
Pukul 6 pagi, Andina dan keluarga berangkat menuju hotel. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai kesana karena jalanan masih lengang. Tim MUA sudah menunggu disalah satu kamar yang sudah dibooking untuk merias sang calon pengantin wanita.
"Teh, nak Arya kok gak ngasih tahu mas kawinnya apa..." tanya Ayah saat baru sampai dihotel.
"Kata Mas Arya mas kawinnya seperangkat alat sholat, Yah." jawab Andina. Ayah hanya menganggukkan kepalanya.
Dengan ramah, juru rias mulai membuat sentuhan diwajah Andina. Sedangkan para asisten merias Ibu dan skuad girl bridesmaid.
Dirumah keluarga Arya. Tim MUA sedang mulai merias Mama dan para wanita lainnya. Sedangkan sang calon mempelai pria masih santai dengan pakaian rumahannya. Arya memilih didandani terakhir biar fresh look, katanya.
"Nak Arya, sudah hafal bacaan ijab kabulnya ?" tanya Ustad Ahmad yang akan menjadi wakil keluarga untuk acara serah terima calon pengantin. Mereka sedang menikmati sarapan pagi dimeja makan bersama Papa dan ketiga sahabat Arya.
"InsyaAllah aku sudah hafal, ustad," jawab Arya.
"Oh ya, disarankan setelah sah, nak Arya memegang ubun-ubun istrinya dengan membacakan doa. Agar memulai menjalani rumah tangga dipenuhi keberkahan. Sudah tahu doa nya belum ?"
Arya menggelengkan kepala." Tolong ajarkan, ustad !"
"Doanya seperti ini...Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."
(Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan atas dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari.kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya)
Arya membacanya berulang-ulang sampai akhirnya hafal. "Aku sudah hafal, ustad. Terima kasih untuk bimbingannya."
"Saya doakan semoga ini menjadi jodoh terbaik nak Arya. Kegagalan yang dulu sing jadi pelajaran. Akan selalu ada ujian dalam rumahtangga. Semoga nak Arya bisa membimbing anak dan istri ke jalan yang Allah ridhoi, bersama sampai Jannah," ustad Ahmad menepuk-nepuk bahu Arya.
Arya dan yang lainnya ikut mengaminkan.
Arya sudah selesai dirias tim MUA. Ia memakai pakaian pengantin adat sunda, jas buka prengwadana warna putih, memakai tutup kepala yang disebut bendo. Dipinggang kirinya tersampir sebuah keris dengan hiasan melati. Bawahannya memakai kain kebat motif lereng. Tampilannya semakin tampan, gagah, berwibawa, bak seorang raja.
Anaknya, Athaya tak lupa didandani dengan baju beskap warna cream dan bawahan celana panjang warna senada. Terlihat lucu dan tak kalah ganteng seperti Papinya
Iring-iringan mobil pengantin mulai meningggalkan komplek dengan dikawal mobil patwal.
__ADS_1
Arya PoV
Aku mulai merasakan gugup saat tiba dilokasi. Didepan gapura, Ibu menyambutku dengan mengalungkan bunga melati dileherku. Para pagar bagus dan pagar ayu mengiringiku memakai payung pengantin menuju tempat duduk paling depan. Aku duduk diapit Mama dan Papa. Tenang...tenang....dalam hati aku mensugesti diri agar rilex. Aku sudah tak sabar ingin melihat calon istriku, "seperti apa ya penampilannya," batinku.
Author PoV
Cuaca jam 9 pagi ini sangat bersahabat, tidak panas tidak juga mendung, tapi teduh. Area outdoor hotel yang didekorasi tema garden party terlihat menawan dengan view tanaman rindang nan hijau dan taman bunga sekeliling area.
Rangkain acara mulai dibuka oleh MC. Dimulai dengan sambutan dirinya selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quranul Karim. Susunan acara mengalir dengan khidmat.....
Diruang tunggu pengantin wanita, Andina sedang duduk disofa ditemani teman-teman skuad girl. Ia berusaha tidak gugup dengan bercanda dan berselfie ria.
"MasyaAllah beb....cantik banget sih kamu...." ujar Safa berbinar bahagia. Ia memang telat datang hingga baru bertemu Andina.
"Makasih, beb...." balas Andina tersenyum lebar.
