
Semua orang di private room menikmati makan siang dengan berbahagia, diselingi canda tawa. Siapa lagi orang yang jadi bahan untuk dibercandain dan digoda kalau bukan Arya dan Andina. Ekspresi Arya dalam menanggapinya wajahnya datar-datar saja, beda dengan Andina yang jadi tersipu malu, menguarkan rona merah pipinya.
Mama Rita mendekati Andina yang sedang memangku Athaya melihat ikan-ikan di Aquarium. "Andin, acara lamarannya mau di hotel atau digedung mana ? Biar Mama yang urus semuanya hari ini, untuk booking," ujar Mama antusias.
"Tidak Bu Rita...aku mau acaranya dirumah, sederhana saja nggak apa-apa kan Bu ?" tawar Andina.
"Sekarang jangan panggil Ibu lagi. Panggilnya Mama, okay. Kamu akan segera jadi mantuku," Mama tersenyum membelai lembut kepala Andina.
"Eh..ya Mama." seulas senyum tersungging dibibir Andina.
"Baiklah kalau maumu dirumah. Mama gak masalah kok."
Ayah, Ibu, dan Zaki berpamitan untuk pulang, disusul Ricky dan William ikut keluar karena harus kerja kembali. Arya sudah meminta izin untuk mengajak Andina memilih baju dan cincin.
"Ma, Marisa nanti pulangnya bareng aku aja ya. Mau ngajak jalan-jalan dulu," ujar Rendi meminta izin kepada Mama.
"Ya sudah, Mama sama Papa pulang sekarang. Mama mau mulai persiapan..."
Mama dan Papa diantar oleh Rendi dan Marisa sampai lobby, dimana sopir sudah siap menunggu. Rendi lalu mengajak Marisa naik ke mobilnya.
"Kita mau kemana Kak ?" tanya Marisa.
"Kita akan jalan-jalan. Kakak kangen, sudah lama nggak ketemu kamu." ujar Rendi sambil mengacak rambutnya yang dibalas dengan cebikan kesal Marisa.
****
"Din, ikut keruanganku dulu ya sebentar. Ada berkas yang mau ku tanda tangani dulu," ajak Arya.
"Ayo."
Mereka masuk ke dalam lift menuju lantai 5. Arya menggendong Athaya yang sudah tertidur.
"Sayang, kenalkan ini Meta sekretaris aku," Arya berhenti sejenak didepan meja sekretarisnya.
__ADS_1
Meta yang sudah berdiri, langsung keluar meja menyapa Andina.
"Perkenalkan saya Meta, Bu...," Meta mengulurkan tangan tersenyum ramah.
"Saya Andina...panggil nama saja gak usah pakai Ibu," Andina menyambut uluran tangan Meta dengan tersenyum hangat.
Meta tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya karena Arya sudah menarik lengan Andina masuk ke ruangannya.
"Sebentar ya, aku selesaikan beberapa berkas dulu," ujar Arya setelah menidurkan Athaya dikamar tempatnya beristirahat. Andina yang duduk disofa hanya menganggukan kepala sambil mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruang kerja Arya yang luas dengan kombinasi cat putih abu.
30 menit berlalu, Arya menghampiri Andina yang sedang fokus melihat hape nya.
"Lagi lihat apa ?" tanya Arya yang kini duduk disamping Andina.
"Eh..ini lagi mengecek olshop. Gimana sudah selesai ?"
"Sudah. Oh ya, aku dengar Mauren datang ke ruko. Dia bicara apa ?"
"Oh itu...dia cuma pengen kenal sama aku, Mas. Dia tahu kalau aku dekat sama Mas Arya, jadi penasaran katanya pengen kenalan." Andina menjawab ringkas, tidak menceritakan keseluruhan obrolannya dengan Mauren.
"Tenang saja, urusan acara, foto, catering, serahkan saja semua sama WO. Katakan sama Ibu gak usah masak-masak ya. Sekarang kita cari WO yang cocok, lalu cari baju. Kalau masih sempat waktu sekalian cari cincin," ujar Arya.
