SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
118. Reposisi


__ADS_3

Kepanikan melanda Ricky dan William setelah mendapat informasi dari chat grup perusahaan. Sekretaris Meta mengkonfirmasi bahwa akan ada rapat dadakan pukul 9 pagi ini.


"Will, si boss baru masuk kantor lagi kenapa ngajak rapat ya ? Haduh, jangan-jangan kita mau dipecat gara-gara iseng malam pertama." Ricky berjalan mondar-mandir diruangan William, wajahnya gusar dan tegang.


"Lo bisa duduk nggak ? kayak setrikaan aja, gue pusing lihatnya," hardik William.


"Gue lagi panik, bro ! Mana gue baru saja nembak Safa, kalau gue dipecat jadi pengangguran dong....terus..."


"Syuutt, diem lo berisik kayak emak-emak. Gue yang lebih panik, bro. Nikah tinggal menghitung hari, kalau gue dipecat gimana gue kedepannya ngasih nafkah Celine," William memotong ucapan Ricky. Dirinya juga sedang tegang memikirkan kemungkinan buruk.


"Eh bener juga ya. Nasibmu bakal lebih malang dari gue, kasian..." Ricky tertawa mengejek. "Sialan lo..." William menonjok bahu Ricky tapi meleset karena Ricky menghindar.


Semua perwakilan yang diundang rapat sudah hadir, saling berbisik menanyakan pembahasan rapat karena merasa belum waktunya membuat laporan bulanan.


"Direktur utama akan segera hadir. Silahkan Bapak dan Ibu untuk duduk !" Sekretaris Meta masuk ruang rapat, memberi intruksi.


Semua patuh, duduk memanjang mengitari meja rapat. Hanya 1 kursi kebesaran yang masih kosong. Aroma parfum semerbak menguar seiring masuknya seorang pria tegap penuh percaya diri. Arya, duduk dikursi kebesarannya. Semua mata tertuju padanya, seminggu cuti kerja, kini hadir kembali dengan aura yang berbeda, wajah tampan yang bersinar.


"Assalamualaikum, selamat pagi Bapak dan Ibu semua." Arya membuka rapat dengan tenang penuh wibawa, semua membalas salamnya.

__ADS_1


"Sengaja saya mengadakan rapat dadakan untuk menyampaikan informasi rotasi jabatan. Reposisi ini tidaklah mendadak, sudah saya pertimbangkan jauh dengan menilai sendiri kinerja Bapak Ibu selama mengabdi di perusahaan ini."


"Meta, bacakan semuanya !" Arya memberikan perintahnya.


Meta dengan sigap membacakan daftar nama dengan posisi jabatan barunya. Yang akan mulai resmi menjabat seminggu lagi. Semua yang disebut tampak sumringah termasuk Ricky dan William yang saling pandang dan menarik nafas lega.


"Ada yang mau ditanyakan ?" Arya mulai membuka diskusi.


"Pak Arya, terkait tawaran beberapa perusahaan yang mau berinvestasi apakah mau difollow up, pak ?" tanya Direktur operasional.


"Sampai saat ini keuangan perusahaan masih kuat untuk berdiri di kaki sendiri. Saya menolaknya !" tegas Arya.


"Saya akan tetap teguh hanya membangun kelas Supermarket, soal persaingan sampai kapan pun akan tetap ada. Target pangsa pasar kita menengah ke bawah jadi costumer akan selalu ada. Jangan khawatir, rejeki tidak akan tertukar asal kita selalu memintanya kepada Allah, bukan memelas kepada manusia. Orangtua merintis perusahaan ini dengan formula The Miracle of Sedekah, dan saya akan terus memakai formula itu. Buktinya, puluhan cabang berdiri kokoh di 7 provinsi tanpa goyah dengan kehadiran Mall. Ingat, selalu libatkan Allah dalam bidang apapun, maka kita akan selalu mendapat keberkahan !"


Pemaparan Arya membuat semua yang hadir di ruang rapat speechless. Sebuah pemikiran yang langka dimiliki para pengusaha, apalagi dia masih muda. Padahal banyak pengusaha lain menghalalkan segara cara untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya.


Rapat berlanjut dengan diskusi untuk peningkatan performa perusahaan dan berakhir di jam 12 siang.


*****

__ADS_1


"Bro, gue menaikkan jabatanmu menjadi Direktur Keuangan karena lo telah berhasil menangani kebocoran dana. Sekarang jabatan manajer keuangan hanya ada di cabang-cabang. Lo jadi pimpinan tertingi untuk mereka. Pilihlah staf terbaik yang akan membantu kinerja lo, dalam waktu seminggu gue tunggu laporannya."


Arya berbicara kepada William disela makan siang mereka di private room food court.


"Siap, pak. Jabatan ini jadi kado pernikahan buat saya Pak," jawab William.


"Ck, kalau kita lagi ngumpul gak usah formal gitu ngomongnya," Arya mendengus sebal yang dibalas William dengan terkekeh.


"Gue mimpi apa ya...bisa diangkat jadi PA Direktur Arya....gue udah panik, dikira mau dpecat gara-gara di hotel itu," Ricky nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hm, soal itu tetep ada pembalasan Si Pitung !"


William dan Ricky langsung tersedak mendengarnya.


...BERSAMBUNG...


******************


Tak kenal maka tak sayang. Hayu yang mau menjalin silaturahmi dengan othor follow ajah igehku @me_niadar

__ADS_1


Masih ingat dengan Niko ? InsyaAllah, sebentar lagi kisahnya akan dimulai. Love u all 😍


__ADS_2