
Arya datang ke rumah Ricky untuk menjemput ketiga anaknya. Yang lalu disambut teriakan girang Al disusul Lala dan Athaya, begitu ia menghampiri ruang tengah tempat kumpul bocah yang tergelar karpet dengan banyak mainan berserakkan. Bahkan Athaya menanyakan kenapa datang sendiri tidak bersama mama. Baru juga membuka mulut, keburu Lala yang menjawab.
"Lala tau Lala tau...Mama kan bibirnya jontor. Jadi malu hihihi....."
"Iya kan, Pi?"
Arya hanya menjawil hidung mancung Lala dengan gemas. Membiarkan saja si ceriwis yang cekikikan dengan kakaknya. Beda dengan Al yang tidak peduli dan memilih menggelayut di pangkuannya. Namun pertanyaan Safa yang penasaran, memancing Lala kembali menjelaskan dengan sok tahunya.
"Bibir mama bengkak, mofa. Digigit nyamuk besar waktu mobil berhenti di pinggir jalan."
"Kerudung mama sampe penyok-penyok buat ngusir nyamuk, hiat hiat..." Lala mempraktekkan jurus menangkis dengan tangan bergerak ke kiri dan ke kanan.
"Owh...nyamuk besar rupanya." Safa terlihat tertawa sambil menutup mulutnya. Beda dengan Ricky yang tergelak lepas bahkan meledeknya dengan mengatakan, "Main cantik dong, Pi. Sudah tau punya satpol PP cilik."
Arya tampak cuek meski menjadi bahan tertawaan Ricky dan Safa. Bahkan kini beralih mengganggu si kembar Putri Harisa (Ica) dan Putri Haifa (Ifa) yang tengah memakan biskuit kecil berbentuk ikan yang ada di piring melamin. Dengan sengaja ia memakan semua biskuit itu. Yang membuat dua baby gempal berusia 19 bulan itu saling pandang lalu berlari menubruk mommy Safa sambil menangis bersamaan sebab tidak ada biskuit yang tersisa di piring.
"Ica...Ifa...tenang. Teteh masih punya..." Lala mengacungkan dus kemasan biskuit karakter sambil menggoyang-goyangkan bungkusnya agar berbunyi.
"Ayo kita makan lagi...rame-rame..."
Membuat Ica dan Ifa serta Al ikut mencomot biskuit yang ditumpahkan memenuhi piring. Athaya menggeleng. Memilih menyelesaikan menyusun legonya saat ditawari oleh adiknya itu.
Pulang ke rumah, Arya dan ketiga anaknya langsung menuju mama Andin yang tengah berada di kamar. Athaya paling antusias memperhatikan wajah sang mama sebab cerita dari Lala yang mengatakan bibir mama digigit nyamuk.
"Ma, Alhamdulillah udah gak bengkak ya?!" Athaya mendekatkan wajah untuk melihat lebih dekat. "Kata Lala bengkaknya segede gini..." lanjutnya sambil membulatkan jari menggambarkan ukuran sesuai versi Lala.
Membuat Andina geleng-geleng kepala sebab Lala mengarang cerita mengada-ngada yang membuat kekhawatiran si sulung selalu berlebihan padanya.
"Udah sembuh kok. Cuma bengkak dikit. Lala aja yang berlebihan." Andina menyipitkan mata menatap Lala yang kemudian bersembunyi di balik punggung papi Arya sambil cekikikan.
Arya pergi ke ruang kerja meninggalkan keriaan anak-anaknya sebab bakalan tidur bersama di kamar utama yang diperbolehkannya setiap malam minggu. Ia menutup pintu ruang kerja. Ada hal penting yang harus diceknya yang sejak pulang dari party sudah membuatnya penasaran.
__ADS_1
Ia membuka chat berisi voice record kiriman orang suruhannya. Mendengarkan dengan seksama percakapan di sebuah meja VVIP tempat duduknya Andina dan Emran di kala ia pergi bersama Ervan. Semua terdengar jelas dan jernih dan yang utama hatinya kini lega sebab jawaban Andina yang tegas tanpa ragu.
"Niat yang kuat pasti bisa. Daripada terus tenggelam dalam kebimbangan dan angan yang menipu."
"Jangan sampai kamu mengorbankan kebahagiaanmu untuk sesuatu yang sia-sia dan salah."
Sejak Andina mendiamkannya sebab cemburu yang berlebihan kala menemukan kartu nama Emran, Arya menjadi berusaha untuk lebih dewasa dalam mengambil sikap. Ia berjanji pada dir sendiri, tidak lagi bersikap posesif berlebihan hingga membuat Andina tidak nyaman. Memilih memberikan kepercayaan jika sang istri pasti pandai membawa diri, menjaga kehormatan suami dan keluarga. Ia akan melindungi apa yang menjadi miliknya dengan caranya sendiri.
Arya sadar, Andina tidak hanya cantik. Bahkan banyak para wanita cantik yang ia temui di lingkungan kerja maupun lingkungan pergaulannya. Tapi Andina sangat spesial, punya inner beauty yang tidak semua wanita miliki. Pesona inner beauty yang mampu membuat pria normal manapun kagum bahkan jatuh cinta pada istrinya itu.
