SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
80. Karma kah ini ?


__ADS_3

Disudut sebuah Cafe dikota Medan, seorang wanita duduk termenung seorang diri, mengaduk minumannya tanpa semangat. Ia masih memakai pakaian kerja, tidak ada gairah dalam wajahnya yang tampak hanya kelesuan.


"Maaf...lama nunggu ya ?" seorang pria yang tak lain adalah Niko, datang menghampiri dan duduk berhadapan.


"Lumayan, 15 menit," jawab Vita singkat.


"Mau bicara apa, sweetie. Serius sekali sepertinya," tanya Niko tersenyum ceria, setelah dia memesan capucino ke pelayan.


Vita tampak tertunduk diam cukup lama, sambil menarik nafas berat ia berkata. "Aku hamil, Ko."


Niko terhenyak, senyum dibibirnya perlahan memudar, ia menatap tajam ke arah Vita. "Kamu bercanda kan Vit, sengaja beralasan untuk menolak aku ?"


Vita menggelengkan kepalanya. "Aku serius, Ko...a aku menyesal," Vita mulai terisak, tak bisa membendung air matanya.


"Shit." Niko menggebrak meja, sampai minuman diatas meja memuncrat. Tampak orang-orang dimeja lain menoleh ke mejanya.

__ADS_1


Vita ikut terkejut melihat reaksi Niko.


Keduanya diam sesaat, karena pelayan datang mengantarkan minuman untuk Niko.


"Vit, aku gak nyangka kamu berhubungan sejauh itu dengan si brengsek, aku kira kamu tahu batasan diri, kenapa kamu jadi murahan" ujar Niko tampak gusar, ada raut kecewa diwajahnya.


"Kamu bilang akan menerimaku apa adanya," Vita membela diri. "Ya, aku siap menerimu apa adanya dalam arti statusmu yang janda, menerima ambisimu dalam karir. Bukan menerima seperti ini," jelas Niko.


"Apakah si brengsek itu sudah tahu ?" tanya Niko.


Vita menggelengkan kepalanya. "Dia sedang di luar negeri."


"Tapi sekarang harapanku hancur lebur, aku mundur Vit..." Niko bangkit dari duduknya, menatap dengan manik yang sulit diartikan. "Vita, maaf aku harus pergi. Semoga kamu mendapat jalan terbaik untuk masalahmu ini."


Niko berjalan tergesa meninggalkan cafe, bahkan minumannya pun belum disentuh sama sekali. Sorot matanya mensiratkan kemarahan, kekecewaan, kesedihan. Ia masuk ke mobil dengan membanting pintu, meninggalkan area parkir, melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membelah jalanan lengang diremang malam.

__ADS_1


"Niko..." Vita tercekat, melihat Niko yang melangkah meninggalkannya. Ia menangis terisak, dadanya terasa sesak. Satu-satunya orang yang dekat dengannya kini pergi dari hidupnya.


Cukup lama Vita duduk, untuk menenangkan diri dulu. Ia kini seorang diri, orangtuanya sudah tidak mempedulikannya, sahabat baiknya pun pergi meninggalkannya. Tak ada lagi Vita yang aktif, dinamis, perfeksionis. Yang ada kini hanyalah sosok yang rapuh, lemah.


****


Vita memasuki apartemennya dengan lunglai. Ia duduk terkulai disofa memegang perutnya. Saat ini dirinya sangat menginginkan rujak asinan.


Ia terkenang dulu, saat hamil Athaya, Arya selalu siaga menuruti keinginan ngidamnya, memanjakannya. Tanpa mengeluh walau lelah, ia mau keluar meski tengah malam mencari makanan yang diinginkannya .


"Athaya....apa kabarmu, nak...." lirih Vita. Air matanya kembali mengalir.


******


Kisah Niko, aku akhiri di bab ini karena nanti akan ada sekuelnya. Insyaallah akan ada novel kedua yang menceritakan tentang Niko pria patah hati. Rilisnya kapan ? Nanti ya selesai novel ini. Story Arya masih panjang. Aku mau fokus satu-satu dulu biar tidak merusak feel nya.

__ADS_1


Ayoooo bantu naikkan ranking SANG PENGASUH ya say.


VOTE VOTE VOTE 😍


__ADS_2