SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
130. Kejutan


__ADS_3

"Mamaaaa napa nangis hwuaaaa....." Athaya berusaha membuka tangan Mama Andin karena menangis menutupi wajah.


Isi surat dari Polisi itu.....


...*Dear, Istri**ku*...


Barokalloh fii umrik, sayang. Semoga dengan bertambah usia menjadi 23, bertambah pula ketaatan dan keimanan kepada Allah dan Rosul Nya. Bertambah cinta dan sayang untuk aku dan Athaya. Semoga Allah segera karuniakan anak-anak yang lahir dari rahimmu, istri solehaku.


Semoga panjang umur dan sehat selalu, sayang....


I love you more and more....


Arya


Suara tepukan tangan dan nyanyian dari orang-orang membuat Andina mendongakkan wajahnya yang masih berurai air mata haru.


Panjang umurnya, panjang umurnya


Panjang umurnya serta mulia


Serta mulia.....serta mulia


Terlihat orang-orang bermunculan entah darimana. Karena tadi Andina terduduk menutupkan matanya. Ada Arya, Mama, Papa, Marisa, Ayah, Ibu, Zaki, serta Bi Idah dan Pak Asep. Semuanya tertawa melihat Andina yang masih syok.


Arya sudah berganti pakain dengan setelan casual bukan baju koko saat ke masjid. Dia mendekati Andina dan meraihnya ke pelukan. Athaya ikut digendongnya....

__ADS_1


"Hei sayang....kok nangis..." Arya terkekeh saat Andina membenamkan wajah ke dadanya dengan terisak.


"Masss......" lirih Andina manja, tak kuasa berkata, dirinya masih dilingkupi rasa campur aduk, terkejut, haru, bahagia.....


"Istriku, Mama Athaya....selamat ulang tahun, sayang...." Arya mengecup kening Andina lama, penuh perasaan.


"Kakak Athaya...cium Mama dulu dong...Mama ulang tahun..." ujar Arya menyuruh Athaya yang sudah reda nangisnya. "Mulai sekarang Athaya kita panggil kakak ya Ma....kan nanti akan punya adek," lanjut Arya.


Andina mengusap kedua pipinya yang basah, dirinya kini sudah mulai tenang, meski hidungnya agak bindeng bekas menangis. "Sini kakak....peluk Mama...." Andina meraih Athaya dari tangan suaminya dan menciumi seluruh wajahnya. Athaya masih terlihat bingung dengan situasi yang ada tapi dia tersenyum senang melihat Mama nya tidak menangis lagi.


"Ehemmmm.....terus aja dramanya....biar kita mah dianggap patung," seru Mama sambil tangannya bersidekap.


"Mama....maaf..." Andina baru tersadar akan kehadiran orang-orang. Lalu dirinya mendekat, Mama langsung memeluknya. "Selamat ulang tahun sayang, doa terbaik selalu Mama panjatkan untukmu, nak." Mama mencium kedua pipi menantunya itu penuh sayang. "Amiin...makasih Ma..." jawab Andina.


Papa memeluk Andina dan mengusap kepalanya ikut memberikan do'a. "Happy Birthday teh Andin, berkah selalu sepanjang usia ya teh...." Marisa memeluk kakak iparnya, cipika cipiki.


"Ayah...." Andina memeluk Ayahnya yang tersenyum menatapnya. "Teteh jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan nikmat yang telah Allah beri. Banyak orang yang menyayangi teteh, tetaplah rendah hati, tetaplah menjadi pribadi yang ikhlas ya teh...." Ayah mengusap kepala Andina yang terbalut hijab, diciumnya kening Andina. Kembali, Andina tidak bisa berkata. Hanya menganggukkan kepalanya.


"Teteh met ultah....jangan lupa traktirannya...." Zaki mencium tangan Andina dan memeluknya sambil tersenyum lebar. "Kamu mah...ujung-ujungnya matre...." Andina menjawil kedua pipi adiknya itu sampai Zaki meringis.


"Ahahaaaa....Om Zaki tacian...." Athaya yang terus menempel Andina tertawa merasa terhibur melihat Zaki seperti itu.


Bi Idah, sopir, juga kedua Polisi pun tak lupa mengucapkan selamat.


"Huft....jadi aku kena prank nih...." Andina tampak cemberut, memanyunkan bibirnya. Semuanya tertawa puas. Yes, BERHASIL ! ujar semuanya kompak.

__ADS_1


Arya merengkuh bahu Andina dan berbisik...."Sayang, kalau gak ada orang...bibirmu pasti ku sambar..." Andina langsung mencubit pinggang suaminya.


***


Semua orang berkumpul di ruang keluarga, duduk lesehan menikmati nasi tumpeng yang ternyata sudah dipersiapkan Mama. Ibu juga membawa kudapan jajanan pasar dalam satu tampah berhias daun pisang.


Andina terus menebar senyum bahagia, bisa berkumpul lengkap dengan dua keluarga, sejarah pertama di statusnya yang sekarang. Dirinya bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.




Arya mengantarkan sampai depan, dua orang Polisi yang merupakan temannya itu.


"Bro, makasih banyak ya udah bantu aku." Arya bersalaman, saling merangkul.


"Sama-sama bro, kita pamit ya sebentar lagi mulai tugas." Kedua Polisi itu berlalu setelah berucap salam, menaiki mobil yang terpakir di sisi jalan.


Arya berdiri sampai mobil melaju tak terlihat mata. Dirinya tersenyum lebar, mengusap wajahnya. Rasa syukur dan bahagia sedang melingkupi hatinya.


...Inilah cara keluarga kami mensyukuri ulang tahun. Cukup makan bersama orang-orang yang dicintai. Tak perlu ada lilin yang dinyalakan kalau hanya untuk dimatikan. Biarkan cahaya tetap menyala, karena terang akan memberikan keindahan untuk orang-orang sekitar....


...(Arya Syahputra)...


**********

__ADS_1


Yang mau ngasih kado, buat othor aja, karena udah sukses bantu Arya buat ngeprank.


Kado poin aja ya ya.... 😉😍


__ADS_2