SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
89. Dua Minggu Kangen


__ADS_3

Dua minggu berlalu, komunikasi antara Arya dan Andina semakin intens meskipun hanya lewat telepon atau chat. Pertemuan mereka masih sebatas diruko itu pun tidak setiap hari karena kesibukan Arya akhir-akhir ini dikantornya. Athaya lebih sering diantar jemput Mama atau Marisa.


Masalah penggelapan dana dicabang, membuat Arya sering pulang lewat jam 7 malam karena harus membereskan segera. Ia sampai pulang pergi keluar kota turun tangan untuk sidak ditemani William dan beberapa staf. Akhirnya salah seorang MOD ( Manager on Duty) yang menjadi tersangka diserahkan kepada pihak berwajib.


Sama halnya dengan Arya, dua minggu itu juga Andina datang ke ruko selalu siang, ia dipaksa Ayahnya untuk belajar menyetir setiap hari agar cepat mahir. Dan hasilnya nyata, Andina sudah tapis membawa mobil dan SIM sudah dikantonginya. Ditambah Andina sudah tahu seluk beluk jalan kota Bandung sehingga tidak gugup saat mengendarai mobil.


Arya merebahkan tubuhnya dikasur, dengan posisi kaki menjuntai ke bawah. Badannya terasa lelah dan pegal karena kurang istirahat. Athaya sudah tidur dikamar Marisa saat ia lihat tadi.


Arya merogoh hape disaku celananya. Sudut bibirnya tertarik melihat adanya chat dari nama "Andinaku".


"Mas....sudah pulang ?"


"Jangan terlalu capek ya...ingat ! jaga kesehatan"


"Fighting 💪"


Tiga pesan berturut-turut dikirim 1 jam yang lalu. Ia memang tidak membuka hape sejak sore tadi. Arya tersenyum lebar, rasanya semua lelah menguap mendapat perhatian dari wanita yang sudah hadir mengisi kekosongan hatinya itu. Arya lalu mengetikkan balasan.


"Aku baru sampai rumah. Alhamdulillah masalah dikantor sudah beres."


"Makasih sayang...untuk perhatiannya 😘"


Untuk pertama kalinya, Arya mengucapkan kata sayang kepada Andina.

__ADS_1


Arya memang terbuka menceritakan secara garis besar adanya permasalahan dikantor. Sengaja dia lakukan untuk menguji kepekaan dan perhatian calon Mama sambung Athaya itu.


Notif terdengar lagi dari hape nya.


"Segara mandi gih...jangan terus tiduran"


"Wih...kok bisa tau kalau aku lagi tiduran..."


"Hehe feeling aja...udah dulu ya, aku mau ngobrol dulu sama Ayah Ibu"


"Ok sayang... oh ya, besok pagi aku mampir ke ruko ya. KANGEN."


"Iya 😊"


*****


"Gimana Ar, sudah beres masalah kantor ?" Papa membuka obrolan saat Arya sudah duduk disofa.


"Beres Pa, pelaku sudah ditahan dipolres, lanjut nunggu BAP," jawab Arya.


"Hmm Ma... Pa...Arya ingin melamar Andina. Bagaimana menurut Mama dan Papa ?" tanya Arya.


"Ini yang kami tunggu-tunggu sayang..." Mama tampak sumringah mendengar keinginan Arya.

__ADS_1


"Mau kapan hmmm...besok juga Mama sama Papa siap," ujar Mama antusias.


"Nanti Ma...Arya kasih tahu lagi. Arya mau memastikan sesuatu dulu."


"Segerakan jika Andina sudah siap menerimamu. Niat baik jangan ditunda-tunda," ujar Papa bijak.


"Iya Pa."


*****


Pagi yang cerah, sinarnya menelusup ke jendela kamar yang terbuka. Atmosfer didalam kamar menjadi hangat, sehangat suasana hati seorang pria yang terus menyunggingkan senyuman. Suara ceriwis burung-burung yang hinggap dibalkon kamar bagaikan nyanyian mars pengiring semangat untuk sang arjuna yang menemukan cinta.


Arya memperhatikan penampilannya kembali didepan cermin. Merapihkan kembali tatanan rambut, memeriksa kembali kemeja dan celana jangan sampai ada cacat. Ia ingin terlihat sempurna saat bertemu sang pujaan, setelah dua minggu tidak melihat senyum manisnya.


Tring.


"Mas...aku sudah diruko"


"Aku segera datang...I miss u so much."


****


"Miss u too Arya." author said. 😘

__ADS_1


Berikan vote nya dong... untuk Arya yang akan lamaran.


See u tomorrow, readers tercintah !


__ADS_2