
Andina PoV
Aku nggak menyangka ternyata Mas Arya pandai juga bernyanyi, pembawaannya begitu tenang juga suaranya enak didengar. Ini kejutan pertama yang aku terima. Lalu saat aku harus ditutup mata, aku terheran. Karena ini tidak ada dalam konsep acara yang aku buat dengan pihak WO.
Aku kembali mendapat kejutan kedua, yang membuatku speechless, karena ungkapan Mas Arya begitu menyentuh hati. Ternyata kehadiranku sangat berharga untuk mereka, Mas Arya dan Athaya. MasyaAllah, aku sangat terharu dengan perhatian dan hadiah yang diberikan. Sama sekali tak terpikirkan olehku.
Saat kami makan di meja VIP yang disediakan, aku membuka pembicaraan. "Hmm...Mas Arya, maaf aku mau tanya. Kenapa memberiku hadiah mobil ?" tanyaku hati-hati, takut tersinggung.
Mas Arya menoleh padaku, "Kan tadi sudah aku bilang kamu sangat berharga untuk kami," jawabnya santai.
"Hmm...maksudku, apa gak berlebihan gitu mas ?"
"Andina....aku kan pernah bilang waktu diruko,.kamu harus beli mobil lagi biar nggak bergantian pakai dengan Ayah. Makanya aku beliin, agar kamu stop pakai motor. Yank, sekarang kamu sudah jadi bagian prioritas aku. Aku ingin bekerja dengan tenang tanpa khawatir terjadi apa-apa kalau kamu masih pakai motor," ujar Mas Arya.
Mas Arya berbisik ke telingaku, "Calon istriku nggak boleh lecet," ujarnya dengan mengedipkan sebelah mata. Sontak aku mendelik sebal, kucubit lengannya dengan gemas. Ia mengaduh mengusap lengannya, sambil terkekeh mentertawakanku.
"Eh ada yang lupa. Aku kembalikan KTP mu, ada didalam kotak tadi. Maaf ya, aku mengambilnya tanpa ijin. Karena aku buat surat kendaraan atas namamu."
"Emang Mas Arya kapan ambil ?" aku mengernyit heran.
"Ya waktu diruko dong, pas dompetmu ada diatas meja." Jawabnya kalem.
Aku hanya menggeleng. Ah benar ya Mas Arya ini, orangnya penuh dengan kejutan.
Author PoV
Ceu Edoh datang menghampiri Andina dan Arya dengan membawa nampan berisi berbagai kudapan. "Neng Andin...ini Eceu bawain makanan biar gak usah keliling-keliling," ujarnya.
__ADS_1
"Wah padahal gak usah repot-repot, Ceu...nanti aku bisa ambil sendiri," sahut Andina.
"Ah gak apa atuh Neng...Oh ya, Eceu pengen dipoto sama si ganteng, boleh ya ?" Cèu Edoh berbicara setengah berbisik.
Andina mengulum senyum mendengar permintaan Ceu Edoh.
"Mas, ada penggemar yang ingin foto bareng nih," Andina memberi kode lirikan mata menunjuk Ceu Edoh yang berdiri didekatnya yang sedang senyam senyum.
Arya hanya mengangguk tanda setuju. "Sini Ceu Edoh hapenya, biar aku yang fotoin," tawar Andina.
Ceu Edoh begitu kegirangan mendengarnya. Ia buru-buru membuka tasnya mengambil bedak ditaplokan lagi ke wajah dan memoleskan lagi lipstik merahnya sampai tebal. Tak lupa menyisir lagi rambut pendek kriwilnya.
Ceu Edoh berfoto dengan berbagai gaya disamping Arya yang hanya duduk diam dikursinya.
"Bentar Neng 1 kali lagi ya...kapan lagi Eceu sedekat ini sama Mas ganteng." ujar Ceu Edoh sambil bergaya ala Cherrybelle dibelakang kepala Arya.
Andina tertawa-tawa melihat ekspresi kesal Arya. "Yank, siapa dia...pusing aku lihatnya," ujat Arya mendengus.
"Dia tetangga sebelahku, yank...emang orangnya seperti itu...tapi dia baik kok." Andina mengulum bibirnya menahan tawa.
"Eits tunggu-tunggu...barusan kamu bilang apa ? Coba ulang...aku takut salah dengar." Arya menatap penuh antusias.
"Ulang yang mana...nggak ah aku males," Andina mengeles, dirinya pun sebenarnya terkejut keceplosan kata.
"Itu tadi...aku dengar kamu bilang 'Yank' benar kan ?"
"Nggak kok, Mas salah dengar. Udah yuk ah kita gabung sama yang lain..." Andina menunjuk ke arah Safa dan ketiga sahabat Arya yang sedang ngumpul.
__ADS_1
Arya akhirnya mengikuti langkah Andina menghampiri mereka yang sedang berkumpul, berbincang penuh canda tawa.
Kalau Athaya, dia sedang asyik bermain menerbangkan balon ditemani Zaki dan sepupunya yang lain.
"Akhirnya...sebentar lagi aku pun punya gandengan," ujar Ricky sambil membusungkan dadanya.
"Oh ya, mana emang gandengannya ?" tanya Arya sambil menyuapkan es krimnya.
"Ck...ini lo ga pada liat ini bidadari disamping gue."
"Mana ????" serempak semuanya.
"Ricky menoleh ke samping dan memang tidak ada siapa-siapa, karena Safa ditarik Andina untuk mengambil makanan lagi.
Semuanya tertawa terbahak melihat Ricky yang melengos, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
*****
Seminggu berlalu setelah acara lamaran. Andina dan Arya kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Dan sudah ditentukan, pernikahan akan digelar dua bulan lagi.
Tapi hari ini, semua orang dikejutkan dengan pemberitaan media.
BREAKING NEWS
Telah terjadi pembunuhan....
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Poinnya lagi dong sayang-sayang othor...😍