SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
103. Saatnya Menata Masa Depan Bersamanya


__ADS_3

Pagi menjelang, sesuai janjinya Arya menuju ruko untuk menemui anak dan calon istrinya.


"Papi kangen sama Athaya..." Arya menggendong anaknya dan mencium seluruh wajahnya.


"Thaya..bobo sama Mama hmm..."


"Iya Papi....Taya mau bobo tiap hali sama Mama, boyeh ?" manik mata Athaya nampak berbinar.


"Kalau tiap hari sama Mama, nanti Papi bobonya sama siapa dong ?" Arya memberengut, pura-pura sedih.


"Papi bobo cama Oma aja atau sama onti..." jawab Athaya polos. Arya terkekeh lucu dengar jawaban anaknya. Andina hanya mengulum senyum menyaksikan drama bapak dan anak itu.


"Dirumah Mama ada siapa aja, sayang..." Arya mengecup pipi gembul Athaya.


"Ada aki, nenek, Om Zaki....Taya main bola cama Om Zaki selu....".celoteh Athaya.


"Itu lho Mas, didepan rumah kan ada halaman rumput. Adek main disana..." ujar Andina menimpali. Arya menganggguk, sudah terbayangkan lokasinya.


"Yank, gimana udah pesan kartu undangan ?"


"Rencananya hari...kalau Mas sibuk biar aku sama Safa aja ya perginya sekalian mau hunting souvenir."


"Iya, Yank. Maaf ya gak bisa menemani, pekerjaanku pasti numpuk karena dua hari gak masuk. Athaya titipkan aja ke Oma nya kalau kamu repot," ujar Arya.


"Taya mau ikut Mama ndak mau sama Oma..." protesnya. Rupanya anak itu memperhatikan percakapan dua orang dewasa didekatnya.


"Nggak apa-apa Mas...aku kan bawa stroller gak akan repot kok. Sekalian mau diajak main ke play zone, disana tempat main balita. Biar adek mengenal lingkungan pergaulan anak-anak seusianya."


"Oke sayang, aku manut bae. Ini kartu pegang sama kamu ya, segala keperluan untuk persiapan pernikahan kita, bayar dengan kartu ini. Juga untuk keperluanmu dan Athaya. Pin nya tanggal, bulan, tahun lamarin kita. Jangan pakai uangmu !" Arya memberikan salah satu kartu debit dari deretan kartu yang ada didompetnya.


Andina menerimanya tanpa protes. Semakin hari sedikit demi sedikit, ia mulai mengenal sifat dan kebiasaan Arya. Diantaranya tak boleh menolak kemauannya.


"Papi kerja dulu sayang...Athaya jangan rewel sama Mama...kalau rewel nanti gak boleh bobo lagi sama Mama. Mama bobonya sama Papi...." Arya mengecup kening anaknya, lalu tersenyum melirik Andina yang tengah melengos.


"No no no...Papi, Taya nda lewel...Papi nda boleh bobo cama Mama..." Athaya mengerucutkan bibirnya, merasa marah dengan Papi nya.


Arya terkekeh, ia mengusap rambut anaknya penuh sayang.

__ADS_1


"Papi kerja dulu ya Mama....Assalamualaikum," Arya mengedipkan mata disambung mencolek hidung Andina sebelum berlalu menuju pintu keluar.


"Waalaikumsalam Papi.. fighting." semangat Andina.


Arya mengacungkan jempol ke samping tampak menoleh lagi ke belakang.


*****


Diruangannya, ada Ricky duduk didepan meja Arya sedang memberikan laporan perkembangan pabrik.


"Jadi hasil evaluasi, setelah ada penambahan mesin baru, produksi meningkat pesat." Ricky menutup laporannya.


"Good job," sahut Arya.


Hape diatas meja berdering, Arya melihat ada telepon penting temannya yang Polisi. "Bentar Ky, lo jangan keluar dulu." Arya memberi isyarat tangan untuk tetap duduk. Lalu ia menjawab teleponnya.


