SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
86. Ada Yang Tersangkut Bukan Tali Layangan.


__ADS_3

Mama Rita masuk ke mobilnya dengan menggendong Athaya. Sopir dengan sigap menutup kembali pintunya. Mobil melaju keluar dari gerbang, dan security sudah siaga menutupnya lagi.


Sebuah mobil yang terparkir disebrang rumah Arya mulai melajukan mobilnya, mengikuti mobil Mama Rita.


Athaya dari tadi bangun tidur sudah merajuk ingin ke ruko. Mama Rita dengan sabar dan lembut memberi pengertian ke cucunya itu untuk menunggu dulu sampai siang. Drama pun terjadi, Athaya gak mau mandi dan gak mau makan. Dia memilih tengkurap dikasur sambil terisak. Papa dan Marisa ikut turun tangan membujuk. Akhirnya Athaya mau untuk makan tapi berontak saat diajak mandi.


Selesai Sholat Duhur, Mama Rita menghubungi Andina. Setelah dipastikan sudah ada diruko, Mama Rita memandikan Athaya yang nurut setelah dikasih tahu akan ke ruko.


"Assalamualaikum," salam Mama Rita sambil membuka pintu ruko. "Waalaikumsalam," serempak semua orang yang ada dilantai bawah. Andina sudah menunggu untuk menyambut kedatangannya. Dengan santun, Andina mencium tangan Mama Rita.


"Haduh, hari ini kepala Ibu nyut-nyutan deh. Athaya terus-terusan merengek pokoknya banyak drama nih anak," Mama Rita mengadu, ia menyerahkan Athaya yang dipangkunya. Karena ia sudah meronta-ronta membentangkan tangan ke arah Andina.


"Wah, gitu ya Bu..." Andina tersenyum sambil mengusap-usap punggung Athaya yang langsung menelusupkan wajah ke lehernya.


"Ya udah, Ibu langsung pulang lagi ya pengen istirahat dulu. Nanti sore Papi nya yang akan jemput."


"Sayang, Oma pulang ya...gak boleh rewel sama Mama Andin, oke !" Mama Rita mengusap kepala Athaya yang masih menelusup dileher Andina.

__ADS_1


Sopir masuk membawa 2 box pizza dan tas perlengkapan Athaya.


"Oh ya Din, ini ada pizza buat rame-rame. Ibu pulang dulu, nitip Athaya ya..." ujar Mama Rita tersenyum lembut.


"Iya , Bu. Makasih banyak ya, Bu untuk Pizza nya." Balas Andina sambil mengantar Mama Rita ke depan pintu, masih dalam kondisi menggendong Athaya.


Seseorang dari sebuah mobil disebrang jalan memotret beberapa kali.


"Fa, bagi-bagi nih Pizza nya mumpung masih hangat. Aku bawa satu ke atas," ujar Andina.


"Alhamdulillah rejeki hari ini. Pizza lezat dari camer hihihi." Heboh Safa sambil terkikik diikuti kekehan Reni dan Diki.


"Ugh pinternya....anak siapa sih ini.." Andina mencubit gemas pipi gembul Athaya. "Taya anak Mamaaaah....,"ujarnya manja, sambil duduk kepangkuan Andina, lalu memainkan kancing baju.


"Mau main apa nih sekarang hmm..."


"Taya mau loncat-loncat dikasul Maaah..."

__ADS_1


"Ya udah yuk ke kamar..." Andina menuntun Athaya ke dalam kamar. Anak itu tampak tertawa senang dan heboh sambil loncat-loncat diatas kasur yang empuk.


****


Lelah bermain, Athaya tumbang juga. Ia kini terlelap diatas kasur yang spreinya sudah acak-acakan. Andina memakluminya toh namanya juga anak kecil, biarkan dia berekspresi menurut kemauannya yang penting diawasi terus. "Mumpung tertidur, aku kerja lagi deh," gumam Andina. Ia meninggalkan kamar dengan pintu dibiarkan terbuka.


"Ehem." suara deheman pria membuyarkan konsentrasi Andina yang sedang mengecek jumlah gamis pesta yang baru ia ambil dari konveksi.


"Eh Mas Arya, sudah datang. Katanya mau kesini sore ?"


Arya mendekat dan duduk disofa. "Awalnya iya mau sore, tapi aku gak tahan. Tadi dikantor ada yang tersangkut didada, tapi bukan tersangkut tali layangan" Arya meringis memegang dada kirinya.


"Mas tersangkut apa ?" Andina mulai panik mendekat ke arah Arya.


"Hati ini tersangkut namamu...Andinaku..."


*****

__ADS_1


Aw aw aw gubrak...aku yang lemesss.


Akoh malam mingguan dulu sama misua. Jangan pelit LIKE dong say, kan gratis. Ini yg baca perbab puluhan ribu, tapi yang like cuma ratusan. Ayo dong berbagi biar akoh semangat teluuusssss.


__ADS_2