
Eh Mas Arya, sudah datang. Katanya mau kesini sore ?"
Arya mendekat dan duduk disofa. "Awalnya iya mau sore, tapi aku gak tahan. Tadi dikantor ada yang tersangkut didada, tapi bukan tersangkut tali layangan" Arya meringis memegang dada kirinya.
"Mas tersangkut apa ?" Andina mulai panik mendekat ke arah Arya.
"Hati ini tersangkut namamu...Andinaku..."
Blush...pipi Andina memerah seperti udang rebus. Ia palingkan wajah ke arah lain, berusaha menutupi rasa gugup karena jantungya berdebar kencang.
"Mas Arya ih...ternyata pinter gombal ya," sahut Andina setelah mampu menenangkan jantungnya.
"Maaf ya...gombalannya receh," sahut Arya terkekeh. "Nggak tahu kenapa aku salalu ingin menggodamu, seneng lihat merah pipimu, gemesss deh pengen nyubit," lanjutnya dengan ekspresi gregetan.
"Eh, Athaya mana kok gak kelihatan ?" tiba-tiba Arya mengalihkan pembicaraan, tampak mengamati sekitar.
"Adek lagi bobo tuh dikamar," jawab Andina. "Mas Arya mau minum apa ?"
"Minta air mineral dingin aja, Din," jawab Arya. Andina melangkah menuju kulkas mengambil 2 botol air mineral dingin lalu duduk kembali di sofa.
Arya membuka botol minuman, meneguknya dengan cepat. Tiba-tiba tenggorokannya terasa kering karena duduk berdua membuat dirinya tegang dan gugup.
"Andina...aku mau bicara hal serius," Arya memperbaiki duduknya menjadi lebih tegak, ada raut serius diwajahnya.
__ADS_1
"Bicara apa, Mas ?" Andina menatap lurus Arya.
"Mungkin terlalu cepat untuk mengutaraknnya, tapi aku seorang laki-laki yang tidak pandai memendam rasa. Aku menyukaimu Andina....ijinkan aku untuk bisa mengenalmu lebih dekat lagi," Arya menatap Andina penuh perasaan, ada binar kesungguhan disorot matanya.
Andina terdiam menudukkan pandangannya. Kedua tangannya menggemggam erat botol minumannya. Sensasi dingin ditangan yang dirasakan dari botol sedikit mengompres hawa panas yang menjalar dibadannya.
"Andina...bolehkah aku hadir mengisi seluruh hatimu ?" pinta Arya masih menatap Andina yang langsung mengangkat wajahnya balik menatap, saat mendengar ungkapannya.
"Mas Arya, aku...." kalimat Andina tertahan.
"Katakan saja Andina Ayu Affandi, gak usah ragu-ragu ataupun takut, aku siap mendengarnya."
"Aku....aku minta maaf...aku ngak bisa Mas....," sahut Andina dengan tersenyum tipis.
"Aku belum selesai bicara, Mas...." lanjut Andina, mengulum senyum menatap wajah Arya yang tersirat raut kekecewaan.
Arya menatap Andina, mengerutkan keningnya tanpa bicara.
"Mas meminta untuk hadir mengisi seluruh hatiku, jelas aku nggak bisa. Karena dibagian hati ini sudah ada nama satu laki-laki yang aku sayangi yaitu Ayah. Aku akan menyediakan tempat tersendiri untukmu direlung hati ini." Andina tersenyum lembut sambil menempelkan tangan kanannya ke dada kiri.
"Jadi kamu menerimaku ?" Arya menatap tajam, nampak tak percaya. Andina hanya mengangguk dan tersenyum menampakkan kedua lesung pipi.
"Alhamdulillah..Makasih Andina. Tak apa, aku tak harus mendapatkan seluruh hatimu. Yang penting namaku mendapat tempat dihatimu," sorot mata Arya berbinar bahagia.
__ADS_1
"Mamaaaa....Mamaaaa..." terdengar suara serak Athaya memanggil. Andina buru-buru berlari ke kamar. "Hei adek sudah bangun ya..." Athaya sudah terduduk dengan kedua tangan mengucek matanya. Andina merapihkan rambut Athaya yang berantakan dengan jarinya. "Taya mau susu, Ma..."
"Iya hayu...Mama bikin dulu susunya, adek duduk dulu sama Papi ya.." Andina keluar kamar sambil menggendong Athaya.
"Wah sayang Papi sudah bangun...sini Papi gendong," Arya menjulurkan kedua tangannya menyambut Andina yang menggendong Athaya.
"Papi...adek mau minum susu, sekarang udah pinter lho minumnya pakai gelas nggak pakai dot lagi," cerita Andina, saat menyerahkan Athaya ke pangkuan Arya.
"Wah, hebat dong....anak siapa dulu ini..." ujar Arya membanggakan dirinya sambil menciumi seluruh wajah anaknya.
"Taya anak Mama......"
Jawaba Athaya membuat Arya melengos. Andina terkekeh geli melihatnya.
"Hmmm baiklah...Taya anak Mama dan Papi..." Arya tersenyum miring mengedipkan mata kanannya. Dan kini Andina yang melengos.
...BERSAMBUNG...
***
Alhamdulillah, Bab 86.Tali Layangan, mendapatkan 84rb readers. Jumlah pembaca tertinggi dari seluruh bab yang sudah di up. Tapi masih miris, yang LIKE cuma 700an readers. Semoga setelah ini para readers lebih bermurah hati.
Author tetap strong untuk kalian yang setia like, vote, and coment. Laff u all 😍
__ADS_1