkan mata, mengatupkan bibir menahan desahan.


"Jangan ditahan sayang, lepas saja..." Arya kembali menyusiri leher istrinya, meninggalkan banyak jejak disana. Lenguhan terdengar dari bibir Andina, terdengar seksi. Arya mulai mengecup lembut bibir sang istri, lalu mengulum dan menghisap bibir yang terasa manis. Keduanya mulai larut terbawa perasaan...


"Mas, lihat dulu...mungkin adek nangis lagi."


Arya melangkah gontai menuju pintu. Diliriknya jam dinding menunjukkan jam 12 malam. "Ck, lo ngapain kesini sih..ngeganggu tau..." Arya berkacak pinggang didepan Ricky yang nyengir, sambil garuk kepala. "Sorry bro, sebentar ikut gue dulu ya...si Michel pengen kita ngumpul dulu, nggak lama paling 30 menit aja. Plis ya bro !!"


"Sorry gak bisa, kalian pada gak ngerti apa ! Ini malam pertama gue !!!" tegas Arya.


"Ya ya gue tau...tapi si Michael mau balik ke Amrik dengan pesawat subuh. Dia pengen ngumpul dulu bentar aja bro... entar lo bisa pamit duluan kalau dah ketemu."


"Hm ya udah. Dimana ngumpulnya ?"

__ADS_1


"Dikamar William. Gue duluan ya, lo jangan lama !" Ricky menepuk bahu Arya.


Arya kembali menuju ranjang.


"Sayang, aku ke kamar Willi dulu sebentar ya, teman lama pada ngumpul ingin bertemu. Gak apa-apa aku tinggal hmm ?" Arya merengkuh Andina ke pelukannya.


"Ya Mas, temuin dulu sana...aku akan menunggumu," Andina mengurai pelukan, tersenyum lembut menatap suaminya.


"Kiss dulu Yank..." Arya mel😚mat dalam bibir Andina.


*****


"Akhirnya pengantin kesini juga...sorry bro kita ganggu bentar, gue kangen kalian semua pengen ngobrol banyak...." Michael menyambut Arya dengan tos tangan. Dikamar itu 3 sahabatnya kumpul ditambah dengan Michael.


"Mari kita bersulang untuk teman kita yang sudah melepas masa duda..." William menyerahkan gelas minuman cola kepada semuanya. Dentingan gelas beradu terdengar nyaring, semua meneguk minuman sampai habis. Obrolan pun berlanjut membahas kenangan masa-masa kuliah, juga membahas bisnis. 30 menit berlalu, Arya sudah beberapa kali menguap sampai akhirnya tak kuat menahan ngantuk dan tertidur di sofa.


"Bro, yakin ini aman ?" tanya Ricky.


"Tenang saja. Itu obat tidur dosis rendah. Nanti dia akan bangun jam 4 subuh," jawab Rendi.


Semuanya tertawa senang, sudah berhasil mengerjai Arya.


**********

__ADS_1


Hihihi...MP nya sukses gagal.😄


__ADS_2