SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
82.Kasihan Kukunya Sompak


__ADS_3

"Aku bantu apa nih, Tan.." tanya Mauren. Sekarang mereka sedang ada didapur. "Mengiris bawang merah, bisa nggak ?" ujar Mama Rita balik bertanya. "Hmm contohin dulu ya, Tan," Mauren cengengesan tampak dirinya malu.


"Gini nih, kupas dulu kulitnya sampai bersih...lalu iris tipis-tipis, " Mama memberikan contoh.


"Ah..ternyata segampang itu... Baiklah aku pasti bisa." Mauren mulai mengupas bawang merah, beberapa kali bawangnya terjatuh karena cara pegangnya yang kaku. Setelah susah payah menguliti, Mauren mulai mengirisnya tapi tidak beraturan. Ia meringis sambil memejamkan mata karena merasa perih hingga tanpa sadar kuku panjangnya yang berkutek teriris pisau. "Ya ampun kuku aku rusak," pekiknya spontan. Ia memperhatikan telunjuk kirinya dimana ujung kukunya sompak.


Mama menoleh sambil mengulum senyum. "Mauren mendingan duduk aja ya...ngobrol sama Arya. Jangan dulu pulang,.nanti ikut makan malam bareng," bujuk Mama Rita yang dalam hatinya mulai kesal karena bukannya membantu malah memperlambat pekerjaannya.


"Hehe...maaf ya Tan, kalau begitu aku kesana dulu." Mama membalas dengan tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Disini rupanya...aku cari kamu kirain sudah pulang," Arya menghampiri Mauren yang baru keluar dari dapur. "Kapan katannya mekanik datang ?" sambung Arya sambil berjalan bareng ke ruang tamu lagi.


"Barusan mekanik kirim pesan masih ada pasien, tunggu sebentar lagi katanya," jawab Mauren.


Mereka duduk kembali diruang tamu. Sudah ada minuman dan cemilan yang tersaji.Mauren mengambil cangkir teh nya, menyesapnya perlahan karena masih agak panas. "By the way, kenapa kamu belum menikah lagi ? Anakmu masih kecil pasti lagi butuh sosok Mama," tanya Mauren, diletakkan kembali cangkirnya ke meja.

__ADS_1


"Mungkin secepatnya," jawab Arya lugas.


"Wah ternyata sudah punya calon toh ?" selidik Mauren. "Maybe yes, maybe now," Arya menggedikkan bahunya. Lalu mereka pun mengobrol banyak hal membahas teman-temannya, berita terkini dan banyak lagi sekedar mengisi waktu tunggu datangnya mekanik.


"Maaf Den Arya, dipanggil Ibu untuk makan malam dan diajak juga tamunya," Bibi datang memberitahu Arya. "Ya bi, sebentar lagi kesana,"


"Ayo Ren, kita makan aja dulu," ajak Arya. Dan Mauren pun memuntutii ke ruang makan.


Dimeja makan sudah ada Papa, Mama, dan Marisa. Athaya tidak ikut karena masih tidur.


"Pa, Marisa, kenalin ini Mauren teman Arya," ujar Arya memperkenalkan. "Hallo Om, hallo Marisa," sapa Mauren tersenyum. Papa dan Marisa mengangguk dan tersenyum ramah.


Marisa melirik sinis ke arah Mauren. Mama dan Papa tampak tenang menyaksikan pemandangan itu. Semua makan tanpa ada yang bersuara.


Flashback On

__ADS_1


Saat Arya naik ke lantai 2 untuk menidurkan anaknya, Marisa mulai menghubungi seseorang


"Kamu datang ke lokasi jam 8 malam, awas jangan sampai lupa bawa aki ori," perintah Mauren lalu.langsung menutup teleponnya.


Flashback Off


*****


Jam 8 malam, Mauren berpamitan kepada keluarga Arya, tak lupa mengucapkan terima kasih.


"Ar, makasih ya...maaf sudah direpotin," ujar Mauren saat keduanya sudah diteras. "It's oke. Ayo aku anterin kesana pakai motor," tawar Arya.


"Eh...nggak usah gak usah, mau jalan kaki aja kan dekat ini," tolak Mauren. Ia cepat-cepat berpamitan lagi dan berjalan cepat ke arah mobilnya.


Arya akhirnya hanya mengawasi karena khawatir sudah malam, sampai benar-benar Mauren sampai ke mobilnya.

__ADS_1


*****


Vote nya untuk Arya mana ? 😍😍😍


__ADS_2