
Malam minggu yang cerah dengan kerlap kerlip bintang mewarnai langit pekat. Sinar bulan purnama yang bulat sempurna menambah keindahan pemandangan malam, mengiringi kebahagian Marisa dan Dokter Rendi yang baru saja resmi bertunangan. Dengan tema outdoor side pool disalah satu hotel bintang 5 di Bandung. Dekorasi bunga-bunga putih, diselingi sedikit daun hijau serta hiasan lampu-lampu cantik memberi kesan romantis dan mewah.
Acara utama sudah selesai digelar. MC memberikan kesempatan kepada para tamu untuk menikmati hidangan yang tersaji. Alunan musik romantis menemani jamuan makan malam semua undangan yang hadir. Beragam menu yang menggugah selera tersaji dideretan stand makanan dan minuman yang dihias buket-buket bunga setiap mejanya.
Orang tua dan adik perempuan Dokter Rendi yang tinggal di Turki, sengaja meluangkan waktu datang ke Indonesia untuk turut menyaksikan momen hari bahagianya. Keluarga Rendi lainnya juga datang dari Jakarta.
Kini, mereka saling bercengkrama hangat dengan Mama Rita dan Papa Roby. Pak Haris, ayahnya Rendi adalah teman sekelasnya Pak Roby waktu SMA.
Tidak hanya dua keluarga besar dan teman dekat saja yang diundang. Pak Haris juga mengundang teman-teman dekatnya semasa SMA. Jadi acara lamaran ini sekaligus acara nostalgia dan reuni. Karena mereka sangat jarang bertemu mengingat pekerjaan Pak Haris dikedutaan menjadikannya sering berpindah negara.
"Arya, acara nikahnya kapan ?" Pak Haris melontarkan pertanyaan kepada Arya, mereka sedang duduk satu meja bersama Marisa dan Rendi.
"InsyaAllah seminggu lagi, Om dan Tante hadir ya !" pinta Arya.
"Waduh sepertinya Om dan Tante gak bisa, Ar. Lusa sudah berangkat lagi ke Turki. Nanti saja Om kasih kado. Mudah-mudahan pernikahan sekarang langgeng ya." Pak Haris menepuk-nepuk bahu Arya.
"Aamiin. Om, maaf Arya tinggal dulu...mau ke calon istri.." Arya menunjuk dengan ekor matanya ke meja Andina. Arya pun menepuk bahu Rendi, isyarat minta ijin. Rendi menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh ya ya....silahkan." Sahut Pak Haris.
"Yank, Athaya mana ?" Arya duduk dikursi samping Andina yang sedang makan. Disana duduk satu meja melingkar, ada Ricky dan juga Safa, sama-sama menikmati jamuan makan.
"Adek sama Ibu dan Ayah, tuh..." Andina menunjuk ke meja paling ujung dekat taman.
Tampak juga William dan Celine sedang berdiri di stand makanan.
"Kalau disini adek ngajak mainnya ke kolam renang terus, jadi takut lengah..." lanjut Andina.
Andina menyendokkan lagi makanan dalam piringnya, saat sudah diangkatnya mendekati mulut, Arya meraih tangan Andina membelokkan sendok itu masuk ke mulutnya.
"Nggak usah yank, punyamu saja...lebih enak. Suapin dong, Yank," Arya tersenyum menatap manja.
"Woy....sabar woy...cuma seminggu lagi, lo bebas ngapa-ngapain," hardik Ricky yang duduk didepannya. Safa hanya mengulum senyum, menahan tawa.
"Ck, emangnya gue ngapain...cuma minta makan dari tangannya doang," Arya mendelik ke arah Ricky.
__ADS_1
"Ayo, Yank...aku lapar," Arya menyampingkan badannya menghadap Andina. Andina dengan menahan malu didepan Ricky dan Safa menuruti keinginan Arya, menyuapi makan.
"Astaga ! lo gak malu apa, didepan kita manja-manjaan," ujar Ricky menggelengkan kepala.
"Ya kalau lo pengen ikutan juga, minta sama Safa," sahut Arya cuek, pandangannya masih menghadap Andina dengan satu tangan bertumpu segitiga pada meja menahan satu sisi kepalanya.
"Fa, mau gak suapin aku ?" tanya Ricky melirik Safa disampingnya, tersenyum smirk.
"Oh, dengan senang hati, Kak. Nih, sekalian sama piringnya, A....." jawab Safa sambil mengangkat piringnya ke depan mulut Ricky.
Ricky hanya mendengus, ditimpali Arya yang tertawa puas. Andina hanya terkekeh melihat aksi konyol didepannya itu.
****
Hadeuh Arya....sabarrr bentar lagi buka segel ☺
Next...... Siraman, Akad, Resepsi.
__ADS_1
Tapi kasih poin dulu dong Say... sebagai kado buat mereka.