SANG PENGASUH

SANG PENGASUH
94. Acara Makan Siang


__ADS_3

Arya memanggil Meta ke ruang kerjanya.


"Met, hari ini keluarga besarku akan makan siang disini. Kamu hubungi manajer minta menu terbaik dari semua counter food dan siapkan juga room private, hias dengan bunga-bunga segar. Kamu harus awasi, pastikan semua rapih !"


"Baik Pak, saya akan kerjakan. Oh ya, untuk berapa orang, Pak ?" tanya Meta sopan.


"Sekitar 12 orang," jawab Arya.


Meta mengangguk hormat lalu pamit pergi keluar ruangan.


Arya kemudian menghubungi Ricky untuk keruangannya. Tak lama, Ricky datang sambil membawa berkas.


"Ada apa, bro ?"


"Mama mengundang makan siang keluarga Andina disini. Kalian juga harus ikut tidak boleh menolak. Gue sudah hubungi Rendi dan William tadi malam," ujar Arya.


"Congrats Bro, kapan lamarannya ?"


"Nanti dikabari. Gue minta tolong, anterin gue ke dealer mobil sekarang !"


"Lo mau ganti mobil atau nambah ?" kening Ricky mengkerut.


"Bukan buat gue, nantilah gue jelasin dijalan. Ayo kita jalan," Arya bangkit dari kursinya.


"Sebentar, ini berkas harus ditanda tangani." Ricky menyerahkan berkas yang ia pegang.


"Simpan aja dulu, nanti pulang dari dealer gue cek dulu."


***


Ricky mengemudikan mobil Arya menuju dealer Toyota sesuai keinginan Arya.

__ADS_1


"Bro, gue kemarin pas ke ruko ketemu Mauren disana," Ricky membuka obrolan, pandangannya tetap fokus ke depan.


Arya langsung menoleh, dahinya mengernyit. "Mau ngapain dia ?"


"Lo sebaiknya tanya Andina, gue takut dia macam-macam secara gue lihat si Mauren berusaha mendekati Lo lagi."


"Okay...nanti gue tanyakan." Arya membuka seat beltnya setelah mobil terparkir depan Dealer.


Mereka berdua masuk dengan disambut dua SPG cantik dan berpakaian seksi.


"Selamat pagi, Pak. Mari saya bantu...mau mencari mobil jenis apa ?" tanya salah satu SPG dengan ramah dan senyum manisnya, berjalan mendampingi Arya dan Ricky yang mengedarkan pandangannya ke sekitar showroom.


"Aku mau Toyota Yaris putih tipe tertinggi," ujar Arya to the point.


"Baik pak, ini unit nya," SPG menunjukkan ke salah satu deretan mobil yang terpajang. Lalu menjelaskan spek dengan detail.


"Deal. Aku bayar sekarang asal surat-surat nya bisa diurus cepat," ujar Arya datar.


"Normalnya pengurusan surat-surat 14 hari Pak. Tapi untuk Bapak, kami upayakan menjadi 10 hari," ujar manajer dengan senyum dan sapaan ramah.


"Masih kelamaan. Saya ingin 4 hari beres, mobil dan suratnya diantar bareng, dengan hiasan pita. Karena ini untuk hadiah, saya butuh jawaban pasti. Saya akan bayar lebih, kalau Anda sanggup," tegas Arya.


Manajer terlihat berbinar mendengar kata "dibayar lebih". "Baik Pak , kami sanggup. Mohon untuk datanya, kami minta KTP nya Pak."


Arya menyerahkan KTP dan mengurus pembayaran mobil.


"Ky, urusan mobil gue serahkan padamu. Lo harus bekerja rapih," ujar Arya setelah tadi dimobil menjelaskan rencananya.


"Beres Boss, gue dibayar lebih juga, Boss ?" Ricky tersenyum miring menaikkan kedua alisnya. Ia lalu mengaduh setelah mendapat tonjokkan di lengannya.


*****

__ADS_1


Saatnya makan siang tiba, Ricky dan Meta menyambut keluarga Mama Rita dan Pak Wahyu di lobby supermarket. Mereka pas datangnya berbarengan, saling berpelukan dan saling sapa. Semua karyawan yang ditugaskan menyambut tampak berbaris dan membungkuk hormat.


"Selamat siang...selamat datang Tuan dan Nyonya...," sang manajer menyapa hormat Papa Robby dan Mama Rita, yang dibalas dengan senyum dan anggukkan keduanya. Rombongan dikawal sampai pintu lift, selanjutnya akan ada lagi yang menyambut dilantai foodcourt.


Athaya mengalungkan tangannya dileher Andina. Saat tadi bertemu di lobby, Athaya langsung minta digendong Mama Andin.


Kini, mereka masuk ke private room yang sudah dihias cantik. Sudah ada Arya, William dan Rendi yang menunggu. Semuanya duduk bersama dengan posisi meja memanjang dipenuhi berbagai jenis menu makanan dan minuman. Mereka berbincang santai dan bercanda penuh kekeluargaan.


"Ini hanya acara makan siang biasa, acara keluarga. Sudah lama saya tidak berjumpa dengan Pak Wahyu. Alhamdulillah dengan adanya hubungan antara anak saya Arya dan Andina anak Pak Wahyu, InsyaAllah kita akan menjadi satu keluarga. Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kita." Papa Robby membuka perbincangan serius, yang di aminkan oleh semuanya.


"Arya, apa ada yang mau disampaikan ?" tanya Papa menoleh ke arah Arya yang dudul disampingnya.


"Ehmm...begini Pak Wahyu, saya akan melamar Andina secara resmi dengan membawa keluarga. InsyaAllah waktunya hari minggu besok," ujar Arya lantang.


"Berarti 5 hari dari sekarang, Nak Arya ?" Ayah Wahyu memastikan.


"Betul, Pak." Jawab Arya.


"Gimana Teteh siap ?" tanya Ayah menoleh ke Andina disampingnya. "Teteh terserah Ayah saja," ujar Andina tersenyum malu.


"Baiklah Nak Arya, Bapak tunggu kedatangannya," sahut Ayah, seulas senyum bahagia tersungging dibibirnya.


"Baiklah, semuanya sudah mendengarkan keinginan Arya dan disambut baik oleh keluarga Andina. Sekarang saatnya menikmati makanan yang sudah terhidang. Ayo silahkan...." sahut Papa Robby mengakhiri obrolan resmi.


***


Othor hari ini cukup up 2 bab ya, jangan protes. Karena othor mau bantu Mama Rita nyari seserahan.


Yang mau ikut rombongan, luluran dan maskeran dulu dari sekarang...siapkan tampilan cetar jangan kalah sama Ceu Edoh, Okay....😍


Vote lagi say...untuk Arya Andina Athaya (A3)

__ADS_1


__ADS_2