SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
36. I Love Monday


__ADS_3

" Bismillah...welcome senin saatnya menjemput rejeki," ujar Andina sambil berdiri depan meja riasnya,memandang penampilannya tampak memotivasi diri. "Yah..Bu...Andina berangkat ke ruko dulu ya...Assalamualaikum," Andina menyalami tangan kedua orangtuanya yamg sedang duduk dimeja makan menikmati pisang goreng.


" Hati-hati bawa motornya jangan ngebut...Jangan lupa doa teh.." ucap ayahnya.


"Iya yah..."


Wajah cantiknya semakin bersinar karena aura semangat dan ceria yang ditampilkannya. Andina melajukan motornya membelah jalan menuju ruko tempat usahanya.


"Deuhhh kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih...," ucap Safa yang sedang menyusun pashmina untuk dibungkus.


"Siapa yang jatuh cinta teh Safa...," ucap Diki ikut menimpali. "Tuh bu boss," jawab Safa sambil terkikik.


"Idih...gosip dari mana ituuu...ngarang aja kamu mah," elak Andina sambil melotot ke arah Safa.


"Itu lihat wajahmu berseri-seri gitu...seperti ada bunga bermekaran dimana-mana," ucap Safa sambil terkikik lagi.

__ADS_1


"Eh enak aja...ini mah karena aura positif aja..menyambut hari setelah kemarin libur tuh sesuatu banget. I Love Monday !"


"Wah salah dong tebakanku ternyata...," ujar Safa dengan ekspresi sedih. "Tapi aku yakin...bosku yang cantik ini sebentar lagi akan menemukan cinta hihihi..."


"Aku juga yakin... kamu juga akan segera menemukan pangeran kodoknya hihihi..." balas Andina.


Semua penghuni ruko tampak tertawa bahagia dengan saling bercanda satu sama lain. Tidak ada sekat...semua bersikap seperti keluarga.


********


"Pak...suami saya tidak mengijinkan saya ikut kompetisi GM. Hmmm apa sebaiknya saya mengundurkan diri saja ya pak," Vita mulai membuka percakapan.


"Alasan suami kamu apa Bu Vit ?" Pak Edward tampak terkejut.


"Dia tidak mau saya meninggalkan kota ini, meninggalkan suami dan anak..." keluh Vita sambil menunduk lesu.

__ADS_1


"Ckk...sungguh aneh pemikiran suamimu itu Bu Vit...pemikiran yang kolot. Matanya tidak terbuka melihat perkembangan dunia, wanita jaman sekarang tuh posisi nya tinggi bersaing dengan kaum pria. Hmm maafkan saya, bukan maksud menghina suamimu."


"Kamu tau...istri saya Direktur Utama di Bank swasta, kami punya 1 orang anak usia 16 tahun. Pernikahan kami sudah berjalan 18 tahun...and everthing is ok !" lanjut Pak Edward seolah memberi motivasi.


"Kamu sudah nggak bisa cancel bu Vit...proposal yang saya ajukan ke corporate sudah di aprove." Pak Edward bangkit dari kursinya dan melangkah ke arah kursi yang diduduki Vita. Ia memutar kursi itu dan mengarahkan terhadapnya, kedua tangannya mencengkram sandaran tangan kursi. Pak Edward mencondongkan wajahnya tepat sejajar ke wajah Vita sampai hembusan nafas beraroma mint menerpa wajah Vita. "Kamu jangan khawatir...saya akan mendukungmu terus...dan dipastikan suamimu akan bangga pada akhirnya saat kamu mendapat posisi itu. Trust me ! ujar Pak Edward dengan tatapan tajam dan senyum penuh arti.


Vita terlihat gugup dengan gestur Pak Edward seperti itu. Ini terlalu dekat, ini terlihat intim, batin Vita. Tapi anehnya ia merasa tidak berdaya untuk bangkit menghindar. Kata-kata Pak Edward seperti menghipnotisnya. Ia hanya bisa mengangguk patuh.


**********


"Assalamualaikum..." seorang ibu paruh baya yang menuntun seorang anak kecil mengetuk kaca ruko milik Andina. "Waalaikumsalam...maaf ibu ada yang bisa saya bantu," Reni, karyawan Andina menjawab salam ibu paruh baya itu dengan sopan.


*************


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2