
"Waalaikumsalam..." Andina menjawab salam Safa saat mengangkat panggilan di hape nya.
"Beb, yaumil milad ya.....semoga kehidupanmu selalu dipenuhi keberkahan." ucap Safa dari sebrang.
"Aamiin makasih bebeb Safa...oh ya hari ini aku gak akan ke ruko. Di rumah lagi kumpul keluarga nih..." Andina bicara sambil berjalan menuju tempat keluarganya kumpul.
"Oke Din, jangan lupa traktirannya buat kita...," lanjut Safa dengan tertawa kecil.
"InsyaAllah besok kita makan-makan... Udah dulu ya...semangat kerja beb !" Andina mengakhiri teleponnya setelah mengucap salam.
Dua keluarga pulang setelah Duhur. Bi Idah langsung membereskan sisa acara makan-makan itu. "Bi, kalau capek nanti aja nyuci piringnya ya..." ujar Andina saat melihat Bi Idah membersihkan karpet. "Nggak cape kok Neng, kan pagi ini gak masak. Mau langsung dibereskan aja biar rapih Neng..." sahut Bi Idah.
"Ya udah. Tolong sekalian kasih makanan ini untuk bibi dan security di rumah Mama ya...sisanya buat bi Idah sama pak Asep..." ujar Andina. "Baik neng...nuhun pisan.." bi Idah nampak senang, melihat jajanan pasar dan tumpeng masih banyak.
Andina lalu menemani Athaya bobo siang di kamarnya dan dia pun akhirnya ikut terlelap.
****
Sore hari Andina mengantar Athaya ke rumah Mama. Sebelumnya dia sudah bicara dengan Marisa mau nitip Athaya malam ini. Dengan dibujuk akan dikasih hadiah kucing kalau mau bobo dengan onti Marisa malam ini, Athaya akhirnya mau.
Andina tersenyum melihat chat dari Arya yang mengingatkan lagi untuk siap-siap. Jam menunjukkan pukul 5 sore, dia memilih untuk luluran dan maskeran agar tampil fresh demi menyenangkan suaminya.
Selesai sholat magrib Andina memakai gaun maroon dari hantaran yang belum pernah dipakainya, dipadukan dengan pashmina warna cream dan mengaplikasikan riasan tipis di wajahnya, lipstik mate berwarna pink blush untuk bibirnya. Tanpa perlu ber make up tebal, kecantikannya terlihat natural, enak dipandang.
Andina sudah menyiapkan juga pakain untuk Arya. Kemeja slimfit maroon dan celana chino warna cream.
"Sayang...sudah siap ?" Arya tiba-tiba muncul dengan senyum. Andina menoleh, dia sedang merapihkan pashmina depannya agar rapih menutupi dada. "Sudah mas...itu bajunya udah aku siapkan di kasur..." sahutnya.
"Bagus ! jadi matching..." Arya mengomentari baju yang siap dipakainya.
"Mas gak mandi dulu ? Andina memperhatikan Arya yang langsung berganti baju. "Sudah dong tadi di kantor, sengaja biar nggak lama kamu nunggu." Arya melipat lengan kemejanya sampai siku. Badan ramping berototnya membuatnya tampil sempurna.
__ADS_1
"Suamiku tampan sekali..." Andina tersenyum memperhatikan suaminya yang sedang memasang ikat pinggang. Arya menoleh dengan tersenyum lebar.
Arya mendekati Andina yang berdiri depan meja rias. "Istriku juga cantik sekali...bidadari surgaku..." Arya mengecup pipi Andina yang langsung merona, membuat Arya kembali tersenyum lebar.
"Let's go sayang..." Arya menggandeng tangan Andina keluar kamar. Highheels yang dipakai Andina membuat tinggi badannya hampir sejajar dengan Arya yang tingginya 178 cm.
Arya sudah menitipkan rumah kepada bi Idah untuk menguncinya dengan tertib karena akan pulang besok pagi.
Suasana rooftop di sebuah hotel bintang lima terlihat romantis. Berpadu sempurna dengan langit malam yang cerah bertabur bintang. Bulan tampak mengintip malu-malu menampakkan sinarnya dibalik awan tipis.
Waiter membungkukan badan dan tersenyum ramah setelah selesai menata hidangan di meja. Di rooftop itu tidak hanya mereka, ada beberapa meja yang juga terisi. Sama-sama berpasangan. Untuk bisa makan malam disini harus reservasi dari siang agar mendapatkan tempat karena mejanya terbatas. Kolaborasi pemain piano dan saxsofon membawakan musik akustik dari lagu slow romantis menambah suasana syahdu.
