SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
73. Pesta Malam Minggu (1)


__ADS_3

Ayah membukakan pintu setelah mendengar ada yang mengetuk. "Assalamualaikum, Om, apa kabar ?" Dino tersenyum, menyalami Ayah Wahyu.


"Waalaikumsalam....eh Nak Dino. Alhamdulillah baik...ayo masuk duduk dulu. Bagaimana kabar Nak Dino, sudah lama nggak kesini ya ?" ujar Ayah setelah keduanya duduk.


"Saya Alhamdulillah baik juga Om. Sekarang sering ada tugas keluar kota jadi sama Andin juga jarang ketemu," jawab Dino.


"Kak Dino...aku sudah siap. Yuk ah keburu kena macet maklum malam minggu," tiba-tiba Andina sudah berdiri disamping kursi Ayahnya.


Dino terpaku, matanya tidak berkedip melihat penampilan Andina memakai gaun berwarna peach dengan sentuhan bordir didada dan lengan bawah, pashmina warna senada yang dipakainya terlihat pas dengan kulit putih wajahnya. Busananya tidak mewah tapi elegan dan menambah aura kecantikannya. Sesaat dirinya terpana, baru sadar saat Andina memanggilnya untuk kedua kali.


"Eh ya ya Din...ayo," jawab Dino dengan gugup. Setelah itu keduanya pamit kepada Ayah. Mereka akan lanjut menjemput Safa yang sudah menunggu diteras rumahnya.


"Kamu cantik sekali, Din," puji Dino saat mereka sudah berada dimobil. "Makasih, Kak." Andina tersenyum.


Malam minggu yang cerah membuat jalanan kota Bandung sangat ramai dengan lalu lalang kendaraan yang rata-rata akan menghabiskan malam mingguan diluar. Saat ini mereka bertiga akan menuju sebuah hotel tempat acara Wedding mantan ketua BEM dikampus mereka.


Sampai diparkiran hotel mereka berjalan menuju lobby, suasana sudah ramai dengan tamu undangan yang mulai berdatangan. Tampak karangan bunga berjejer rapih sepanjang menuju Ballroom tempat acara wedding berlangsung. Selesai bersalaman dengam pengantin, Dino memisahkan diri untuk bertemu teman-temannya.


Andina dan Safa berbaur dengan teman-teman yang dikenalnya. Benar, ini pesta sekalian ajang reuni karena teman yang tergabung di BEM hampir semua hadir dengan kostum wah masing-masing.


"Din, ayo kita pilih makanan," ajak Safa. Mereka berjalan ke stan-stan yang menyuguhkan aneka kuliner Internasional dan tradisional. Alunan musik dari band mengiringi kebahagiaan kedua mempelai diatas panggung pelaminan.


"Wah-wah...duo bidadari ternyata mojok disini," Aris, si playboy cap badak datang menghampiri Andina dan Safa yang sedang duduk ditempat yang tidak banyak berlalu lalang orang.


"Cckk..belum dapat mangsa ya sampai nyasar kesini," ujar Safa mencebikkn bibirnya.


"Hehehe...hatiku sangat tahu kemana tempat yang dituju," jawab Aris terkekeh dengan kedua alis yang ditarik-tarik ke atas.


"Din, nyanyi dong...aku kangen dengar suara emasmu," lanjut Aris. "Ah nggak ah malu...ini bukan dimarkas tapi Ballroom...bisa-bisa aku pingsan karena gemeteran," tolak Andina.


"Eits tak boleh nolak, bentar ya...aku ke MC dulu," Aris buru-buru lari saat Andina mau menariknya.


"Aduh gimana ini Fa...kabur yuk," Andina tampak panik. "Janganlah...terima aja tantangan si cap Badak tuh, kamu pasti bisa...dia memang hobi ngeselin orang," ujar Safa memberi dukungan.


"Baiklah...katanya ada teman kita yang mau menyumbangkan sebuah lagu untuk kedua mempelai. Mari kita sambut penampilan dari Andina Ayu Affandi..." suara MC memanggil namanya yang diiringi gemuruh tepuk tangan hadirin, terutama si Aris yang paling heboh.


Andina tampak memucat, nervous. Tangannya berkeringat dingin, sesaat dia menenangkan diri dulu, menarik nafas dalam-dalam. Setelah merasa rilex, dia berjalan anggun menuju panggung musik. Ia membisikkan judul lagu kepada pemain keyboard.


Andina memberi sedikit prakata ucapan selamat dan doa untuk kedua mempelai.

__ADS_1


Suasana menjadi hening saat intro mulai dibunyikan, lalu terdengar suara merdu mengalun indah.


Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu


Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan senyum yang hilang


Semua itu karena dia


Oh Tuhan, kucinta dia, kusayang dia,


rindu dia, Inginkan dia,


Utuhkanlah rasa cinta dihatiku


Hanya padanya, untuk dia


Syu du-du-du-du-du-du-du


Jauh waktu berjalan kita lalui bersama


Dicintai oleh dia kumerasa sempurna


Semua itu karna dia


"Ayo kita nyanyi sama-sama ya," ajak Andina mengarahkan mic ke depan. Koor semua bernyanyi...


Oh Tuhan, kucinta dia, kusayang dia,


rindu dia, Inginkan dia,


Utuhkanlah rasa cinta dihatiku


Hanya padanya,


*U*ntuk dia


Oh Tuhan, kucinta dia, kusayang dia,

__ADS_1


rindu dia, Inginkan dia,


Utuhkanlah rasa cinta dihatiku


Hanya padanya,


*U*ntuk dia


Hanya padanya


Untuk dia


Semua bertepuk tangan, terpukau dengan penampilan Andina. Andina membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih dan turun dari panggung.


"Yeah...honey, bunny, sweetie, you are amazing," sambut Aris mensejajari langkah Andina yang berjalan ke tempat semula.


*****


Arya PoV


Tadi sore Mauren mengirim pesan mengingatkanku untuk hadir di acaranya. Sebenarnya malas apalagi ini malam minggu pasti jalanan padat. Aku ingin dirumah saja mengajak main Athaya.


"Bro, lo mau berangkat bareng nggak ?" ujar Ricky di telepon.


"Kita ketemu disana aja..biar cepet," ujarku.


"Ok"


Baiklah, aku akhirnya memilih untuk datang. Aku membawa mobil kesayanganku membelah keramaian jalanan kota. Tiba dihotel yang dituju suasana sangat ramai karena saat ini sedang ada yang menyelenggarakan wedding party.


...BERSAMBUNG...


*****


Gantung ya ? hihihi


Bahuku keburu pegel nih, mau minta misua pijitin dulu ah. Tapi ujung-ujungnya suka minta imbalan, eh.


Hibur akoh dulu dengan LIKE & VOTE ya !

__ADS_1


Laff u all 😍


__ADS_2