"Din, mas kawinnya apa ? jadi kepo euy....lamaran aja dikasih mobil, kawin dikasih apa nih..." tanya Kintan yang diamini teman lainnya.
"Ah gak percaya gue....masa orang tajir seperti Arya cuma ngasih itu doang," sahut Riri, temannya yang kerja di Jakarta.
"Beneran kok, Mas Arya bilangnya gitu. Aku sih ikhlas aja...yang penting dia kedepannya jadi suami bertanggung jawab..."ujar Andina serius.
Tiba-tiba pintu dibuka dari luar. Crew WO masuk memberitahukan acara akad akan dimulai. Crew mewanti-wanti Andina agar tegak saat berjalan dan terus menebarkan senyum. Setiap momen akan diabadikan oleh petugas fotograper dan videograper.
Tim MUA mengecek kembali make up dan pakaian yang Andina kenakan. Kebaya putih dengan ekor menjuntai membalut tubuh langsingnya, dengan bawahan kain kebat panjang dan siger dikepalanya, cantik anggun bak putri kerajaan. Setelah semua perfect, Andina diiringi skuadnya berjalan menyusuri karpet merah menuju lokasi.
Andina PoV
Aku dituntun oleh Safa dan Kintan didepan, dipayungi oleh pagar bagus, diiringi skuad yang lain dibelakangnya. Aku berjalan anggun dengan menegakkan wajah dan menebar senyum ke semua tamu. Semakin dekat menuju meja akad, aku melihat Mas Arya yang memandangiku dengan seulas senyum. Sungguh, jantung ini berdebar kencang melihat wajahnya yang semakin gagah dan rupawan dengan busana yang dikenakannya.
Aku duduk disisinya dengan menundukkan kepala, menyembunyikan gugup dan debaran jantung yang bertalu. Petugas KUA sudah siap dengan berkas-berkasnya. Aku sekilas melihat Ayah terkejut saat membaca secarik kertas yang diberikan petugas KUA.
Petugas mulai membaca mukadimah akad nikah. Selanjutnya, Mas Arya berjabat tangan dengan Ayah untuk memulai ijab kabul.
__ADS_1
"Saudara Arya Syahputra bin Roby Syahputra. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya bernama Andina Ayu Affandi binti Wahyu Affandi dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang sebesar 1,3 Miliar dibayar TUNAI."
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Andina Ayu Affandi binti Wahyu Affandi dengan mas kawinnya yang tersebut dibayar TUNAI."
Semua yang hadir berucap sah. Lalu mengaminkan doa yang dibacakan oleh ustad. Aku masih dalam kondisi keterkejutan mendengar mas kawin yang disebutkan tadi. Baru tersadar saat petugas menyuruh mencium tangan Mas Arya yang kini telah bergelar suami. Mas Arya lalu mencium keningku kemudian meletakkan tangan diatas kepalaku dengan membacakan doa.
Kami saling bertatapan dengan senyum bahagia mengembang. Lega....itu yang kini terasa dalam hati.
Author PoV
Selesai sudah prosesi akad. Semua tamu yang berjumlah 200 orang, satu persatu mengucapkan selamat kepada pengantin yang kini duduk dipelaminan bersama kedua orangtua.
Sepasang pengantin selalu menebarkan senyum bahagia. Arya terus-menerus menempel disisi Andina. Tangannya terus merangkul pinggang istrinya, hanya lepas ketika bersalaman dengan tamu.
Saatnya menikmati jamuan makan....
Dibeberapa sudut orang-orang masih tercengang membahas mas kawin, termasuk skuad girl begitu heboh. Tak terkecuali, Ceu Edoh yang mulutnya terus menganga....
"Bu RT....1,3 miliar teh nol nya ada berapa...kok eceu jadi merinding bulu roma..." ujar ceu Edoh meraba tengkuknya. Bu RT hanya melengos menuju meja prasmanan.
Ini gambaran pakain pengantin adat sunda yang Andina dan Arya kenakan.
Ini dekorasi romatic theme di Ballroom untuk acara resepsi nanti malam.
*****
Wow panjang sekali othor ngetik sampai pegal....
Othor ikut prasmanan dulu ah..., hayu siapa yang mau ikut makan gak usah ngamplop dan salaman. Langsung aja serbu stand sekalian bawa kresek 😃
__ADS_1