SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
63. Ke Musholla atau Pacaran ?


__ADS_3

Andina dan Arya saling diam saat berjalan bersama menyusuri koridor rumah sakit. Mereka telah selesai makan dan kini akan kembali menuju ruangan Athaya. Arya berjalan dengan memasukkan kedua tangan ke saku celana, Andina melangkah dengan tangan memilin-milin tali tas selempangnya.


"Ehem...selamat siang Papi dan Mama," seseorang dari koridor kiri mendekat dan menyapanya. Tak lain Dokter Rendi, ia tersenyum smirk menatap Arya dan Andina yang langsung menghentikan langkahnya.


"Sepertinya habis jalan-jalan ya," Dokter Rendi menaikkan kedua alisnya, tersenyum usil.


"Cckk apaan sih bro...kita habis makan didepan," Arya mendengus kesal. Andina hanya tersenyum malu.


Arya dan Rendi mengobrol sambil berdiri dipersimpanngan koridor. "Hmm..Pak Arya, Dok, saya duluan ya mau ke musholla dulu," pamit Andina.


"Eh iya Din...saya ngobrol dulu sama dia," ujar Arya menunjuk ke Rendi, yang ditunjuk hanya mengangguk dan tersenyum.


Andina berjalan meninggalkan mereka menuju Musholla untuk melaksanakan Sholat Duhur.


*****


"Din... Andina...," Andina menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Laki-laki itu setengah berlari mendekatinya.


"Kak Dino ?"

__ADS_1


"Kamu kok ada disini Din...sedang apa ?" tanya Dino yang kini sudah berhadapan dengan Andina.


"Kak Dino sendiri ngapain ada disini ?" Andina balik bertanya, heran.


"Aku nanya malah bertanya balik," Dino terkekeh. "Kakak aku habis melahirkan disini, aku baru menengok keponakan yang lucu. Kalau kamu ?"


"Eh...a aku nengok anak dari temanku yang sakit," ujar Andina tergagap.


"Owh... eh Din aku mau ngobrol sebentar boleh ya," tanya Dino penuh harap.


"Hmm baiklah, ngobrolnya dibangku itu saja..." tunjuk Andina ke arah taman. Mereka berjalan menuju taman rumah sakit yang asri dan rindang.


"Din...aku mau minta maaf sekali lagi, waktu itu aku merasa belum minta maaf dengan benar karena situasinya ada orang lain," ujar Dino, sorot matanya terlihat penuh ketulusan.


"Besoknya aku sudah rencana akan minta maaf ke rumahmu, tapi mendadak ada telepon dari kantor untuk tugas ke luar kota. Jadi aku baru 3 hari ini ada di Bandung," lanjutnya lagi, menjelaskan.


"Tidak apa-apa kok kak, saat itu pun aku sudah memaafkan kak Dino. Hmm maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu Kak," jawab Andina,merasa tidak enak.


"Aku tidak akan memaksa lagi Din, tapi ijinkan aku berteman denganmu, jangan lagi menghindariku. Ok ?" Dino mengangkat jari kelingkingnya sambil mengulas senyum.

__ADS_1


"Baiklah...kita berteman," balas Andina sambil tersenyum menautkan jari kelingkingnya.


****


"Assalamualaikum," ucap Andina masuk ke kamar Athaya yang dibalas oleh Mama Rita.


"Mama...napa lama pelginya," Athaya yang berada diranjang ditemani Arya tampak memberenggut, tampak ada sisa tangisan disudut matanya.


"Eh...maaf ya..tadi ke Musholla dulu...anak soleh nda boleh nangis," Andina mengusap-usap pipi gembul Athaya.


"Ehm...ke Musholla atau pacaran ditaman," sindir Arya berbisik ke telinga Andina.


Arya PoV


Aku cukup lama berbincang dengan Rendi hampir 30 menit, membahas banyak hal. Andina tadi sudah pamit duluan untuk ke Musholla. Selesai mengobrol aku lanjut berjalan menuju kamar anakku, tapi saat melewati taman kulihat ada Andina duduk berdua sebangku dibawah pohon rindang. Mereka tampak tersenyum bahagia sambil menautkan jari kelingking. Aku buru-buru memalingkan pandangan, percepat langkah agar segera sampai kamar Athaya.


...BERSAMBUNG...


LIKE DAN VOTE JANGAN LUPA SAY...😍

__ADS_1


__ADS_2