"Indah sekali suasananya ya Mas....aku.baru tahu ada tempat ini" wajah Andina terpancar bahagia menatap sekeliling.
"Aku juga baru pertama kesini...pas buka sosmed ada netijen review ini, eh ternyata beneran bagus, " sahut Arya sambil memotong-motong kecil beef steak tenderloin yang masih mengepulkan asap, hmm wanginya menggoda.
"Ini sudah aku potongin...." Arya menyerahkan piringnya menukar dengan piring Andina dengan menu yang sama.
"Ehm, aku jadi grogi nih sayang... diliatin seperti itu." Arya menghentikan sejenak memotong steak nya, menatap hangat netra istrinya. Andina langsung terkekeh...
"Anggap saja ini lagi pacaran...kita menikah sudah hampir 2 bulan, baru sekarang ada waktu jalan berdua. Biasanya Athaya selalu merecoki...." ujar Arya disela memakan steak nya.
"Aku sama sekali gak masalah mas...kita mungkin dari awal ditakdirkan menjadi triple A. Mas jangan merasa beban karena kita tidak honeymoon, malah aku akan gak tenang kalau meninggalkan Athaya lama. Kita berduaan di kamar anggap saja sebagai honeymoon...." sahut Andina dengan tersenyum malu.
"Aduh Mama udah gak sabar pengen ngamar ya...." Arya tersenyum mengangkat dua alisnya.
"Issh mas koneknya langsung mesum deh..." Andina mencebik. Obrolan santai penuh canda berlangsung. Desert berupa pancake mango pun sudah habis disantap.
"Sayang...apa kamu bahagia menikah denganku ?" Arya menggenggam tangan kanan Andina di atas meja yang sudah kosong dibereskan oleh waiter. Tersisa 2 gelas minuman ice lemon tea.
"Tentu saja...aku bahagia memilikimu dan Athaya. Mas Arya adalah imam yang baik, aku malahan takut suatu saat mas berpaling ke wanita lain..." ucap Andina jujur.
__ADS_1
"Itu mustahil sayang...aku pria setia dan bertanggung jawab. Untuk apa melirik wanita lain jika di rumah sudah punya istri cantik dan soleha..." sahut Arya, pandangannya tak lepas dari menatap mata indah Andina yang duduk berhadapan dengannya.
"Mas, katakan...apa saja yang harus ku lakukan untuk bisa menyenangkanmu mas..."
Arya mengecup tangan halus Andina. "Cukup kamu patuh kepadaku sayang....hanya itu !"
Arya merogoh saku celananya. Sebuah gelang emas putih bertahtakan butiran berlian dibagian tengahnya dia pasangkan ke pergelangan kanan Andina. Pas !
"Mas....ini apa ?" Andina terkejut memperhatikan tangannya.
"Hadiah milad untuk Andinaku...." Arya tersenyum lebar. Andina tidak mampu untuk berkata, dia menatap Arya dengan tatapan berkaca. "Makasih....suamiku," lirih Andina, haru.
Arya berdiri menuju kursi istrinya, meraih tubuh Andina ke pelukannya. "Kita lanjut di kamar sayang..." bisiknya.
Mereka turun menuju kamar yang sudah di booking. Tak lupa mengambil dulu perlengkapan sholat yang selalu sedia di mobil.
"Mas...kita gak bawa baju tidur lho...." ujar Andina selesai melipat mukenanya. Mereka telah melaksanakan sholat Isya berjamaah.
"Gak perlu pakai baju sayang.....toh akan dilepas juga..." bisik Arya ditelinga istrinya yang dia tarik untuk duduk dipangkuannya. Andina merangkulkan tangannya ke leher Arya.
"Kalau kamu kedinginan....ada aku yang akan menghangatkan..." Arya mulai memberi tanda kepemilikan di leher jenjang istrinya. Tangannya bergerilya membuka resleting belakang gaun Andina.
Dan malam ini menjadi milik mereka berdua, memadu kasih, mereguk manisnya madu cinta, dua insan dalam ikatan halal.
...Apa cara untuk menyenangkan suami ?...
...Cukup dengan PATUH...
...(by Arya)...
...Bersambung...
__ADS_1