SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
127.Tentang Ricky


__ADS_3

Disebuah apartemen, seorang pemuda duduk bersila diatas sajadah. Wajahnya tampak teduh dan tenang memakai setelan koko putih dan sarung ditambah kopeah hitam di kepalanya. Dia mulai membaca ta'udz dan basmalah.


Tabaarokal ladzii biyadihil mulku wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir.


Alladzii kholaqol mauta walhayaata liyabluwa-kum ayyukum ahsanu 'amalaa wahuwal 'aziizul ghofuur


Dengan khusyu dan irama yang bagus serta makhraj yang baik, ayat demi ayat mengalun indah. Sungguh menenangkan, menyentuh kalbu, andaikan ada orang yang mendengarnya.


Qul aro-aitum in ashbaha maa-ukum ghouron famay ya'tiikum bimaa-im ma-'iin


Shodaqollohul 'adziim


Dia menutup Al-Quran dan menciumnya. Lalu berucap shawat nabi kemudian mengangkat kedua tanganya, berdo'a.


Ya Allah Ya Rahman Ya Rohiim Ya Ghoffar


Sampaikanlah pahala bacaan Al Quran ku ini untuk kedua orangtuaku. Jadikanlah amal jariyah untuknya, lapangkan dan terangilah alam kuburnya. Jadikanlah alam barzahnya seperti taman diantara taman-taman surga.


Allohummagfirlahuum warhamhuum wa 'aafihim wa'fuanhum.


Kedua tangannya diusapkan ke wajah selesai berucap amin dan membaca surat Al fatihah.


Dia langsung melipat sajadah dan mengganti pakaiannya. Dia selesai melaksanakan sholat hajat dan membaca surat Al Mulk, kebiasaan yang dilakukannya saat senggang, sebelum tidur.


Jam menunjukkan pukul 10 malam. Sendiri di apartemen tidak membuat dirinya kesepian. Batinnya selalu damai karena keyakinannya yang kuat, bahwa ada Allah yang selalu menjaga dan menemaninya. Disiplin waktu diterapkannya, agar mobilitas dirinya selalu fit dalam bekerja seharian. Saatnya terlelap mengistirahatkan raga....

__ADS_1


Dia adalah Ricky Al Farizi, pemuda lajang usia 28 tahun, anggota gengster gesrek yang paling gesrek diantara 3 orang lainnya. Seorang yatim piatu, tetapi takdir hidup sebagai anak tunggal yang ditinggalkan orangtuanya tak membuat dirinya terpuruk. Keceriaan, kekonyolannya tidaklah imitasi untuk menutupi kehampaan hidup. Karena memang hidupnya tidak merasa hampa. Berada ditengah keluarga Arya dan suport sahabatnya membuat dirinya selalu bersyukur, merasa masih punya keluarga.


***


Ricky mematut dirinya didepan cermin, memastikan penampilannya sudah rapih. "Semangat pagi Ricky yang ganteng. I like monday, yeah !" ucapnya sambil memandang pantulan dirinya di cermin. Dia memotivasi diri sebelum berangkat ke kantor. Tanggung jawabnya semakin besar setelah menjadi asisten Arya.


Segelas teh hijau dan setangkup sandwich menjadi menu sarapan paginya. Dia melirik jam ditangannya. Okay, Let's go....penuh semangat dia meninggalkan apartemen dengan menenteng tas kerja. Disapanya setiap orang yang berpapasan denganya dengan menebar senyum. Sikapnya yang friendly membuat dirinya dikenal banyak penghuni apartemen juga para security.


Dia menuju basement mengambil mobilnya. Dengan sigap dua orang security berebut membantu jalannya keluar. "Hei jangan rebutan gitu...kayak anak kecil aja !" Ricky berseru dari dalam mobilnya. Dia mengeluarkan selembar uang berwarna merah dari dompetnya. "Nih, bagi dua buat sarapan !" seru Ricky sebelum mobil belok kiri meninggalkan apartemen. Security yang menerima langsung menempelkan uang itu ke keningnya. "Makasih Pak Ricky," teriaknya dengan girang, berseru ke arah mobil yang sudah melaju.


***


Mobil Ricky tiba beriringan dengan mobil Arya di basement Galaxy Dept Store pusat. Mobil mereka parkir berdampingan.


"Pagi Meta....semangat hari senin !" ujar Ricky saat melewati meja sekretaris Meta, tangannya dikepalkan. "Selamat Pagi Pak Arya, Pak Ricky," Meta berdiri dengan senyum tersungging. Arya hanya menganggukkan wajahnya, berjalan lebih dulu masuk ke ruangannya.


"Pak Ricky, ini proposal dari departement operasional soal pengajuan penambahan mobil armada." Meta menyerahkan proposal itu ke Ricky.


"Thanks Meta." Ricky menyusul masuk ruangan Arya.


"Bro, ini proposal baru yang menunggu persetujuan," Ricky menyerahkan berkas ke atas meja. Dia duduk membuka tablet nya melihat jadwal hari ini yang dikirim Meta lewat email.


Arya mengamati lembar demi lembar berkas itu. "Gue gak bisa acc sekarang, harus nunggu dulu Willi masuk. Gue butuh pendapatnya melihat dana yang dibutuhkan cukup besar," ujar Arya sambil menutup berkas.


"Gue setuju bro. Gue juga akan suruh orang untuk investigasi. Apa benar banyak armada sudah gak laik jalan..." sahut Ricky.

__ADS_1


"Cerdas. Itu sudah jadi bagian keahlianmu. Intelpol Ricky." Arya mengacungkan jempolnya.


"Bro, jam 11 ada jadwal meeting dengan perwakilan PT. HD Food tbk, mereka mau mengajukan kontrak kerjasama. Dilanjutkan dengan makan siang bersama."


"Yaaahhh tadinya gue pengen makan siang bareng Andina. Untung aja belum ngabarin..." sahut Arya.


"Sama bini bisa besok-besok lagi. Ini peluang langka bro, kalau deal mereka akan mengontrak stand di seluruh cabang Galaxy."


"Okay." sahut Arya singkat. "Bu the way, lo jadi kan nanti malam ke rumah Safa ?"


"InsyaAllah bro, tadi udah ngabarin Safa. Kok gue jadi gugup ya, pertama kalinya mau ke rumah cewek. Gue harus bawa apa bro ?" Ricky menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ck, seorang Ricky bisa gugup juga....kamu bawa parcel buah aja, minta tolong Meta aja pilihin dibawah. Jangan bawa martabak, terlalu pasaran," Arya tertawa pelan.


"Kalau lo udah mantap memilih Safa, segerakan lamar bro. Nikah dengan pilihan yang tepat itu membuat hidup lebih bermakna dan bersemangat. Kamu akan selalu menjadikan rumah sebagai tujuan pulang. Beda dengan bujangan, selalu parkir ke banyak tempat, ke rumah hanya untuk tidur doang." lanjut Arya mengingatkan.


"Oke bro...gue akan pendekatan dulu dengan keluarganya. Nanti lanjut istikharah untuk memantapkan," sahut Ricky semangat.


...Don't judge a book by it's cover...


...Jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya semata. Karena boleh jadi apa yang kita lihat tidak seperti apa yang sesungguhnya ada padanya. Hendra si penampilan preman dan Ricky yang gesrek adalah contohnya. Tak sedikit kita melihat orang berpenampilan alim padahal dirinya penjahat yang berlindung dibalik casing....


...(by Author)...


*******

__ADS_1


__ADS_2