SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
42. Athaya Ulang Tahun (2)


__ADS_3

"Tinggal nunggu 1 orang lagi kayaknya ya...Willi mau datang nggak ?" tanya Papa Robby ke arah Arya.


"Tadi on the way katanya pa..."


"Nah itu seperti suara mobilnya...panjang umur dia..." sahut Arya.


William masuk bersama Celine tunangannya. "Siang semuanya..." " Mama apa kabar..." William memeluk Mama Rita. Lalu bergantian memeluk Papa Robby lanjut melakukan tos ke ketiga sahabatnya itu.


Celine pun melakukan hal yang sama, berpelukan dengan semua wanita yang ada disana.


"Happy Birthday Athaya...ini kado dari onty..." ucap Celine sambil memberikan kado ke Athaya dan mencium pipinya.


"Nah sekarang semuanya sudah kumpul. Papa dan mama sangat bahagia kalian bisa meluangkan datang kesini. Hari ini cucu papa Athaya genap berusia 2 tahun, seperti kebiasaan keluarga kita tidak ada perayaan, cukup dengan syukuran dengan berkumpul seperti ini, kita makan bersama."


"Ya udah kita langsung makan aja yuk...sok yang laki-laki duluan...kita makan dikarpet aja biar rame," ujar Mama Rita.

__ADS_1


Papa Robby dan yang lainnya menuju meja makan memilih menu kesukaan masing-masing, setelahnya Mama Rita mengajak kelompoknya ikut mengambil makanan juga. "Ayo Andina, Sifa, Celine jangan sungkan-sungkan...anggap rumah sendiri ya," Mama Rita dengan ramah mempersilahkan.


Suasana sangat bahagia, mereka makan bersama,bercengkrama diselingi canda tawa. Athaya makan sambil disuapi Andina yang nemplok terus dipangkuannya.


"Sayang sini sama papi dulu...kasihan tuh Ka Andin makannya terganggu," bujuk Arya yang matanya dari tadi memperhatikan keduanya.


"Ga mau papi..." jawab Athaya sambil menelusupkan wajahnya ke dada Andina.


"Nggak apa-apa kok pak...saya makannya sambil nyuapin...ayo dek mamam lagi ya biar cepet gede aaa...." Athaya dengan senangnya menerima suapan dari Andina.


"Ris...abis ini jalan-jalan yuk temani kakak nonton.." ujar Rendi kepada Marisa. "Hmmm...boleh asal traktir shopping ya ka.." balas Marisa tersenyum sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. "Ckck...udah gede masih aja hobi malak ya kamu..." Rendi mengacak-ngacak rambut Marisa.


"Ishh kak Rendi...masih aja hobi ngacak-ngacak rambutku," ketus Marisa sambil memanyunkan bibirnya. Rendi hanya terkekeh menanggapinya.


"Hmmm Sifa...boleh aku minta tolong ambilin puding mangga nggak ?" ujar Ricky yang duduk dekat Sifa. "Boleh kak, mau berapa 1 2 3 ?" tanya Sifa. "Hmm 2 ya Fa..." Sifa membalas dengan membulatkan jari tangannya tanda oke.

__ADS_1


"Willi dan Celine...kapan kalian akan menikah ?" ujar Mama Rita.


"Pokoknya tahun ini ma...tapi bulannya belum pasti, doakan saja agar dilancarkan," jawab Celine.


"Pasti dong...kalian semua anak-anak mama...pasti mama akan selalu mendoakan yang terbaik. Ricky dan Rendi kamu jangan betah menjomblo ya...awas harus segera nyusul Willi."


"Tenang ma.. kalau Rendi on proses ma...kalau si Ricky kayaknya nggak laku," sahut Rendi tersenyum usil ke arah Ricky.


"Sembarangan...nggak liat ini ada bidadari samping gue siap dilamar..." balas Ricky sambil melirik ke arah Safa. Safa yang sedang memakan pudingnya langsung tersedak. "Tuh kan...Safa nya jadi grogi...nih minum dulu..." Ricky tersenyum usil sambil menyodorkan gelas ke arah Safa.


Yang lain hanya terkekeh menyaksikan keisengan yang dilakukan Ricky.


"Nih kalau dari kaka kadonya buku..." Andina mengambil sebuah buku dari tasnya. Kita belajar yuk...ini nama warna-warna...ini nama hewan dan ini nama buah-buahan...nanti adek belajar satu-satu ya..." Andina menuntun Athaya mempelajari buku yang dipegangnya, anak itu tampak patuh dan fokus mengikuti arahan Andina.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2