
Arya menyelesaikan sarapan dengan cepat tanpa obrolan. Hati dan pikirannya sudah melayang ke tempat lain, tak sabar ingin segera berjumpa. Drama terjadi saat Athaya ingin ke ruko diantar olehnya, sampai menangis kencang karena Arya membujuk untuk nanti ke rukonya siang diantar Oma. Akhirnya Opa nya berhasil membujuk dengan mengajak Athaya untuk membeli kelinci.
Arya memarkirkan mobilnya didepan ruko disamping mobil putih. Keningnya mengkerut menduga-duga ada tamu siapa didalam ruko. Sebelum turun, ia melihat spion untuk memastikan kembali penampilannya.
Pintu kaca ruko digesernya sambil mengucapkan salam. Pandangannya langsung mengunci sesosok wanita anggun berhijab yang menjawab salamnya dengan tersenyum menampakkan kedua lesung pipi. Keduanya berdiri terpaku saling menatap dalam jarak 2 meter, binar mata keduanya berkilat mengisyaratkan rindu.
Arya PoV
Ya Tuhan, andaikan boleh, ingin sekali aku melangkah memeluknya, menciumi seluruh wajahnya, ******* rakus bibirnya yang ranum menggoda. Aku benar-benar merindukannya, rindu senyum manisnya. Aku mencoba menahan diri, karena gadis seperti Andina pasti sangat menjaga kehormatan, tidak akan mau disentuh lelaki yang belum halal baginya.
"Ehemm...bidadariku makin cantik aja nih," aku tersenyum miring menatapnya.
"Hmm...Mas Arya bisa aja deh." Andina tampak tersenyum malu, kedua pipinya ikut merona. Kan aku makin greget ingin membenamkan wajahnya ke dadaku.
"Duduk yuk, Mas," Andina menarik satu kursi putar dari balik meja kerja, didekatkan dengan satu kursi lainnya. Aku duduk sambil memandangi sekitar, lama gak kesini tampak ada perubahan. Rak-rak display jadi bertambah, dengan stok barang yang tersusun rapi memakai kode tiap tahapannya. Ada 2 meja kerja baru dengan tulisan "Admin". Hmm, manajemennya makin bagus.
"Pada kemana kok sepi," tanyaku.
"Ada Mas, semua lagi diatas. Lagi banyal orderan hijab, karena stoknya ada diatas jadi sekalian packing biar nggak cape turun naik."
"Owh gitu. Apa lagi ada tamu juga ?" tanyaku lagi, sambil menunjuk mobil putih diparkiran.
Andina menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Itu mobil aku, Mas," ujarnya.
"Wah-wah lama nggak kesini jadi banyak kejutan. Kamu hebat." Aku acungkan kedua jempol padanya, tulus memujinya.
__ADS_1
Author PoV
"Andina...aku sangat senang kamu sudah memiliki mobil. Jangan lagi pakai motor ya...aku suka khawatir...takut kamu lecet," ujar Arya menatap lembut wajah Andina.
"Iya deh Mas, tapi gak bisa tiap hari pakainya gantian sama Ayah. Aku sudah larang Ayah pakai motor kalau ke Garut, aku takut Ayah sakit," sahut Andina sendu.
"Hmm kamu sayang banget ya sama Ayah..."
Andina tersenyum, menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu...beli aja mobil satu lagi agar kamu terus-terusan pakai mobilnya," ujar Arya enteng.
"Issh Mas Arya...aku harus nabung dulu untuk bisa belinya," Andina mengerucutkan bibirnya.
"Bibirnya biasa aja sayang...aku jadi pingin cium..." Arya tersenyum sambil menaikkan dua alisnya.
Arya terkekeh mendengar omelan Andina. Ia lalu berdiri untuk pamitan. "Aku pergi dulu ya, udah cukup kangennya. Dan nanti malam aku akan main kerumah, silaturahmi sama orangtuamu."
Andina menganggukkan kepalanya. "Nanti sama siapa, Mas ?"
"Sendirian. Hmm maunya bawa rombongan keluarga ya ?" Arya tersenyum miring.
"Eh...bu bukan begitu...ya kan biar aku siap-siap sediakan jamuan kalau Mas gak sendiri," gugup Andina.
"Mau salim dulu gak, cantik. Aku mau pergi nih." Arya mesem, kembali menggoda Andina.
__ADS_1
"Isshh Mas Aryaaaaa....." Andina mendelik. Pipinya kembali merona.
Arya tertawa lepas melihat ekspresi kekesalan Andina. "Oke oke...aku pergi. Assalamualaikum," Arya melakukan kissbye, tersenyum genit.
"Waalaikumsalam." Andina mengantar Arya sampai depan pintu. Setelah mobil melaju, ia masuk ke dalam, naik ke lantai 2.
Flashback On
Andina berjalan mondar mandir, sambil mengusap-usap telapak tangannya yang berkeringat dingin.
"Din, kenapa sih...dari tadi bolak balik kayak setrikaan ?" tanya Safa, keningnya mengkerut.
"Fa, Mas Arya mau kesini....aku gugup , Fa..."
"Biasanya juga kalau kesini fine aja kamu...cieee malarindu ya karena lama gak ketemu," ledek Safa terkikik.
"Fa...kamu bukannya bantuin malah ngeledek," Andina mengerucutkan bibirnya.
"Gini aja, nanti kamu ngobrolnya dibawah aja. Biar aku dan anak-anak ngumgsi dulu ke atas. Kalau kalian yang diatas bahaya, namanya orang lagi malarindu, takut ada setan."
Flashback Off
****
"Thor, kok belum juga lamaran, aku gak bisa tidur dari semalam nunggu up mu."
__ADS_1
"Sammaaa...othor juga gelisah tidur nunggu VOTE mu biar bisa bertahan di 30 besar."
😄😄😄😄😍