
CURHAT AUTHOR
Sebelumnya aku mau minta maaf kepada pembaca setia Sang Pengasuh. Aku biasa up seminggu 7 hari alias TANPA LIBUR. Sehari up 2 sd 3 bab, untuk memanjakan kalian.
Tapi sekarang entah kenapa pihak mangatoon tidak meloloskan review dengan cepat, biasanya saat naskah dikirim nunggu 1 jam langsung lolos review. Tapi sekarang aku harus menunggu 1 hari untuk lolos, itu pun hanya 1 bab yang tayang.
Maafkan jika kalian kecewa, aku pun sama. 😢😢
Apakah ada error sistem ? Maybe.
……………………………………………………
Hari ini, keluarga kecil Arya mulai menempati rumah baru. Syukuran kecil dipimpin oleh Ustad Ahmad diadakan dengan mengundang tetangga blok terdekat. Untuk memperkenalkan diri sebagai warga baru terutama untuk memperkenalkan Andina karena kalau Arya tentu saja sudah dikenal oleh warga komplek perumahan.
Bi Idah, ART lama pun sudah datang memulai kerja kembali. Andina tersenyum ramah saat Bi Idah memperkenalkan dirinya.
Semua tamu sudah pulang selesai menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Tinggal keluarga Arya dan keluarga Andina yang masih santai bercengkrama . Papa dan Ayah asyik ngobrol berdua diteras depan, apalagi yang dibicarakan kalau bukan seputar dunia perkebunan karena mereka satu hobi. Yang lainnya mengobrol santai diruang keluarga menemani Athaya yang menonton film kartun kesukaannya, Nusa Rara.
Selepas magrib, Arya dan Andina mengantar sampai teras depan karena Ayah dan Ibu pamit pulang.
"Teh, mana sedekahnya buat Zaki ?" Zaki berbisik ditelinga Andina selesai menyalaminya.
"Sedekah apa ?" Andina mengernyit menatap Zaki.
"Itu mahar 1,3 M...bagi dong Zaki pengen beli CBR," Zaki mengedipkan sebelah matanya, merayu.
"Ada keinginan tuh nabung....nanti teteh tambahin kurangnya. Emang harganya berapa ?"
"Zaki pengen CBR 150R harganya 40,5 juta," Zaki berbinar senang mendapat tanggapan kakaknya itu.
"Oke nanti teteh tambahin yang 500 nya ya ,".Andina tersenyum mengangkat dua alisnya. Semangat Zaki langsung melempem mendengarnya.
__ADS_1
"Kalian bisik-bisik apaan sih...Zaki ayo naik !" Ayah yang sudah dikursi kemudi memanggil Zaki yang masih diluar.
Andina mengusap bahu Zaki," Kamu kalau lulus dengan nilai terbaik, teteh akan kasih hadiah CBR !" Zaki langsung memekik Yes, lalu berlari menaiki mobil.
Malam pertama dirumah baru menjadi keberuntungan untuk Arya. Athaya yang tidak sempat bobo siang karena terlena dengan bermain, kini bobo lebih awal setelah magrib.
Athaya dipindahkan dulu ke kamarnya yang berada tepat bersebelahan. Yes, tidak ada gangguan lagi. Arya menikmati berolahraga malam sampai dua kali. Dirinya memeluk erat Andina selesai klimaks yang kedua, dan mengecup mesra bibirnya. Aura bahagia terpancar dari wajah keduanya. Lelah, membuat mereka segera tertidur lelap dengan Athaya yang kembali dibawa, tidur ditengah-tengah mereka.
****
Andina PoV
"Mas, pakaian kerjanya yang mana ?" aku berteriak didepan pintu kamar mandi.
"Bebas sayang, pilihkan aja yang casual," Mas Arya menyahut dari kamar mandi.
Ini hari pertama Mas Arya masuk kantor setelah cuti nikah. Aku memperhatikan semua pakain Mas Arya dilemari, tak ada satu pun setelan formal. Warna-warna pun cenderung monokrom hanya hitam, putih, abu, navy. Baiklah, seiring waktu aku pasti akan tahu selera dan kebiasaan Mas Arya.
"Ini Mas, kalau nggak cocok nanti aku ambil yang lain."
"Hmm udah ini aja...aku suka." Mas Arya memakai pakaiannya didepanku, dengan santainya melepas handuk. "Ishh...Mas kenapa berpakaian disini," aku memalingkan wajah, jadi malu sendiri.
"Kenapa kamu jadi malu,sayang....kamu kan sudah melihat semuanya, nih pegang...tiap dekat kamu si junior suka bangun " Mas Arya malah menarik tanganku menempelkan ke celana dalamnya, kan aku tambah malu.
"Kamu tuh ngegemesin kalau sudah merona begini..." Mas Arya memegang kedua pipiku, dan mencium kilat bibirku.
"Hmm Mas, kenapa nggak ada setelan kerja formal di lemari ?" aku tak sabar ingin tahu.
"Aku nggak suka, sayang. Aku sukanya semi formal dan casual. Kalau aturan untuk staf kantor dilarang pakai casual." Mas Arya berkata sambil merapihkan penampilannya.
"Kamu tahu almarhum Bob Sadino ?"
__ADS_1
"Iya," jawabku.
"Penampilan beliau malah nyentrik. Style nya pakai kemeja dan celana pendek diatas lutut, pakai sepatu santai. Nggak akan ada yang bisa melarang karena dia bossnya."
Aku faham maksud Mas Arya. Ini soal "be your self" seorang boss.
Aku berjalan disamping Mas Arya yang memeluk bahuku, turun menuju ruang makan.
Mas Arya menyantap nasi goreng buatanku dengan lahap, untuk pertama kalinya aku memasak untuknya. "Hm enak sayang...." pujinya disela mengunyah makannya. Huft plong, aku yang tadinya deg degan langsung tersenyum merasa lega.
"Adek salim dulu sama Papi..." aku memanggil Athaya yang sedang bermain sepeda diteras ditemani bi Idah. Athaya menoleh, langsung turun dari sepedanya menuju kami.
"Mas, nanti makan siang dirumah atau dikantor ?"
"Dikantor aja,yank. Hari ini aku mau rapat dadakan tambah banyak berkas menumpuk karena cuti."
" Aku berangkat ya, Assalamualaikum..." Mas Arya mencium kening aku dan Athaya setelah kami mencium tangannya.
Aku menatap kepergian mobil Mas Arya saat keluar dari halaman.
Ini outfit yang aku pilih untuk Mas Arya ke kantor. Aku makin kagum melihatnya. Mas Arya makin ganteng , cool and fresh I
Baiklah, saatnya aku mulai memanage waktu, untuk keluarga dan pekerjaan.
"Ayo adek...waktunya mandi...."
*************************
Wajah Arya cukup othor yang tahu. Kalian silahkan berhalu sendiri, HAHAHAHAHA....(othor tertawa jahat)
__ADS_1