"Gimana Bro..."


"Apa ? sudah ketangkap dimana ?"


"Oke Bro...gue hubungi Om Agung dulu."


Arya menutup teleponnya. "Alhamdulillah si Edward udah tertangkap, Ky."


"Baguslah. Tertangkap dimana dia ?" tanya Ricky.


"Di Karangasem,Bali."


"Cepet juga bro terungkapnya,"


"The power of connection and money !" sahut Arya. Ricky mengacungkan dua jempolnya.


****


2 jam kemudian, Kabid Humas Poldasu dan jajarannya melaksanakan Konferensi Pers dihadapan awak media yang sudah menungu. Tersangka dihadirkan dengan memakai baju tahanan dengan wajah tertutup masker.


Diruangannya, Arya ditemani Ricky dan William menonton lewat live streaming.

__ADS_1


".....Kami berhasil menangkap tersangka ditempat persembunyiannya diwilayah Karangasem, Bali. Menurut keterangannya, tersangka E tidak sengaja melakukan pembunuhan tersebut. Saat itu ia bertengkar hebat dengan korban, karena korban terus-terusan mendesak tersangka untuk bertanggungjawab atas kehamilannya dengan meminta menikahinya. Namun, tersangka yang sudah emosi karena korban menampar wajahnya, tersangka langsung balas mencekik leher korban sampai kehabisan nafas. Jadi....."


Arya memilih mematikan tayangan Konferensi Pers itu. "Huft, semuanya sudah jelas. Biar dia diproses secara hukum. Om Agung ditemani keluarganya sedang diperjalanan menuju Medan. Tugas gue membantu sudah selesai." Arya merebahkan punggungnya ke sandaran kursi.


"Bro, perasaan lo gimana dengan kasus Vita ini ?" William angkat bicara.


"Yang gue rasa, sedih iya ada tapi sekadarnya. Selebihnya gue merasa kasihan dengan nasibnya yang tragis."


"Sekarang yang gue pikirkan adalah melangkah maju. Masa depan gue kini bersama Athaya dan Andina," ucap Arya.


"Will, sorry lo jadi keduluan gue..." Arya tersenyum smirk.


"No problem bro, gue udah fix bakalan nikah di Jakarta sebulan setelah lo," sahut William.


"Yang harus dikasihani ini nih...orang disebelah gue belum laku-laku..." Willi mengkode dengan sikutnya.


Arya dan William kompak menertawakan Ricky yang terlihat kesal.


"Awas lo liat aja....tahu-tahu gue tikung dari sebelah kiri." Ricky menoyor kepala William dengan bersungut-sungut.


*****


Thor...kok tragis nasibnya Vita, kan jadi kasian...


Othor menjawab :


Sebelum membuat cerita, othor telah melakukan riset terlebih dulu. Cerita Edward itu ada nyata, dia dan istrinya berkedudukan tinggi, bergelimang harta. Si suami punya simpanan, si istri pun sama. Anak mereka tidak kekurangan materi tapi minim kasih sayang hingga terjerumus memakai narkoba.


Kisah Vita pun nyata, ambisi berakhir ditangan laki-laki selingkuhannya. Hanya memang othor ramu lagi dengan setting yang berbeda.


Dicerita novel ini othor tidak hanya memberi hiburan kepada readers tapi juga memberi pesan, pelajaran, agar bisa diambil hikmahnya.


Othor juga bekerja, tapi InsyaAllah mengerti kodrat. Ini yang harus difahami oleh wanita yang akan dan sudah menikah.


Allah SWT telah menggambarkan dalam peristiwa Isra Miraj bahwa penduduk neraka kebanyakan dari kaum perempuan. Kenapa ? padahal dia Sholat, berpuasa, berzakat, beramal, ternyata dosanya dia tidak taat kepada suami (taat dalam kebaikan). Maka nerakalah tempatnya. Naudzubillah...


Maafkan Mamah Othor berdakwah dikit....😉

__ADS_1


Next, besok minggu ya bye bye...😍


__ADS_2