SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
98. Acara Lamaran (2)


__ADS_3

Alunan akustik lagu "Perfect " by Ed Sheeran, dimainkan oleh pianis mengiringi langkah Andina yang berjalan memasuki spot utama. Ia berjalan anggun dengan menebarkan senyum manis menampakkan kedua lesung pipi, berjalan diapit oleh Safa dan Reni yang turut tersenyum bahagia.


Spontan Arya berdiri terpaku, pandangannya mengunci ke arah Andina yang berjalan semakin dekat ke arahnya. Tatapan mereka bertemu, saling mengunci. Arya terpana melihat sosok Andina yang cantik bersinar. Gaun cream bertabur payet dikeseluruhan, ditambah hijab sutra polos warna senada yamg dikenakannya mengesankan simple but elegant.


Arya baru tersadar setelah mereka sudah duduk berhadapan. Andina terus menyunggingkan senyum manisnya, menyalami Mama Rita dan Papa Robby.


Susunan acara pun dimulai. Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar merdu dibacakan oleh Qori. Semuanya sejenak hening mendengarkan lantunan merdu itu. Kemudian acara dilanjut dengan prakata dari pihak Arya yang langsung diwakili oleh Papa Robby. Lalu dilanjutkan prakata penerimaan yang diwakili oleh Ayah Wahyu.


Semua seremonial sudah dilaksanakan, tiba saatnya acara utama pemasangan cincin. Mc memberikan kesempatan kepada Arya untuk menyampaikan sesuatu.


Arya mengajak Andina bediri, berpindah ke area tengah yang didecor dengan hiasan bunga-bunga mawar putih segar dan terpampang nama mereka.


"Sebelumnya, ijinkan aku menyanyikan sebuah lagu untukmu, Andina.." Arya menyunggingkan senyum menatap Andina yang berdiri berhadapan.


Arya memberi kode kepada pianis, dan intro pun mulai dimainkan....


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahanmu


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini ku tak ragu


Ku sungguh memintamu

__ADS_1


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak anakku


Membuka mata dan tertidur disampingku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Ku ingin melamarmu


"Tak akan banyak kata yang aku ucapkan....


Andina Ayu Affandi...jadilah pendamping hidupku..." ucap Arya mengakhiri lagunya.


"Terima"


"Terima"


"Terima"


MC memberi kode tangan untuk tenang. Ia memberikan mic kepada Andina untuk memberikan jawabannya.


"Aku nggak pandai merangkai kata...aku hanya mau bilang....Mas Arya Syahputra, aku mau menjadi pendamping hidupmu sampai maut memisahkan kita." Andina berucap sambil memandang lembut lelaki dihadapannya.


Kembali riuh terdengar, para tamu bersorak ikut bahagia.


MC mempersilahkan Mama Rita untuk menyematkan cincin dijari manis Andina, dilanjut Ibu Desi yang menyematkan cincin dijari manis Arya.

__ADS_1


Arya dan Andina tersenyum lebar mengangkat tangannya ke arah para tamu untuk memperlihatkan cincin yang sudah terpasang. Setiap moment tak lepas diabadikan oleh fotografer dan videografer.


Acara penutup berupa doa untuk pasangan agar dimudahkan dan dilancarkan jalannya menuju pernikahan, telah selesai dibacakan.


"Dengan mengucap Alhamdulillahi robbila'lamiin..., susunan acara telah selesai dilaksanakan. Bapak Ibu hadirin yng kami hormati, sebelum mencicipi hidangan yang telah disediakan, masih ada satu prosesi yang harus hadirin saksikan. Waktu dan tempat kamj persilahkan kepada Mas Arya." MC memberikan kode siap kepada Arya.


"Andina...sebentar aku tutup matamu dulu..." ucap Arya sambil memasangkan kain yang sudah disiapkan oleh petugas. Andina hanya menurut patuh.


Arya menuntun Andina berjalan ke arah jalan depan, diikuti teman-teman mereka, orangtua dan tamu yang penasaran. Ricky sudah berdiri tegak disamping sebuah mobil putih berhias pita cantik, mengacungkan kode jempol tanda siap.


Mc memberikan arahan kepada Andina untuk membuka matanya dalam hitungan. Arya mulai membuka kain yang menutup mata Andina.


"1.....2.....3..... Mbak Andina...silahkan buka matanya ," ujar bung MC.


Andina mengerjapkan mata, menatap kedepan. Ada sebuah mobil facelift Yaris TRD CVT berwarna putih terpampang didepannya. Ia mengernyit, belum bisa memahami semuanya.


Sambil menggendong Athaya ditangan kirinya, Arya berucap. " Andina, terima kasih sudah hadir dikehidupan kami, memberi kasih sayang yang tulus untuk Athaya. Untuk itu, terimalah hadiah kecil ini dari kami...."


Arya memberikan kado kotak kecil yang berisi surat-surat kendaraan, ke tangan Andina. Ia lalu berbisik ke telinga anaknya dan memberinya mic " Mama....wi lap yu....(We Love You)," teriak Athaya dengan suara cemprengnya sambil tersenyum merentangkan kedua tangannya.


Andina terpekik kaget, menutup mulut dengan kedua tangannya. Matanya tampak berkaca-kaca penuh haru. Ia ulurkan tangan meraih Athaya ke pelukannya. Dikecupinya seluruh wajah Athaya sambil menitikkan air mata bahagia dan haru.


Ricky memberikan gunting kepada Andina untuk memotong tali balon yang terikat di spion kanan. Balon warna pink dan biru pun berterbangan ke angkasa, diiringi tepuk tangan bahagia semua yang hadir.


Selanjutnya, acara makan dimulai. Semua menikmati dengan sukacita diiringi alunan lagu-lagu slow romantis dari seorang penyanyi dengan iringan piano.


...^^^BERSAMBUNG^^^...


****


Othor lelah ikut ngurus acara,bentar...mau ikut makan-makan dulu ya....😍

__ADS_1


__ADS_2