Tanpa Andina tahu, Arya memiliki informan yang merupakan salah seorang pegawai pria dengan kemampuan ilmu silat yang bekerja di kantor istrinya itu. Bukan karena tidak percaya terhadap Andina. Tapi untuk menjaga istrinya itu dari sesiapa tamu yang berniat menggoda atau bertindak kurang ajar. Sehingga ia bisa tenang saat pergi jauh sebab orang kepercayaannya selalu siaga jika ada teman sekolah ataupun klien yang datang dengan gestur ada maunya yang datang ke kantor Andina.
Termasuk intuition terhadap Emran. Arya tahu pasti jika selama ini Emran menyukai Andina meski gestur temannya itu sangat halus tak akan terbaca oleh orang awam. Bisa jadi kemampuan Emran sebab setiap saat berkecimpung dalam dunia peran sehingga mampu akting menyembunyikan perasaannya.
Namun Arya adalah suami siaga dalam segala hal. Intuitionnya kuat. Ia memilih mengawasi saja sebab selama ini.Emran tidak berbuat kurang ajar terhadap Andina. Ia tidak bisa melarang orang untuk jangan menyukai Andina. Tidak ada hak.
Tugasnya adalah menjaga agar hati istri tercintanya itu tidak dicuri orang ataupun berpindah rasa ke pria lain. Cara menjaga versi Arya adalah dengan merawat penampilan diri, memupuk keromantisan setiap saat. Siraman perhatian serta kasih sayang setiap hari. Soal uang belanja? tak perlu dikhawatirkan. Kartu debet dan kartu kredit unlimited berada di dompet Andina. Namun istrinya itu bukan seorang hedon. Andina selalu membelanjakan uang sesuai kebutuhan bukan mengikuti gaya hidup.
Semoga kamu bisa move on, Emran. Menemukan wanita terbaik untuk pendamping hidupmu.
Arya tulus mendoakan temannya itu. Ia pun meningglakan ruang kerja dan kembali ke kamar. Ia tersenyum tipis kala melihat empat orang kesayangannya tidur pulas memanjang memenuhi ranjang king size. Usai membersihkan diri, ia naik ke atas ranjang dan mendapat space paling sisi di belakang Andina yang tidur miring memeluk Al. Disamping Al ada Lala yang tidur memeluk micky mouse kesayangannya. Sementara Athaya tidur paling sisi menghadap kepala ranjang sambil memeluk guling. Sungguh pemandangan yang membuat hati arya basah karena luapan kebahagiaan.
Arya hanya bisa tidur miring sambil memeluk Andina dari belakang sebab space yang sempit. Tak apa, ia sangat senang bisa mendekap tubuh wangi lembut yang menjadi candunya itu. Ia menyibak rambut panjang Andina agar bisa menciumi leher jenjang yang tengah lelap. Ah, si junior memang tidak tahu diri, tidak pernah lihat sikon. Baru juga menempelkan bibir di kulit leher sehalus kulit bayi itu, si junior langsung menggeliat meronta dan mendorong untuk berperang.
"Sayang..." Arya berbisik sambil menyapukan bibir menelusuri daun telinga Andina.
"Sayang...pindah yuk."
"Hmm..."
Sesapan dalam bibir Arya yang memberikan stempel di leher, membuat Andina menggeliat dan bergumam. Akibatnya, si junior makin berkobar semangat juang untuk menyerang.
__ADS_1
Stempel kedua berhasil membuat Andina membuka mata dan menolehkan wajah menghadap Arya yang matanya sudah berkabut gairah.
"Pindah dulu yuk!"
"Aku gak bisa tidur, sayang..." ujar Arya dengan suara serak sambil mengarahkan telapak tangan Andina ke area intinya.
Andina mengangguk faham. Perlahan ia menggeser tubuhnya sebab Al tidur memeluknya erat.
Malas ke kamar atas, sofa ruang kerja pun jadi. Andina membiarkan Arya mempreteli apa yang melekat di tubuhnya, membuang ke sembarang arah. Ia pun melakukan hal yang sama terhadap suaminya itu. Tidak boleh ada tameng diantara kita. Begitu syarat peperangan yang menjadi aturan tak tertulis.
Ia mengimbangi serangan ahli tempur profesional dengan memberikan perlawanan sebab Arya kurang suka jika lawan berdiam diri dan pasrah apalagi kalah 0-1. Arya lebih senang jika peperangan berlangsung sengit dan lama serta berakhir draw.
****
Bismillah,
31 Agustus 2021 akan hadir novel terbaru. Story of Mizyan. Dengan judul MELUKIS SENJA.
Nanti klik aja profil otor ya jam 09.00 WIB utk masuk ke novel terbaru.
Bagi pembaca yang belum mampir ke EMPAT SEKAWAN & MENGAPA CINTA, disarankan baca dulu agar dapat benang merahnya.
Semangat & sehat selalu untuk kita semua. Selalu jaga IMAN & IMUN !
Peluk onlen utk seluruh pembaca setiaku 😍
Salam,
Me Nia
__ADS_1