
Lingkaran hitam dibawah mata terilhat jelas diwajah Arya. Ya, hampir semalaman dia tidak tidur karena Athaya rewel menanyakan terus Andina. Bahkan Ricky menawarkan diri untuk menjemputnya tapi ditolak Arya karena merasa nggak enak karena sudah malam. Alhasil dia harus menanggung akibatnya, Athaya nangis terus manggil-manggil Mama...
"Nak, istirahat saja dulu biar sekarang Mama yang jaga," ujar Mama melihat Arya yang sedang menepuk-nepuk paha anaknya. Athaya baru tertidur lelap pas subuh mungkin karena lelah menangis.
Ricky setelah sholat Subuh langsung pulang ke apartemennya. Dia harus masuk kantor menghandle banyak pekerjaan karena Arya belum bisa datang ke kantor.
"Sekarang sarapan dulu nak, baru nanti tidur. Itu Mama bawa sop biar badanmu hangat," Mama menunjuk dengan ekor matanya ke arah meja makan.
Arya mengangguk lemah, wajahnya lesu tampak kusut dan lelah. Ia berjalan menuju meja makan, perutnya sudah keroncongan lapar mungkin efek begadang semalaman.
Mama memperhatikan kondisi anaknya itu merasa iba. Kalau punya istri yang baik kamu nggak akan repot sendiri begini nak, batinnya. "Hmm..kamu harus segera menikah lagi nak. Misi untuk cucuku sudah berhasil. Sekarang memulai misi untuk anakku, ini tidak mudah harus bermain cantik," Mama berkata dalam hatinya, ia tersenyum tipis mempersiapkan ide.
****
"Bu..hari ini teteh mau jenguk lagi Athaya ke rumah sakit," ujar Andina disela menyuapkan nasi ke mulutnya.
Mereka, Ibu, Andina, dan Zaki duduk bersama di meja makan. Sarapan dengan menu yang sama, berupa nasi hangat, ayam goreng, mendoan, dan sambal goang tak lupa kerupuk wajib ada. Menu orang Sunda yang sangat pas dan enak dilidah.
__ADS_1
"Jam berapa kesananya ?" tanya Ibu sambil mencoelkan nasi ke sambal goang.
"Seperti kemarin saja...abis Dhuhur." jawab Andina.
"Teh...tuh hp teteh bunyi," ujar Zaki yang mendengar nada dering dari atas nakas.
"Ah sebentar tanggung...satu suapan lagi," Andina buru-buru menyelesaikan makannya lalu minum segelas air putih hangat.
Bunyi panggilan untuk kedua kalinya terdengar. Andina setengah berlari menuju nakas meraih hp nya.
"Assalamualaikum..."
"Oh nggak Bu...ini saya baru mau siap-siap ke ruko. Hmm ada apa Bu Rita ?"
"Anu...Ibu mau minta tolong bisakah kamu ke rumah sakit sekarang ? Athaya dari semalam nangis-nangis ingin ketemu kamu. Sekarang demamnya naik lagi, Ibu khawatir..."
"Oh gitu...ya ya saya kesana sekarang Bu. Paling mampir dulu sebentar briefing dulu anak-anak."
__ADS_1
"Alhamdulillah..makasih ya Din...lagi-lagi kamu harus direpotkan."
"Nggak masalah bu...saya ikhlas kok Bu..."
"Baik kalau gitu Ibu tunggu ya...hati-hati dijalan ya...Assalamualaikum."
"Ya Bu..Waalaikumsalam."
Andina melangkah ke meja makan lagi. "Bu..sepertinya teteh harus ke rumah sakit sekarang, Athaya lagi butuh teteh," ujarnya.
"Emang siapa yang telepon teh ?" tanya Zaki.
"Barusan Bu Rita neneknya. Ya udah Bu...teteh mau jalan sekarang," Andina mencium tangan Ibu.
"Hati-hati ya teh...selalu berdoa sebelum menjalankan motornya. Lakukan kegiatan apapun dengan ikhlas agar semua hal berbuah pahala. Kamu juga sama Zaki..." Ibu tak lupa menyematkan petuah kepada kedua anaknya sebelum memulai aktifitas masing-masing.
" Siap Mamah Dedeh..." keduanya kompak menjawab, lalu terkekeh. Ibu hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
LIKE dan VOTE nya jangan lupa zeyenk 😍