
"Mama suka sama Andina ?" tanya Papa ingin meyakinkan lagi.
Mama meneguk air putih sebentar sebelum menjawab pertanyaan Papa.
"Pa, sejak ketemu dia pertama kali di alun-alun, mama langsung suka. Cara dia mengemong Athaya udah terlihat kalau dia tipe keibuan."
"Ditambah kita juga sudah kenal orangtuanya, anak Pak Wahyu kan Ma...," Marisa ikut menimpali.
"Betul sayang...Pak Wahyu sudah kerja dengan kita lama jadi tahu sekali gimana sifatnya. Pokoknya kita jangan pandang rendah kedudukan seseorang, yang penting baik." ujar Mama lagi.
"Papa dukung Mama deh...," Papa mengacungkan dua jempol tanganya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Idih si Papah genit..." balas Mama mendelik.
"Ok Mam...Mission Posible Let's Begin !" ujar Marisa penuh semangat.
***********
"Din...apa kamu tahu kenapa Pak Arya cerai ?" tanya Safa sambil mulai melipat baju-baju yang sudah lolos QC.
"Sejak kapan kamu kepo urusan orang Fa...," Andina menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop. Lalu ia mencatat ke kertas yang sudah disiapkan data list order yang cukup banyak.
"He he he...penasaran aja padahal Pak Arya kan ganteng, tampan, handsome, kasep,...."
Andina langsung menoleh ke arah Safa. "Itu kalimat apa bedanya neneng..." sahut Andina sedikit menarik sudut bibirnya merasa geli.
"Sudah ah jangan gibahin orang," lanjut Andina. "Ini data order yang harus dikirim hari ini kasih dulu ke Diki !" Andina menyerahkan catatannya ke Safa.
__ADS_1
"Ok"
Hp Andina berbunyi, tampak ada panggilan masuk dari nomer tak dikenal. "Hmm siapa ya...angkat saja lah."
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam...Andina kan ya ?"
"Iya betul...maaf ini dengan siapa ?"
"Saya Oma nya Athaya."
"Eh ma maaf Bu Rita...saya nggak tahu soalnya nomernya nggak kenal,"
"Nggak apa-apa...oh ya Ibu mau ngajak kamu makan siang di Restauran Sunda, Andina bisa datang kan ya ? Ini Athaya nanyain kamu terus pengen ketemu, Marisa juga ikut..."
"Hmm baiklah bu InsyaAllah saya datang."
"Waalaikumsalam."
Andina mengakhiri panggilannya. Ia turun ke lantai bawah menemui Safa.
"Fa nanti siang aku diajak makan sama Bu Rita, tolong handle disini ya."
"Ciee...dalam rangka apa tuh," Safa tersenyum menggoda. Andina hanya melengos...
***********
__ADS_1
Restauran Sunda
"Ayo Din tambah lagi lauknya nih masih banyak..." Mama Rita mendekatkan sepiring udang bakar ke arah Andina.
"Makasih Bu... ini masih ada nanti kalau mau saya ambil lagi,"
"Kaka mam lagi..," Athaya membuka mulutnya minta disuapin lagi. Dengan telaten Andina sigap menyuapinya. "Ulu-ulu anak pinter...mamam nya banyak, hebaaat," puji Andina.
"Onty juga mau dong disuapin sama kaka Andin, boleh ya ?" rajuk Marisa sengaja menggoda Athaya.
"Ndak boyeh...ini kaka thaya..." Athaya cemberut menatap marah ke arah Marisa sambil memegang lengan Andina seolah-olah takut direbut.
"Iya iya...ampun deh yang mulia.." Marisa mengangkat dua jari tangannya.
"Eh eh anak soleh nggak boleh marah...ayo bilang maaf sama onty," tegur Andina dengan lembut.
"Maaf oty..." Athaya menuruti perintah Andina.
Mama Rita tersenyum simpul menyaksikan pemandangan itu, sungguh membahagiakan, batinnya.
"Yes...Misi makan siang sukses !" Marisa mengedipkan sebelah matanya ke arah Mama.
...BERSAMBUNG...
………………………………………………
Jangan lupa dukung Author dengen pencet LIKE, bagi poin dengan pencet VOTE.
__ADS_1
Author senang, update pun terbang setiap hari.
Laf u all 😍