
Arya masuk kedalam rumah dan mengunci pintu dengan tertib karena semua penghuni rumah tidak akan keluar lagi. Ia melangkah menuju ruang keluarga ikut bergabung menonton tv.
"Kak, teman kakak itu punya urat malu nggak sih ?" tanya Marisa yang lagi rebahan dipangkuan Mama.
"Emang itu urat letaknya dimana...kakak gak lihat," Arya menjawab acuh. Dirinya merebahkan badan dikarpet berbantalkan guling Athaya sambil memencet remote, memindahkan chanel.
"Ishh Papa...masa otak seuprit dijadiin direktur sih Pa..." rajuk Marisa. Arya langsung melempar guling yang dipakainya ke badan Marisa, lalu Marisa melempar balik guling itu ke badan Arya.
"Sudah sudah...kalian masih saja kayak anak kecil," lerai Papa sambil menggelengkan kepala. "Abisnya Kak Arya ditanya baik-baik jawabannya nyebelin," cibir Marisa mendelik ke arah Arya.
"Dia tinggal dimana, Ar ?" tanya Mama. " Dia asli Bandung, Ma...Selama ini dia tinggal di Singapura ikut suami, sekarang memilih menetap lagi disini karena sudah cerai," jelas Arya jujur.
"What...janda dong," pekik Marisa terkaget. "Dia sepertinya mau mendekati Kak Arya deh, cari muka banget pakai melayani makan. Masa baru pertama bertamu sudah sok dekat," lanjut Marisa mencebikkan bibirnya.
"Ssttt nggak boleh suudzon gitu, nak," Mama mengingatkan, sambil mengelus-ngelus rambut Marisa yang masih tiduran dipangkuannya.
"I don't care...aku cuma menganggapnya teman gak lebih. Hatiku sudah tertambat dengan seseorang," jawab Arya dengan senyum mengembang.
"Cie cie cie...aku tau aku tau siapa dia," ledek Marisa menggoda.
"Sok tau kamu...." balas Arya sambil melemparkan lagi guling ke wajah Marisa lalu berlari menuju tangga. Marisa hanya mencebik kesal.
"Isshh Kak Arya...."
*****
__ADS_1
Selesai Sholat Isya, Arya meraih hape dinakas. Ia duduk dikasur sambil menselonjorkan kaki disamping Athaya yang tertidur pulas. Ia memperbaiki selimutnya yang melorot sambil mengecup keningnya.
Dibukanya layar chat, ada beberapa pesan masuk dari Ricky, Rendi, grup SMA yang rame. Arya hanya membacanya sekilas tanpa membalas. Malas, dia hanya mengharapkan ada pesan dari seseorang.
Lalu dibukanya chat story Andina, hmm terakhir online 15 menit yang lalu. "Aku kirim pesan ah," gumam Arya. Ia lalu mengetikkan pesan pertamanya.
"Hai Andina...lagi apa ?"
5 detik, 20 detik, 1 menit, 5 menit, 30 menit, belum juga di read. Arya pasrah, memilih memejamkan matanya.
Tring. Arya langsung membuka mata dengan berbinar.
"Mas Arya...maaf baru balas. Aku habis nonton tv, hape disimpan dikamar."
Arya tersenyum bahagia serasa mendapat durian runtuh. Ia lalu mengetikkan pesan lagi
"Iya 😊"
"Biasa tidur jam berapa Ma...eh Andin 😄"
"Ishh Mas Arya...😛 Sengantuknya aja...tapi rata-rata jam 10 udah mengantuk."
"Sepertinya malam ini aku malah gak akan bisa tidur...."
"Kenapa Mas ?"
__ADS_1
"Karena ngantuknya udah hilang saat kamu membalas chat ini hehe."
"Ihh gombal..."
"Cius kok. Eh...boleh aku tebak nggak ?"
"Tebak apa ?"
"Hmm kamu chattingannya sambil telungkup dikasur, bener gak ?"
"Haha...salah nol besar. Aku sambil duduk selonjoran kok."
"Wah...sama dong...berarti kita jodoh 😎"
"Ishh Mas Arya becanda melulu..."
"Hehe...ya udah met istirahat ya, jangan tidur terlalu malam, gak baik buat kesehatan."
"Oke Mas...met istirahat juga 😊"
Arya menyimpan hape nya dimeja kecil samping ranjang. Bibirnya tersenyum lebar, dengan wajah bahagia.
*****
Hayoooo siapa yang ikut-ikutan senyum 😊😊😊😊
__ADS_1
Bagi poinnya untuk Andina ya say...😍