SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
72. Akhir Pekan Yang Sibuk


__ADS_3

"Ma, apa nggak salah barang ngasih hadiah begitu ?" tanya Arya disela sarapan paginya bersama keluarga. Mama sudah menceritakan kalau kemarin sudah mengirim hadiah ke Andina.


"Nggak dong Ar, itu semua sangat dibutuhkan diruko biar dia kerjanya lebih nyaman. Dan juga kalau anakmu main diruko kan tidurnya juga lebih nyaman," sahut Mama.


"Papi...Taya boleh ke luko sekalang ?" Athaya ikut menimpali setelah mendengar Oma nya menyebut nama ruko.


"Nanti ya sayang...kamu belum sembuh benar. Tunggu 2 hari lagi ya !" jawab Arya sambil mengangkat 2 jarinya. Athaya tampak cemberut mendengar penolakan Papi nya.


"Jangan cemberut ih, kalau kangen nanti Thaya bisa video call lagi," ujar Marisa sambil mencoel pipi keponakannya itu.


"Emang kapan vc an ?" tanya Arya sambil mengoles rotinya. "Kemarin dia merengek-rengek minta diantar ke ruko sampai kepalaku pusing dengernya. Ya...aku vc an aja, eh dia senangnya...sampai 1 jam lho," jelas Marisa.


"Ar, bagaimana keputusan soal pabrik ?" Papa menimpali obrolan anak-anaknya. Beliau sudah lebih dulu selesai makan.


"Hari ini Arya mau rapat dipabrik Pa, rencana mau membahas penambahan mesin produksi dan tenaga kerja. Tapi mau dengar dulu masukkan dari staf Divisi pabrik," jawab Arya.

__ADS_1


Papa hanya manggut-manggut mendengarnya. "Sa, mau berangkat bareng nggak ? Kakak tidak ke kantor tapi langsung ke pabrik, itu kan melewati kampusmu," ajak Arya.


"Nggak ah, aku mau bawa mobil sendiri soalnya banyak tugas jadi pulangnya akan sore," tolak Marisa.


Arya dan Marisa pamit pergi meninggalkan meja makan.


******


"MasyaAllah...baik sekali ya Bu Rita," ujar Ibu setelah mendengar cerita Andina. "Sudah dari dulu sih Bu...keluarga Pak Robby biasa memberikan hadiah kepada orang-orang yang disukai dan loyal. Ayah juga kan pernah kebagian," sahut Ayah.


"Teteh udah beres makannya. Mau ke ruko sekarang ya...soalnya banyak paket yang harus dikirim hari ini," Andina mencium tangan Ayah dan Ibu.


"Siap Yah, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," sahut Ayah dan Ibu.

__ADS_1


******


Ruko Triple A Collection


Andina dibantu Safa dan 2 karyawannya tampak sibuk merekap pesanan. List order yang siap kirim hari ini ada 70 barang. Ini hari sabtu, biasanya kurir akan mengambil paket lebih awal dari hari biasanya. Makanya Andina ikut turun tangan meneliti barang jangan sampai tertukar alamat sebelum Diki dan Reni membungkusnya.


"Fa...tolong ambil mimunam dan cemilan ya ke atas...biar kita strong terus," ujar Andina.


"Oke boskuh...makanan dan minuman dari calon mertua siap mendarat !" jawab Safa dengan intonasi seperti operator, sambil melangkah ke tangga. Diki dan Reni tertawa mendengarnya, Andina hanya mencebikkan bibirnya.


"Din, kita berangkat kondangannya bareng siapa saja ?" tanya Safa sambil mengunyah biskuitnya.


"Nanti kita bareng Kak Dino, dia akan menjemputku terlebih dulu lalu jemput ke rumahmu. Kalau sudah otewe aku kabarin deh, biar nggak lama nunggu kamu dandan," jawab Andina.


"Hufft sepertinya harus dandan cetar membahana. Siapa tahu ketemu pangeran kodok, soalnya yang nikah ketua BEM katanya hampir semua anggota mengkonfirmasi akan hadir. Ini mah kondangan sekalian reunian," jelas Safa penuh semangat.

__ADS_1


"Dan sepertinya bakal jadi ajang adu penampilan. Kita mah jadi diri sendiri aja Fa...nggak usah disiksa oleh gaya hidup matak hareudang," ujar Andina.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2