SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
55. Oh Ada Apa dengan Hati ?


__ADS_3

"Ayo Athaya buka mulutnya...lidahnya keluarin dulu ya Om mau lihat...good boy...." Dokter Rendi memeriksa kembali tubuh Athaya dengan seksama juga mengecek kembali suhu tubuhnya.


"Tadi katanya perut dan tenggorokannya sakit Dok..."ujar Andina. "Wah wah kalau sama Mama nya mau cerita, tadi pagi ditanya sama Om malah nangis," ledek Dokter Rendi mengusili Athaya. Yang diledek nampak acuh memilin-milin ujung hijab Andina.


Arya datang ikut nimbrung "Jadi sakitnya apa bro ?"


"Hasil lab menunjukkan Athaya kena gejala tifus. Sakit pada perut dan tenggorokannya akibat infeksi bakteri. Gue sudah sudah suntikkan anti biotik ke infusannya. Demamnya turun jadi 38° Celcius, perkembangan yang sangat bagus karena obat terbaiknya sudah ada disampingnya," ujar Dokter Rendi tersenyum simpul.


"Nanti sore suster akan mengantar bubur, nanti dibujuk ya Mama...supaya Athaya nya mau makan," dengan tersenyum Dokter Rendi kembali menggoda.


Blush...pipi putih Andina bersemu merah, Andina tersenyum kikuk dan tertunduk malu digoda seperti itu. Ia pura-pura membenarkan kancing piyama Athaya untuk menyembunyikan rasa malunya.


Arya menarik tangan Rendi sedikit kasar mengajak duduk disofa berkumpul dengan yang lainnya. Sudut bibir Rendi tertarik mendapat perlakuan seperti itu. "Hmm...sepertinya ada yang mulai jealous nih," batinnya.


"Harus rawat inap berapa lama cucu Oma, Ren ?" Mama yang dari tadi memperhatikan interaksi diranjang cucunya, bertanya pada Rendi.

__ADS_1


"Kemungkinan 3 hari disini Ma...biar cairan tubuhnya normal dulu sama antibiotiknya harus disuntikan terus. Nanti perawatan bisa dilanjut dirumah asal Athaya tidak susah untuk makan."


"Rendi pamit dulu Ma Pa...mau visit 3 pasien lagi," Rendi berdiri untuk pamitan. "Lo tenang bro...Athaya akan baik-baik saja...ada Mama nya," Rendi menepuk bahu Arya, tersenyum usil.


Marisa diam-diam mengangkat 2 jempol tangannya ke arah Mama, tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


*******


Arya PoV


Dia terkaget saat anakku memanggilnya Mama...aku juga sama kagetnya. Jadi mama taya yang dimaksud itu dia, Andina. Aku baru faham


Entah apa yang bergemuruh di hati ini saat melihat interaksi anakku dan Andina diatas ranjang, sulit dijabarkan apakah haru, bahagia, sedih, atau apa...ah aku nggak ngerti. Mereka tampak serasi seperti Ibu dan anak. Anakku terlihat merajuk manja, ingin terus dipeluk gadis itu. Tanpa sadar bibirku tersenyum kecil, bahagia melihat pemandangan mereka.


Saat Rendi memeriksa anakku, ia dengan sengaja menggoda Athaya dan lalu menggoda Andina, sampai pipinya blushing...ya ampun tiba-tiba jantungku bertalu melihatnya tertunduk malu dengan rona merah pipinya. Ada rasa nggak rela dia blushing karena Rendi. Aku sampai tidak sadar menarik kasar tangan Rendi pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


*****


Author PoV


"Kak..Ka Arya.. ishh bengong aja dari tadi," protes Marisa kesal karena dari tadi dipanggil nggak nyahut.


"Eh..ya ya kenapa Sa..?" gugup Arya.


"Barusan Kak Ricky telpon nanyain kakak kenapa nggak ke kantor, terus hp kakak nggak bisa dihubungi. Aku dah bilang kalau kakak sedang di rumah sakit" ketus Marisa menjelaskan.


Arya mengeluarkan hp dari saku celananya. "Oh pantesan lowbat." "Sa...tolong nih," Arya menyerahkan hp nya ke Marisa untuk dicas.


"Ada apa dengan hati ini," tak sadar Arya memegang dadanya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2