
"Maah..ini melah ini bilu ya ?" Athaya mengacungkan balok lego yang dipegangnya.
"Iya sayang....adek pinter deh..." Andina mengusap sayang kepala Athaya.
Selepas magrib, mereka duduk santai di ruang keluarga di atas karpet yang tergelar. Andina mengajarkan mengenal warna dengan mainan lego.
"Nah sekarang susun dengan warna yang sama, seperti ini...." Andina memberi contoh menyusun lego berwarna putih.
Deru mesin mobil terdengar memasuki halaman. Andina mengintip dari jendela, tersenyum melihat suaminya turun dari mobil.
"Adek tunggu sebentar ya, Mama buka pintu dulu...ada Papi pulang," Andina mengecup puncak kepala Athaya sebelum beranjak. Athaya hanya mengangguk, dirinya tetap fokus menyusun lego.
Andina dengan dress rumahan yang panjangnya selutut, berjalan menuju pintu saat terdengar ucap salam dari luar. Rambut panjang bergelombang dibiarkannya tergerai indah.
"Waalaikumsalam," Andina membuka pintu, tersenyum manis membalas salam suaminya dan mencium tangannya.
"Ahhh si cantik...." Arya menarik tangan Andina hingga tubuhnya tertarik ke dalam pelukannya, menghirup wangi lembut tubuh dan rambut istrinya.
"Eh eh Mas...malu ih nanti dilihat bi Idah," Andina berusaha meronta karena Arya memeluk dengan ketat.
"Biaria aja sayang...yang penting tidak dilihat lelaki lain," Arya menutup pintu dengan punggungnya. Dia tak tahan langsung mel😚mat dalam bibir ranum istrinya. Keningnya saling beradu saat ciuman terlepas karena sudah kehabisan nafas.
Pipi Andina merah merona mendapat ciuman panas suaminya itu. "Sayang, kamu kalau seperti ini....aku jadi pingin menggendongmu ke kamar," Arya berbisik dengan suara berat, mengecup daun telinga Andina.
"Udah ah Mas, geli....sekarang mau mandi dulu atau makan dulu ?" Andina bergidik geli, bulu kuduknya meremang karena sensasi di telinganya.
__ADS_1
"Aku mau makan kamu dulu..." Arya tersenyum smirk, dia lalu menarik pinggang Andina mengetatkannya dengan pinggangnya. Terasa ada tonjolan keras mengganjal di tengah.
"Hmm kalau yang itu harus nunggu adek bobo dulu...udah ah Mas mendingan mandi dulu...aku siapin airnya ya.." Andina mengurai tangan Arya dari pinggangnya.
"Nggak usah sayang, biar sama aku aja. Athaya lagi apa ?" Arya berjalan menuju tangga sambil merangkul bahu Andina.
"Adek lagi main lego tuh...,".Andina menunjuk dengan wajahnya, ke arah ruang keluarga.
"Mama temenin Athaya aja....biar aku ke atas sendiri," Arya mengecup pipi istrinya sebelum menaiki tangga.
"Okay Papi...."
"Mamaaah sudah beless....." teriak Athaya memanggilnya.
"Mana coba lihat....." Andina menghampiri Athaya, kembali duduk di karpet. "Good boy....adek hebaaaat !" Andina tersenyum lebar mengacungkan dua jempolnya.
****
Athaya ikut nimbrung di meja makan menemani Mama dan Papi nya yang sedang makan malam. Dia tidak makan nasi karena sudah tadi, hanya makan puding coklat yang dibuat Mama Andin tadi siang.
"Papi....tadi siang Taya nonton Nusa....Nusa naik sepeda sama Lala..."
"Ohh....terus mereka sepedahan kemana ?" sahut Arya menanggapi. Dia sudah selesai makan, sekarang ikut menikmati puding.
"Nusa sama Lala main ke taman....Anta juga ikut...duduknya dikelanjang sepeda." Athaya antusias menceritakan dengan cadelnya. (Maksud Athaya : Nusa, Rara, dan Anta nama kucing mereka)
__ADS_1
"Rara itu siapa sayang ?" pancing Arya, menguji daya tangkap anaknya.
"Lala adiknya Nusa Papi.....telus kucingnya namanya Anta. Papi...Taya juga mau sepelti Nusa punya adik dan kucing....Papi besyok beli yaaa," mata Athaya berbinar menatap Papi nya.
"Hm...kalau kucingnya bisa beli, sayang. Kalau adik nggak bisa beli tapi harus dibikin, dan yang bisa bikinnya hanya Mama dan Papi...." Arya menahan senyum melihat Andina yang menatap tajam ke arahnya.
"Papi...Taya boyeh bantuin ya...?" Athaya berharap, dengan tatapan polosnya.
"No no...Thaya nggak bisa. Hanya Mama dan Papi yang bisa bikinnya. Kalau Thaya mau cepat punya adik, sekarang Thaya bobo ya...nanti Papi mau mulai bikin."
"Eh sudah-sudah....Mas ih bicara apa sih," Andina mendelik. Arya hanya terkekeh menanggapinya.
"Ayo adek kalau sudah makannya....kita gosok gigi." Andina mengusap dengan tisu mulut Athaya yang belepotan.
"Taya mau bobo sekalang Ma....Taya mau Mama sama Papi bikin adik....besyok adiknya sudah jadi belom Ma...," Athaya terus berceloteh selama Andina menuntunnya menuju kamar. Arya yang masih mendengarnya tertawa pelan.
Waktu menunjukan pukul 10 malam. Diayas ranjang king size, pergumulan panas terjadi diantara dua insan mereguk nikmatnya surga dunia. Arya terkulai diatas tubuh istrinya setelah bersama mencapai puncak, sejenak menormalkan kembali deru nafas yang memburu. Diraihnya selimut yang teronggok untuk menutupi kembali tubuh polos keduanya.
"Sayang...1 jam lagi rit ke 2 ya....kan Athaya mau adik," bisik Arya di ceruk leher istrinya.
"Hmmm itu mah modus kamu Mas..." lirih Andina dengan mata terpejam.
****
Just info : Emak-emak yang belum tahu kartun Nusa Rara bisa dilihat di yutub. Film anak bangsa yang recomended untuk edukasi anak.
__ADS_1
Kasih poin lagi donk buat si hot Papi yang gencar bikin adek 😄