SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
20. Kedatangan Tamu


__ADS_3

Vita terbangun saat tubuhnya terasa berat dan nafasnya sesak, merasa ada beban yang menekan dada dan bawah perutnya. Matanya mengerjap, ternyata Arya sedang memeluknya masih dalam keadaan terpejam. Ia pun tersenyum bahagia, semarah apapun suaminya pasti akan cepat melembut dan segera meminta jatah tentunya.


"Sayang bangun udah subuh...mau ke masjid nggak.." Vita mengelus pipi suaminya dengan lembut.


"Bentar 5 menit lagi..." jawab Arya dengan suara serak khas bangun tidur sambil mengeratkan pelukannya.


Vita membiarkan Arya melakukan keinginannya. Ia usap-usap lengan suaminya penuh sayang.


"Udah 5 menit sayang...tuh dengar nggak suara adzan...ayo bangun"


Arya menggeliat malas tapi segera ia beranjak turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Terdengar gemericik air dari kamar mandi, tak lama ia keluar dengan handuk melilit pinggangnya. Tubuh dengan perut rata dan lengan berotot tampak terlihat segar.


Dengan tergesa-gesa Arya memakai baju koko dan sarung yang sudah istrinya sediakan.


Arya melewati istrinya sambil berbisik "pulang dari masjid servis aku..." Arya berlalu sambil mengedipkan matanya genit. Vita pun tersenyum penuh arti.


Vita telah selesai melaksanakan sholat. Ia menghampiri box dimana anaknya masih tertidur lelap. Setelah puas menciumi wajahnya, perlahan-lahan dipangkunya agar tidak terbangun untuk dipindahkan ke kamar sebelah. Kamar yang sudah disiapkan untuk buah hatinya itu.


"Maaf ya sayang..mami pindahin dulu bobonya...mami mau kelonin dulu papi yang lagi ngambek"


***


Vita turun ke bawah menuju dapur untuk mengambil minum. Diteguknya segelas air putih hangat lalu menuangkan 1 gelas lagi untuk ia bawa ke atas, untuk suaminya. Saat menuju tangga terlihat suaminya pun baru pulang dari masjid. Arya memeluk bahu istrinya berjalan bareng menuju kamar mereka.


"Athaya kemana sayang...kok nggak ada dibox ?" tanya Arya.


"Aku pindahin ke kamarnya...takut kebangun pas kita lagi main" ucap Vita sambil terkekeh.


Vita mendekati Arya dan membantu membuka baju dan sarung yang dikenakannya. Arya mematung pasrah, menikmati setiap sentuhan yang istrinya buat. Tubuhnya dengan cepat bereaksi meminta lebih...ia tuntun istrinya ke arah ranjang...ia merebahkan diri...selanjutnya biar sang istri yang bekerja.


Burung-burung pipit yang beterbangan diatap rumah seolah sedang bernyanyi riang, menjadi saksi dua insan halal mereguk manisnya surga dunia. Kenikmatan yang menjadi candu yang mampu memberi ketenangan hati dan pikiran keduanya.


***


Vita pun bergegas keluar kamar menuju kamar anaknya.


"Eh anak mami udah bangun hmmm..." Vita mengusap anaknya yang duduk dikasur sambil menangis.


"pipih ana....mo ma pipihhh hwuaaaa..."


(papih mana...mau sama papih)


"cup cup sayang...sama mami dulu ya..papi nya lagi mandi"


"ke bawah yuk...mami bikinkan susu buat Atha" Vita lalu membawa Athaya ke bawah menuju meja makan.


"Bi...nitip Athaya dulu...kalau susunya sudah habis tolong mandikan ya...saya mau siap-siap ke kantor"


"Baik neng..." jawab bi Idah.

__ADS_1


***


Dikamar


"Mas...Atha mau dititipin ke siapa?" tanya Vita.


"Maunya sih kamu yang jaga..." jawab Arya.


"Mulai deh mas..."


" Mau aku bawa ke kantor aja...mama sama papa masih di Lembang ". Arya menyentuh bahi istrinya "Sayang...aku harap kamu segera resign...aku ingin seperti dulu...saat ku pulang...kamu menyambutku dirumah" Arya berkata lembut dengan pandangan matanya yang dalam.


Vita hanya terpaku diam. Nggak mungkin bisa sama mas...dengan posisiku yang baru ini mungkin kedepannya aku akan sering ke luar kota bahkan ke luar negeri untuk visit hotel. Batin Vita


*******


Bersambung


Kantor PT. Galaxy Bangun Syahputra


Tok tak tok tak


Suara derap sepatu terdengar nyaring menyusuri lorong dilantai 5. Ia menuju meja sekretaris bernama Meta.


