SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
47. Kehidupan Vita (3)


__ADS_3

Vita PoV


Mataku mengerjap terbuka, menyesuaikan rasa yang berat menimpa dikepala. Aku bangun perlahan sambil memegang kepala yang pusing. Aku memindai sekeliling ruangan yang tampak asing, lalu berusaha mengingat ada kejadian apa sebelumnya. Oh iya, semalam aku mabuk.


Aku mencoba turun dari ranjang meski masih pusing dan lemas. Aku terhenyak saat selimut yang ku pakai melorot, ternyata tubuhku polos.


"Sudah bangun ?" saat masih terkaget tiba-tiba pak Edward masuk kamar. Aku spontan menarik lagi selimut itu.


"Aa aku dimana pak...apa yang terjadi ?" tanyaku sambil tergagap.


"Mas...panggil aku mas kalau diluar kantor," ujarnya, bukannya menjawab pertanyaanku.


"Eh..iya ya mas."


"Kamu di apartemenku Vit, semalam kamu pingsan di club. Aku sengaja mengikutimu karena khawatir melihatmu akhir-akhir ini tampak kacau." Dia berbicara dengan tatapan lembut.


"Dan semalam hmmm...kita bercinta di ranjang ini...kamu terus-terusan memeluk dan menciumku dan meracau menyebut nama suamimu. Aku pria normal vit...aku nggak kuat, hingga terjadilah...apa kamu tidak menyadarinya?"

__ADS_1


Aku menggeleng-gelengkan kepala, sama sekali tidak mengingat apapun. Saat itu perasaanku campur aduk, aku ingin marah tapi pantaskah memarahinya ? semua terjadi mungkin karena aku seperti menggodanya. Aku hanya bisa menangis tersedu.


"Aku tahu kamu sedang stres, kamu baru bercerai kan ? kamu butuh dada untuk bersandar...sini kemarilah..." Aku menurut patuh saat Edward menarikku ke pelukannya. Aku tumpahkan tangisan didadanya, tubuhku sampai terguncang karena tangisanku yang keras dan tersedu-sedu. Ia mengusap-usap kepalaku tanpa kata. Sampai kemudian tangisku berhenti, beban didadaku terasa terangkat saat itu.


"Sudah enakan hmmm..." aku menganggukkan kepala yang masih berada didadanya. Ia mengangkat wajahku dan mencium keningku. Entah kenapa aku hanya diam tidak bisa menolaknya.


"Mandilah dulu biar segar...aku akan keluar sebentar." Ia lalu menyerahkan bathrobe kepadaku.


**********


Hari itu, menjadi titik awal kedekatanku dengan Edward. Aku kembali menjadi Vita yang energik, penuh optimis. Aku terus bersemangat mengejar pencapain tentunya dengan dukungannya. Perhatiannya yang intens juga membuatku jatuh pasrah dipelukannya. Aku tak kuasa menolak saat dia menginginkan tubuhku, aku sudah terjatuh dalam pesonanya. Tak ada komitmen diantara kami berdua. Biarkan semua mengalir seperti air.


Dan kini, sudah 2 bulan aku menetap di Medan. Memimpin hotel cabang baru disini. Hati kecilku berharap aku bisa memulai kehidupan baru disini


*******


Author PoV

__ADS_1


Tring.


Bunyi notif pesan terdengar di hp ny. Vita melihat beberapa pesan yang masuk.


Aku sudah sampe di Bandung. (Edward)


Vit, bisa kita ketemu ? Aku ada di Medan. (Niko )


"Apa...Niko ada disini ?" Vita tampak terkejut.


Vita membalas chat Niko. "Ok. Ketemu dimana ?"


"Caffe X jam 8 malam ini. Balas Niko


"Ok"


Tepat jam 8 Vita sudah sampai di Caffe X. Ia mengedarkan pandangan mencari sosok Niko. Dari meja paling pojok terlihat Niko melambaikan tangan sambil tersenyum manis. Vita tersenyum, melangkah menuju meja itu.

__ADS_1


"Apa kabar mysweety..." Niko berdiri merentangkan kedua tangan menyambut Vita kedalam pelukannya. Keduanya berpelukan sesaat, tersenyum bahagia menumpahkan rasa kangen karena lama tidak berjumpa.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2