SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
69. Kejutan di Ruko


__ADS_3

"Ugghh senengnya bisa rebahan lagi disini..." Andina menggulingkan badannya ke kasur lantai tempat biasa ia istirahat selama di ruko. Safa yang mengikuti Andina ke kamar langsung mencebik, "Norak ih, dimana nyamannya ini kasur sejuta umat , nggak ada per nya nggak enyoy. Ganti springbed lah Din."


"Ah gak perlu, toh ga dipakai tidur tiap hari. Eh ya, aku belum sempat cerita sama kamu, kejadian selama di rumah sakit." Andina bangun dari tidurannya, duduk sila berhadapan dengan Safa.


"Hmm sepertinya ada sesuatu yang menarik ya, ayo cerita," ujar Safa tampak antusias.


Andina menceritakan semua kejadian dimulai saat pertama kali menjenguk, bertemu Dino, dan sampai terakhir diantar pulang ke rumah oleh Arya. Satupun tak ada yang terlewatkan, Andina memang selalu terbuka dengan Safa.


"Wah wah...selamat sudah jadi Mama...selanjutnya jadi istri," Safa terkikik menanggapi Andina yang sudah selesai bercerita.


"Heuh kamu mah...aku mau jadi Mama demi Athaya, aku tulus sayang sama dia, bukan karena bapaknya," ujar Andina melengos.


"Awas lho nanti jadi sayang juga sama bapaknya," tunjuk Safa ke muka Andina yang langsung mendelik.


Terdengar suara gaduh dibawah seperti ada banyak orang yang masuk dan berbicara. Andina dan Safa saling pandang penuh tanya. "Suara apa sih...turun yuk !" ajak Andina. Baru saja keluar kamar, ada Diki datang mendekat. "Teh, itu barangnya sudah datang, mau disimpan dimana ?"

__ADS_1


Andina mengernyit bingung, "Barang apa Dik ?"


"Lho bukannya teh Andin yang belanja ya, itu orang toko datang kirim barang 2 mobil. Hayu lihat dulu Teh," jawab Diki.


Mereka bertiga turun ke bawah, ada dua orang pegawai berseragam menunggu. "Siang Mbak, ini springbed sama Sofa harus saya taruh dimana ? tanya pegawai berseragam biru dengan tersenyum ramah. "Kalau kulkas mau disimpan dimana Mbak ?" tanya pegawai berseragam oren.


"Maaf lho Mas-Mas...saya tidak pernah memesannya, salah alamat mungkin Mas," ujar Andina tampak bingung. Tapi pegawai itu tetap keukeuh, mereka menunjukkan kertas berisi alamat ruko dan nama Andina.


"Eh sudah datang ya barangnya," tiba-tiba Mama Rita masuk bersama sopirnya Mang Rahmat yang membawa 2 kantong besar belanjaan supermarket.


"Bu Rita ??" ujar Andina, sorot matanya tampak seperti meminta penjelasan. "Din...ini semua hadiah dari Ibu...jangan ditolak ya," ucap Mama Rita tersenyum lembut sambil memegang kedua tangan Andina.


"Ayo ini mau ditaruh dimana...kasihan pegawainya nunggu," lanjut Mama Rita mengagetkan Andina yang masih terpaku.


"Eh ya ya...ke atas saja semuanya," ujar Andina yang pikirannya masih diliputi rasa terkejut.

__ADS_1


Andina lebih dahulu naik ke atas diikuti Safa dan Diki untuk membereskan kamar. Kasur lipat dan karpet dikeluarkan diganti oleh legawai toko memasang springbed merek King***. Lalu memasang sofa letter L merek IK** diruang tengah yang kosong. Kulkas 2 pintu merek Sam**** terpasang disudut tembok. Mereka langsung pulang setelah diberi uang tips oleh Mama Rita.


Mama Rita tampak tersenyum puas melihat semuanya sudah terpasang. "Sini duduk Din..." Mama Rita menepuk sofa disampingnya. "Gimana kamu suka gak ?"


"Aduh Bu..jujur saya bingung harus berkata apa. Saya sangat-sangat suka Bu, ini bagus dan mahal," ujar Andina polos.


Mama Rita tersenyum lebar. "Syukurlah kalau kamu menyukainya, ini hadiah karena kamu sudah merawat cucuku. Ibu tahu nak...kamu tulus menyayanginya. Dan Ibu pun tulus memberi ini semuanya."


"Nah itu untuk isi kulkasnya...dimasukkan besok saja biar kulkasnya dingin dulu. Kamu dan pegawai gak perlu jajan keluar lagi, nanti seminggu sekali Mang Rahmat akan mengantar untuk isi kulkasnya." Ujar Mama Rita menunjuk ke arah 2 kantong besar belanjaan.


Andina mengangguk dan tersenyu manis "Sekali lagi makasih banyak Bu..."


...BERSAMBUNG...


*****

__ADS_1


Ayo LIKE dan VOTE yang banyak ya say...biar rangking minggu ini naik. Laff u all 😘


__ADS_2