
Mobil Arya telah melaju meninggalkan ruko. Sambil menyetir, Arya mengajak anaknya mengobrol. Bertanya apa saja yang dilakukannya diruko. Athaya dengan binar mata penuh semangat berceloteh sepanjang jalan. Sampai tiba memasuki gerbang komplek perumahan, anaknya tidur terkulai dikursinnya. Arya melirik Athaya yang duduk disampingnya, ia tersenyum sambil mengusap-usap rambutnya dengan tangan kiri.
Saat akan berbelok memasuki blok nya, Arya melihat sebuah mobil yang sepertinya bermasalah. Ia melihat seorang wanita turun dari mobil dan berjalan ke depan mobil mau membuka kap.
"Mauren ? Kenapa dengan mobilnya ?", gumam Arya. Pelan-pelan Arya menghentikan mobil tepat didepan mobil wanita itu.
"Kenapa mobilmu, Ren ?" Arya datang menghampiri Mauren yang sudah membuka kap mobilnya.
"Eh,.Ar..." Mauren berseru girang. "Ini...nggak tahu kenapa tiba-tiba mesin mati, tolong periksain dong Ar...aku nggak ngerti urusan mesin," lanjut Mauren memelas.
"Sebentar aku cek dulu," jawab Arya. Lalu ia meraba-raba kabel yang terhubumg barangkali ada yang terputus. "Coba sekarang starter !" perintah Arya. Dan mendapat anggukan dari Mauren.
"Masih nggak nyala, Ar." teriak Mauren dari dalam mobilnya. "Coba sekali lagi, lampu speedometernya nyala nggak ?" tanga Arya, yang masih fokus memeriksa.
"Lampu Speedometernya juga nggak nyala," jawab Mauren. Arya langsung menutupkan kap mobil, lalu berjalan ke pintu kemudi. "Menurutku aki mobilnya bermasalah, mungkin lemah. Tapi buat mastiin sebaiknya panggil orang bengkel," jelas Arya.
__ADS_1
"Jadi aku harus nunggu disini sendirian dong..ana udah mau gelap," keluh Mauren.
"Hmm kalau mau kamu bisa tunggu dirumahku dulu, dekat kok itu yang paling ujung," ujar Arya sambil tangannya menunjuk lurus ke depan.
"Iya deh, aku ikut kamu aja...disini takut sendirian," balas Mauren. Ia buru-buru ke luar dari mobil dan menguncinya. Arya berjalan memasuki pintu kemudi, " Maaf ya, kamu duduknya dibelakang...didepan ada anakku lagi tidur."
"No problem," jawab Mauren.
****
Arya masuk ke dalam rumah sambil menggendong Athaya yang masih tertidur. "Duduk dulu, Ren....aku tinggal dulu ya mau nidurin ke kamar," pamit Arya.
Mauren duduk di sofa sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Rumah besar bergaya klasik dengan dominan warna putih mutiara, sangat elegan. Ia memperhatikan foto keluarga berukuran besar, "Itu pasti orang tua dan adiknya," batin Mauren menyelidik.
"Eh ada tamu rupanya..." Mama Rita yang berjalan melintas menatap Mauren dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Sore tante, perkenalkan aku Mauren...teman SMA nya Arya, mobil aku mogok didepan sekarang lagi nunggu mekanik datang, tadi Arya suruh tunggunya disini aja," jelas Mauren sambil bangkit dari duduknya dan tersenyum menyalami Mama Rita.
"Saya Mama nya Arya," balas Mama. "Waduh...belum dikasih minum ya...Arya nya kemana sih ?" Mama tampak celingak celinguk.
"Makasih tante, nggak usah repot-repot. Arya tadi ke atas dulu nidurin anaknya, tan..."
"Owh...ya sudah kalau gitu tante tinggal dulu ke dapur ya, nanti ada bibi anterin minuman kesini. Tante mau nyiapin buat makan malam."
"Eh Tan..boleh aku ikut bantu ya, sekalian belajar. Soalnya aku jarang ke dapur hehe," ujar Mauren tampak malu.
"Waduh masa tamu ikut ke dapur....nggak usah ya...kamu duduk aja nanti Arya segera turun kok," tolak Mama Rita.
"Eh nggak apa-apa Tan....beneran aku pengen belajar. Boleh ya Tan....?" wajah Mauren memelas.
"Baiklah kalau itu maumu...ayok...," ajak Mama Rita mengulas senyum.
__ADS_1
*******
...Bersambung...