"Hai Met...apa Arya ada didalam ?"


Meta mendongakkan wajahnya yang sedari tadi fokus memandangi laptopnya.


"Eh Pak Rendi...pak Arya ada didalam...sebentar saya kasih tahu dulu ya " Meta segera meraih telepon diatas mejanya untuk memberi kabar kepada boss nya.


"Pak Rendi dipersilahkan masuk..."


"Thank you Met.."


Rendi melangkah ke arah pintu ruangan Arya. Ceklek, pintu ia buka...dilihatnya anak kecil sedang berlari kesana-kemari.


"Bro...kapan lo datang ? kok nggak ngabari...kan gue bisa jemput ke bandara" Arya menghampiri Rendi sambil berpelukan ala laki.


"Cih...kayak anak manja aja mesti dijemput...ogah gue" Rendi mencebik sebal.


Arya tergelak...sudah bisa membayangkan sifat sobatnya yang satu ini.


"Sayang...sini salim dulu sama Om Rendi.." Arya memanggil Athaya yang terus saja berlari-lari.


"Hai boy...udah gede kamu ya..." Rendi memangku Athaya dan mengangkat ke atas memutar mutarnya diatas kepala. Sampai Athaya tergelak senang.


" Lo sering bawa anak ke kantor Ar ?"


"Ya lumayan sering, kalau oma opa nya ada dirumah ya gue titipin ke mereka"


"Lo nggak niat pakai babby sitter ?"

__ADS_1


"Ogah...gue takut bro...apalagi sering dengar banyak kasus penganiayaan...ngeri gue"


"Sorry ya bro...gue cuma mengingatkan sebagai dokter spesialis anak jangan liat gue sebagai temen lo. Anak jika dibawa kerja sekali-kali itu bagus buat kecerdasannya, dia akan mengenal aktivitas dan tempat kerja orang tuanya, anak bisa tahu ada lift, ada tante ini, ada om ini, ada banyak orang bekerja. Ada pengetahuan baru yang didapatkan artinya ada impuls otak yang tersambung sehingga bisa membuat anak cerdas karena stimulasi. Namun apabila terlalu sering diajak ke kantor itu sangat tidak baik untuk tumbuh kembang dia. Apakah anak dapat tempat dan istirahat yang cukup, apakah ada teman-teman sebaya untuk bermain, apakah ada fasilitas-fasilitas penunjang tumbuh kembang dia..." ucap Rendi memberi penjelasan.


"Nilai positifnya adalah anak akan semakin dekat dengan orangtua yang membawanya dan anak semakin kuat karena sering dibawa kemana-mana."


"Lo harus pertimbangkan sisi negatifnya juga bro...lo bicarakan deh dengan Vita.." lanjut Rendi sambil menepuk bahu Arya memberi dukungan.


"Thank you bro...lo udah ngingetin gue...sungguh gue nggak kepikirian sampe kesana "


***


Ricky menyelonong masuk sambil membawa berkas.


"Woyyy...dokter Rendi...what's up bro..." Ricky melakukan tos ke arah Rendi.


"Baik bro..." jawab Rendi.


Tak berselang lama muncul William dengan membawa berkas juga.


"Eh tunggu-tunggu...kenapa ngumpul nggak ajak-ajak gue.. " semprot William tiba-tiba.


William mendekati Rendi...mereka berpelukan ala laki.


"Mumpung udah ngumpul...kita minta Rendi traktir makan siang karena udah lulus spesialis anak" ucap Arya.


"No problem bro...mau makan dimana ?" tanya Rendi.


"Di food court bawah aja...biar nggak jauh karena gue bawa anak" jawab Arya.


" Deal...yuk turun sekarang " ajak Rendi.


"Berkasnya taruh dimeja aja bro...nanti gue pelajari abis makan " ucap Arya.


"Ok" jawab Ricky dan William serempak.


***


Food Court Galaxy


"Gue seneng banget akhirnya kita bisa ngumpul lengkap lagi..." ucap William.


"Tuh si Rendi betah banget ngeram di Inggris...lama-lama kecantol bule sono.." sahut Ricky.


"Big no...selera gue tetap lokal" bantah Rendi.


" Mulai sekarang kita bisa ngumpul lengkap lagi...gue kerja di RSIA dan lagi nunggu ijin keluar buat buka praktek sendiri " lanjut Rendi.


Arya hanya mendengarkan saja karena ia sibuk mensuapi Athaya yang duduk di baby chair.


******

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2