SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
71. Awas CLBK !


__ADS_3

Arya dan Ricky sedang serius membahas tentang pabrik. Arya tampak meneliti lembar demi lembar berkas yang diberikan Ricky.


"Kalau kapasitas produksi seperti ini terus, profit kita nggak akan naik. Kekosongan barang di supermarket akan menjadi keuntungan distributor lain," ujar Ricky menjelaskan.


"Baiklah, sepertinya kita harus menambah mesin produksi lagi dan operatornya," jawab Arya. "Kamu hubungi ketua divisi, kita akan rapat dipabrik besok jam 9 !" tegas Arya.


"Ok, Boss."


Telepon dimeja Arya berdering.


"Pak, ada tamu yang mau bertemu, namanya Mauren. Katanya teman lama Bapak," ujar Meta dari balik telepon.


"Baiklah, suruh masuk," jawab Arya.


Arya menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Meta. "Ky, jangan dulu keluar temani gue, ada si Mauren kesini," pinta Arya.


"Mauren ada disini ?" Ricky mengernyit. "Gue ketemu dia waktu di rumah sakit. Dia sudah cerai dan mau menetap di Bandung lagi," jawab Arya.


Ricky hanya membalas dengan ber oh ria. Pintu ruangan Arya terbuka, tampak Meta mengantar Mauren masuk ke dalam. Setelah itu, Meta keluar lagi sambil menutup pintu.

__ADS_1


"Hai Arya...hai Ricky, apa kabar ?" tanya Mauren sambil menjabat tangan keduanya.


"Kabaf baik, Ren... Wah-wah lama tak jumpa kamu makin cantik dan seksi aja..." Ricky yang menjawab sambil tersenyum smirk.


"Duduk, Ren," ujar Arya yang melangkah menuju sofa diikuti Ricky dan Mauren.


"Sorry Ar, kalau kedatanganku mengganggu waktumu. Aku mau mengundang kalian untuk acara reuni. Hanya satu angkatan saja tapi dipilih, ya hitung-hitung acara kangen-kangenan karena aku baru balik lagi kesini," Mauren menjelaskan setelah dirinya duduk di sofa.


"Ini tiga undangan untukmu, Ricky, dan William," Mauren menyerahkan undangan ke Arya.


"Hmm kalau Rendi ada dimana ya ?" tanya Mauren.


"Sekalian saja nitip disini, kita sering ketemu kok," sahut Ricky. "Wow, kalian masih solid 4 sekawan sampai sekarang," Mauren berdecak kagum.


"Wil, jangan pergi ! Lo nggak kenal dia kah ?" ujar Arya. William kembali balik badan memperhatikan tamu itu, keningnya mengkerut mencoba mengingat-ngingat. "Kamu, Mauren ?" tanyanya setengah ragu.


Mauren berdiri dan tersenyum ke arah William. "Akhirnya kamu ingat juga, Wil."


William akhirnya ikut bergabung duduk disofa. Mereka mengobrol mengenang kelakuan-kelakuan konyol saat SMA.

__ADS_1


"Sorry guys, aku harus pulang ke butik sekarang, sebentar lagi ada janji dengan klien. Kita sambung obrolannya besok malam, oke. Awas, jangan sampai nggak datang !" ancam Mauren. Dia bangkit dari duduknya setelah melihat jam ditangannya, ia lalu berjabat tangan kesemuanya.


*****


"Gila si Mauren, body nya makin hmmm," ujar Ricky sambil kedua tangannya membentuk siluet gitar.


"Mata lo..." Arya menimpuk kepala Ricky dengan bantal sofa.


"Wil, lo perhatiin nggak sorot matanya si Mauren, ngobrol sih ngobrol dengan kita, tapi pandangannya ke si Arya terus," ujar Ricky.


"Ha ha...gue dulu kenyang sama coklat dari dia, sepertinya sekarang sejarah akan terulang," sahut Willi mengingat dirinya disuruh jadi pak comlang oleh Mauren buat mendekati Arya.


"Bro, siapkan iman yang kuat bro...gue perhatikan tatapannya mengisyaratkan CLBK," Ricky berakting dengan dua jari tangannya menunjuk mata Arya.


"Apaan CLBK ?" kening Arya mengkerut.


"CINTA LAMA BELUM KELAR," jawab Ricky. Hadiah bantal kedua langsung melayang ke kepala Ricky.


*****

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK SELALU LIKE DAN VOTE YA SAY.


ALHAMDULILLAH NOVEL INI SUDAH LULUS KONTRAK. SO, DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERHARGA UNTUK AUTHOR. 😘😘😘


__ADS_2