
5 Bulan Kemudian
Meja makan sudah penuh dengan sajian makanan. Ada nasi putih dan nasi kuning, berbagai macam lauk, puding juga cake dan buah-buahan. Mama Rita menyusun semuanya dengan pancaran wajah bahagia. Ya, hari ini Athaya cucu nya genap berusia 2 tahun.
Suara mesin mobil memasuki halaman terdengar sampai ke dalam. Tidak lama kemudian muncul 2 pria tampan memasuki rumah yang sudah terbuka pintunya.
"Assalamualaikum.." suara serempak dari kedua pria itu.
"Waalaikumsalam...," Mama Rita menyongsong kedatangan kedua pria itu dengan tersenyum lebar. "Wah anak-anak mama kenapa makin ganteng sih....tapi sayang jomblo," Mama Rita terkekeh lalu memeluk satu persatu mereka. Kedua pria itu adalah Ricky dan Rendi.
"Ya ampun mama...kita udah diangkat ke awan tapi kemudian dijatuhkan...sakitnya tuh disini..." Ricky bertingkah lebay dengan memegang dada kirinya penuh sedih. Mereka lalu tertawa bersama...
"Wah wah wah...ketawa nggak ajak-ajak nih..." Papa Robby yang sedang menuruni tangga berseru ke arah mereka.
"Papa...apa kabar..." Rendi dan Ricky bergantian saling memeluk Papa Robby. "Alhamdulillah...papa sehat, kalian bagaimana ?". "Kami juga baik pa..," jawab Rendi mewakili.
__ADS_1
"Dih...ke papa ditanya kabar...kalau mama nggak," Mama Rita memasang muka cemberut dengan tangan bersidekap depan dada.
"Mamaku yang cantik ini mah tidak perlu ditanya...dari arah pintu tadi aku lihat ada bidadari...ternyata setelah didekat owh ternyata ini mama," sahut Ricky. "Kamu memang paling bisa bikin mama baper." Mama Rita menghadiahkan toyoran ke kepala Ricky. Kembali semua tertawa bahagia.
Ya udah kita duduk yuk. Papa mengajak semuanya duduk dikarpet yang sudah tergelar diruang keluarga. Arya, Athaya, dan Marisa muncul dari arah tangga melangkah bergabung.
"Hai bro...udah lama ?" Arya mendekati Ricky dan Rendi, melakukan tos tangan. "Baru datang kok," ujar Rendi.
"Hai keponakan Om...happy birthday boy," Ricky memeluk Athaya dan mencium pipi gembulnya dengan gemas. "Ini kado dari Om..." Ricky menyerahkan paper bag ke tangab Athaya.
"Eits..jangan lupa bilang apa," Arya mengingatkan anaknya. "Maacih Om...," ujar Athaya dengan cadelnya. Rendi langsung mencubit pipinya gemas.
"Assalamualaikum..." serempak semuanya menoleh ke arah pintu dan membalas salamnya. Andina dan Sifa berdiri disana dengan bibir tersenyum.
"Kaka Anin...." Athaya berlari gembira menuju kearah Andina. Andina menurunkan badannya dengan menekuk kedua lutut ke lantai. Ia membentangkan tangannya menyambut Athaya. "Yaumil Milad dek Atha....semoga jadi anak soleh, sayang sama papi, sayang sama oma opa..." Andina memeluk Athaya dan mengusap-usap rambutnya dengan penuh sayang.
__ADS_1
"Met ulang tahun dek Atha...ini kado dari onty Safa," Safa memberikan kadonya, ia mencubit gemas pipi Athaya.
"Ayo Andina, Safa...gabung sini," Mama Rita melambaikan tangannya. Andina dan Sifa menuju ke Mama Rita, mencium tangannya yamg dibalas pelukan hangat Mama Rita.
"Ehmm...anak lo udah lengket tuh sama si Andin...cocok kalau jadi maminya," Ricky berbisik ke telinga Arya yang langsung dibalas dengan pelototan.
"Hai Andina ya...aku Marisa adiknya kak Arya."
"Hai juga Marisa...kenalin ini Safa sahabat aku."
Marisa memeluk Andina dan Safa bergantian. Suasana tampak hangat penuh kekeluargaan.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1