"Oke deh...kita jalan sekarang ?" tanya Andina.
"Ayo.... Eh tunggu dulu, aku minta no rekeningmu dulu, Din. Kirim via chat ya sekarang," ujar Arya.
Arya membuka M-banking nya setelah Andina mengirimkan no rekening. "Nah, itu untuk keperluan keluargamu kalau mau beli baju, untuk WO aku yang akan bayar."
Andina membuka hapenya saat mendengar notif pesan. Ia terkaget membaca sms notif Bank. "Mas Arya...ini kebanyakan Mas, aku balikin sebagian ya."
"Eits jangan dong Mama Thaya...kamu juga butuh untuk ke salon. Kalau masih ada lebih kamu simpan aja. Ayo ah kita jalan keburu sore..." Arya mencolek hidung Andina merasa gemas.
Mereka meninggalkan kantor bersama Athaya yang masih tertidur digendongan Arya.
__ADS_1
****
Babakan Siliwangi atau lebih terkenal dengan sebutan Baksil, merupakan salah satu green area dikota Bandung yang menjadi paru-paru kota. Juga berfungsi sebagai kawasan wisata alam yang menyajikan keindahan alam hutan lindung yang mempesona dan asri, jaraknya tidak jauh dari pusat kota.
Marisa dan Rendi, disinilah saat ini mereka berada. Duduk disalah satu bangku yang tersedia, sambil menikmati kicauan burung-burung yang bebas terbang mengitari alam Baksil.
"Hmm segar sekali Kak, udaranya..." ujat Marisa sambil memejamkan mata menghirup udara.
"Nanti deh kapan-kapan datang kesininya pagi sambil jogging," sahut Rendi sambil meminum soft drink yang dibawanya.
"Sa, ada yang ingin Kakak sampaikan sama kamu..." Rendi menggantungkan kalimatnya.
Marisa menatap Rendi yang duduk disampingnya. "Mau bicara apa, Kak Ren ?"
"Hmm...Kakak mau mengutarakan isi hati, sudah sejak lama Kakak menyukaimu, menyayangimu, bukan sebagai adik...tapi rasa suka dan sayang seorang pria terhadap wanita. Marisa....maukah kamu menjadi pacarku ? Rendi meraih tangan Marisa, menggengamnya erat, matanya menatap lembut.
Marisa tersenyum lebar menatap balik Rendi. "Kak, sebetulnya aku juga punya rasa yang sama. Tapi karena Mama belum membolehkan aku pacaran sebelum selesai kuliah, jadi aku hanya bisa pendam dalam hati."
"Jadi....kamu mau menerima Kakak ?" Rendi menatap tajam menelisik manik mata Marisa yang berbinar.
Marisa menganggukkan kepalanya, senyum masih tersungging dibibirnya. "Dan kabar baiknya...Mama membolehkan pacaran kalau laki-laki nya Kak Ren..."
"Yes !" teriak Rendi. Ia langsung memeluk Marisa, tersenyum bahagia. "Kakak gak mau pacaran lama Sa, Kakak sudah cukup mengenalmu dengan baik. Selesai lamaran Arya, Kakak akan segera melamarmu." masih dalam posisi berpelukan, Rendi mengusap lembut rambut Marisa.
Marisa mengurai pelukan Rendi. "Kita pulang yuk, Kak. Bantuin Mama mempersiapkan lamaran Kak Arya." Rendi mengangguk setuju.
Dua insan sedang diliputi perasaan bahagia, cintanya bersambut. Mereka bergandengan tangan, diselingi canda dan tawa, meninggalkan Forest Walk Babakan Siliwangi.
***
Sabarrrr ya pemirsah, lamarannya tunggu 1 bab lagi.
__ADS_1
Eitss... karena pada mau ikut rombongan, jadi lupa kasih poin sih....
VOTE ya untuk othor yang ikutan sibuk persiapan lamaran. 😍😍😍