SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
39. Kehidupan Edward


__ADS_3

Edward PoV


Vita Eliza, ya wanita itu mulai mencuri perhatianku sejak dia menduduki jabatan tertinggi di Sales and Marketing Departement. Dia wanita yang cantik, body sintal, energik dan tentunya smart. Totalitasnya dalam bekerja sungguh mengagumkan, pantas dibanggakan dan dipertahankan oleh perusahaan.


Pembukaan Hotel YZ baru dikota Medan menjadi kesempatan aku untuk bisa lebih dekat secara pribadi dengannya. Aku tawari dia untuk ikut seleksi posisi GM, hampir saja dia mundur karena suaminya tidak mengijinkan.


Dengan kemampuanku mengucapkan kalimat manis diplomasi, akhirnya dia mantap untuk maju. Satu kesempatan tak kusia-siakan saat dia dalam posisi dilema, kudekati kursinya, kubuat jarak kami begitu dekat. Dia terlihat gugup, gelisah, sampai akhirnya dia mengangguk patuh dengan suport yang aku beri.


Argghh...hampir saja aku nggak bisa kuasai diri melihat bibirnya yang merah, sangat seksi. Aku ingin menciumnya, huh bisa kubayangkan sensainya. Sekuat tenaga menahan diri, jangan sampai dia menganggapku laki-laki brengsek. Hah...kenyataannya memang aku brengsek, hanya dia tidak tahu saja.


Siang tadi orang kepercayaanku memberi kabar kalau Brian anakku, tertangkap anggota BNN saat pesta sabu dikosan temannya. Shit, lagi-lagi anak itu bikin ulah. Ini sudah kedua kalinya dia tertangkap.

__ADS_1


"Kamu kenapa lengah hah...jaga 1 anak saja nggak becus," aku berteriak memaki orang kepercayaanku di telepon. "Kamu hubungi pengacara dan minta rehabilitasi. Awas jangan sampai masuk berita apalagi terseret namaku," tut, aku putuskan panggilan tanpa menunggu jawabannya.


Malam ini aku mengajak Vita makan malam dengan alasan membahas persiapan seleksi. Bukan itu, hanya alibi saja, sebenarnya hal itu bisa dibicarakan saat dikantor. Aku ingin mendekatinya pelan-pelan sampai dia jatuh kepelukanku. Dia memang termasuk qualified tapi aku tidak tulus membantunya...aku mendukungnya...tapi ingin memiliki tubuhnya.


Di Caffe, aku bisa menyentuh tangannya yang putih mulus. Memuji penampilannya yang tambah sempurna dengan jam tangan mewah yang melingkar ditangan kirinya. Bukan bualan, aku tulus memujinya. Shit...aliran sengatan listrik menjalar ke seluruh tubuh saat ku elus-elus tangan halusnya. Poros tubuh bawahku tersentak...berontak menginginkan lebih.


Rumah tanggaku berjalan hambar, aku disini dengan kesibukanku, istri dan anakku di Jakarta disebuah perumahan elit tapi mereka pun sibuk dengan dunianya masing-masing. Pada akhirnya susah untuk berkumpul. Apakah mungkin kenakalan yang dilakukan oleh Brian akibat dari kurang perhatian orangtuanya ? Ah entahlah..istriku terlalu kuat dengan egonya, jabatan tinggi jadi kebanggaannya. Membuat dia senang berkumpul dengan teman-teman sosialitanya.


Dan sekarang, aku menginginkan Vita. Aku membayangkan bisa bergumul diatas ranjang denganya. Entah aku menyukainya atau terobsesi dengan tubuhnya. Biarlah mengalir seperti air...


Vita lebih dulu meninggalkan Caffe. Kepalaku sudah sakit menahan hasrat, aku butuh pelepasan saat malam ini juga. Aku bangkit berjalan keluar Caffe. Satu tempat yang kutuju...apartemen.

__ADS_1


"Hallo Om..." suara seksi terdengar disebrang telepon.


"Pakai Lingerie merah...servis Om malam ini !"


"Iya sayang...cepatlah datang."


*****************************


Jangan lupa LIKE LIKE LIKE zeyenk...


VOTE nya juga ya....

__ADS_1


Cerita akan tambah seru, so...beri aku semangat !


__ADS_2