
Satu jam berlalu, Mama dengan sabar tanpa bosan duduk manis menjadi kuncen diruang perawatan Athaya. Mama tampak asyik memainkan hp dan senyam senyum sendiri terkadang cekikikan tertahan. Rupanya Mama sedang berbalas chat dengan Papa dan Marisa. Tak lain yang dibahas soal mereka yang berada di sofa.
Mama terus meng update kabar kepada suami dan anak bungsunya itu. Posisi sekarang, yang satu tidur miring kanan tanpa bergerak seperti orang pingsan. Yang satu lagi tidur duduk dengan kepala terkulai, sekarang tangan kirinya terkulai ke samping dan terhimpit pipi kanan Arya yang tidur miring.
Mama yang duduk dikursi tunggal depan mereka, mengabadikan pemandangan itu dengan kamera hp dan mengirimkan lagi ke Papa dan Marisa.
"Ya ampun Mama gak tahan...lebih lawak daripada nonton film Warkop 😂 " Caption nya Mama.
Mata Arya mengerjap mulai berusaha membuka matanya. Ia merasakan ada yang mengganjal dibawah pipinya, lembut dan hangat. Beberapa saat tidak bergerak, seperti sedang mengumpulkan nyawa yang masih berserakan, akhirnya matanya terbuka sempurna.
Ia terlonjak duduk kerena melihat sebuah tangan, ternyata tangan Andina yang tadi menempel dipipinya itu.
Arya menatap heran, dahinya mengkerut melihat Andina dan anaknya tidur duduk saling memeluk. Ia menoleh ke depan, ada Mama sedang duduk dengan tangan bersidekap didada sambil senyam senyum.
__ADS_1
"Ma..." Arya mengerutkan kedua alis menatap Mama seolah minta penjelasan.
"Ssstt..." Mama menempelkan telunjuk ke bibir. " Biarkan mereka...kamu mandi sana...." ujar Mama setengah berbisik.
Arya hanya mengangguk, punggungnya ditegakkan sambil merentangkan tangan untuk mengusir rasa pegal diseluruh badannya karena tidur di sofa. Dengan masih menguap sisa-sisa kantuknya, ia menurunkan selimut yang masih menempel dibadan. Batinnya bertanya heran, "perasaan tadi tidur gak pakai selimut..."
****
Suara gemericik air dan aroma sabun yang menguar dari kamar mandi membangunkan Andina dari lelap tidurnya. "Astagfirullah...aku ketiduran," gumamnya terkaget. Gerakan Andina yang berusaha menegakkan punggungnya membangunkan Athaya yang ada dipangkuannya.
"Sudah bangun...," Mama tersenyum, duduk mendekat ke samping mereka. "Duduh...cucu Oma nemplok terus nih," Mama menggoda cucunya itu sambil mencoel pipinya.
Andina meregangkan kakinya ke depan sambil meringis merasakan kebas dikedua pahanya. "Maaf Bu Rita...saya ketiduran hehe, semalam tidurnya larut keasyikan ngobrol sama Ibu jadi ngantuk deh sekarang," ujar Andina tersenyum malu.
__ADS_1
"Nggak apa-apa..kalian semua anteng tidur, Ibu jadi satpam," ujar Mama Rita terkekeh. "Athaya sini sama Oma dulu ya, kasihan tuh Mama kakinya pegal..." Athaya mendongakkan wajah melihat ke wajah Mama Andin seperti minta persetujuan. Andina mengangguk, lalu Mama Rita meraih Athaya dari pangkuan Andina.
"Alhamdulillah sepertinya panasnya sudah turun nih," ujar Mama sambil menempelkan telapak tangan ke dahi Athaya yang mendapat anggukan dari Andina.
Ceklek, Arya membuka pintu kamar mandi. Wajahnya tampak segar dengan rambut setengah basah. Ia memakai kaos hitam dan celana jeans biru selutut, sungguh terlihat tampan....
"Hei...jagoan Papi sudah bangun.." teriak Arya dari depan pintu kamar mandi sambil menguar rambut dengan jari tangannya.
Andina menoleh ke arah suara itu. Deg ! "Ya Tuhan...apakah aku sakit jantung..."spontan tangan Andina memegang dada kirinya.
*******
Jangan bosan yach.....kalau settingnya masih di seputaran rumah sakit. Karena pendekatan itu butuh proses dan harus natural, akan aneh bin gak wajar jika Arya langsung jatuh cinta. Biarkan cinta datang karena biasa, uhuy.... Laf u all 😍
__ADS_1
LIKE and VOTE jangan lupa yach !