
"Od.. kamu kenapa?" tanya Wildan terkejut.
Melodi seketika tersadar kalau dia sedang mengingat masa lalu.
"Ha... ah tidak apa - apa" jawab Melodi cepat.
Wildan kembali memutar rekaman CCTV saat dimana Cinta sudah mengetahui sandi wifi dan mulai berdendang dan menari sambil membersihkan apartement Melodi.
"Od lihat gadis itu lucu sekali hahaha..." tawa Wildan pecah.
Melodi memperhatikan tingkah laku Cinta yang seperti orang sedang memegang gitar padahal yang dia pegang sapu.
Kemudian gadis itu menggunakan gagang sapu sebagai microphone untuk dia bernyanyi. Kemudian dia melompat - lompat kesan kemari seperti sedang menari balet.
"Gadis sinting... " umpat Melodi.
"Dia lucu Od.. aku jadi pengen bertemu dia secara langsung" ujar Wildan.
"Jangan.. biarkan saja dia seperti itu. Jangan ada diantara kita yang bertemu dengan dia secara langsung. Aku tidak mau melanggar peraturanku sendiri. Jangan terlalu ikut campur dalam apartementku ini bro, aku tidak suka" ucap Melodi memperingatkan Wildan.
"Oke.. oke.." jawab Wildan.
"Ya sudah makan yuk, aku lapar" ajak Wildan.
Wildan keluar dari ruang kerja Melodi dan berjalan menuju dapur. Meninggalkan Melodi sendiri di ruang kerjanya.
Melodi masih menatap wajah Cinta dari layar monitor komputer nya. Dia melihat Cinta sedang tersenyum bahagia sambil menari dan memegang sapu sebagai gitarnya.
Lagi - lagi Melodi menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu.
"Dia memang gadis yang aneh" ujar Melodi.
Melodi melangkah keluar ruangan kerjanya dan beranjak menyusul Wildan ke arah dapur.
"Yees.. Cinta buatin aku kopi juga" ujar Wildan senang.
Melodi melirik isi microwave dan melihat ada dua cangkir kopi di dalamnya.
Melodi mengintip hidangan makan malam mereka.
"Apa ini?" tanya Melodi.
"Ini namanya sayur asem waaah enak ini pakai sambel ayam" jawab Wildan senang.
Melodi mengambil piring yang sudah tersedia di atas meja makan kemudian dia mulai menyicip sayur asem.
Sruuup... enak juga. Batin Melodi.
"Enak?" tanya Wildan.
__ADS_1
"Aku gak tau bagaimana rasanya sayur asem yang enak? Tapi menurutku sayur ini rasanya asem" jawab Melodi.
"Hahaha.. namanya juga sayur asem Od. Kalau manis ya sayur manis" sambut Wildan.
Mereka berdua mulai menikmati hidangan makan sore. Sejak Cinta bekerja di apartemen ini mereka selalu mempercelat waktu makan malam mereka menjadi makan sore.
"Nanti malam aku mau keluar" ujar Melodi.
"Kemana?" tanya Wildan penasaran.
"Aku mau bertemu Sofia" jawab Melodi.
"Kamu mau ke diskotik?" tanya Wildan.
"Yup, sudah lama aku tidak ke sana. Kepalaku sedang penat, aku butuh pelampiasan" jawab Melodi.
"Ya udah deh aku ikut. Jam berapa kita pergi?" tanya Wildan
"Jam sepuluh" jawab Melodi.
"Oke deh tapi sebaiknya kamu naik mobil sendiri. Aku takut pulangnya nanti bareng Sofia" ujar Melodi cepat.
"Gak apa deh, nanti aku naik taxi aja pulangnya" sambut Wildan.
"Ya sudah kalau begitu" balas Melodi.
Setelah selesai makan Wildan kembali ke apartementnya. Sesuai rencana mereka jam sepuluh malam mereka pergi ke diskotik langganan mereka biasa.
Sofia wanita yang belakangan ini menjadi pemenang diantara mereka. Karena Melodi sering mengajaknya untuk menemani malam - malamnya.
Mereka minum - minum sesaat, sekitar jam dua belas malam Melodi mengajak Sofia pulang ke apartementnya. Dengan senang hati Sofia menerima ajakan Melodi.
Karena Melodi adalah pria tampan pengusaha mudah yang tidak pelit. Melodi sering memberikan apa yang Sofia mau tentunya semua itu tidaklah gratis.
Sofia harus menemani malam - malam tertentu kalau Melodi memang sangat membutuhkan bantuannya. Seperti malam ini, hati Melodi sedang gundah gulana karena tadi tanpa sengaja Melodi kembali mengingat saat - saat kematian kedua orang tuanya.
Melodi perlu refresing untuk menenangkan hatinya. Makanya dia mengajak Wildan ke diskotik malam ini.
Mereka berdua masuk ke dalam apartemen.
"Sayang ada yang berbeda dengan apartemen kamu" ucap Sofia.
"Berbeda apanya?" tanya Melodi.
"Lebih bersih dan rapi" jawab Sofia
"Oh sekarang sudah ada pembantu aku yang cerewet itu" ujar Melodi.
Sofia menatap wajah Melodi dengan seksama.
__ADS_1
"Kamu bertemu dengan dia?" tanya Sofia terkejut.
"Tidak" jawab Melodi.
"Lantas bagaimana kamu tau kalau dia cerewet?" tanya Sofia penasaran.
Setaunya selama ini Melodi tidak suka berhubungan dengan para asisten rumah tangga. Melodi bisa hampir disebut pria aneh. Karena dia tidak pernah mau diganggu oleh asisten rumah tangga di apartementnya.
Dia merasa tidak penting berhubungan dengan mereka dan selalu bergonta ganti pembantu.
"Gadis itu sering memberi surat dan mengatur hidupku di apartemen ini" jawab Melodi kesal.
"Gadis? Dia seorang gadis?" Sofia merasa semakin keheranan. Biasanya asisten rumah tangga Melodi berumur empat puluh tahunan yang sudah pasti juga tidak gadis.
Tapi kali ini sedikit berbeda. Apakah Melodi sudah berubah? Dan mengapa dia bisa berubah? tanya Sofia dalam hati.
"Sudahlah hal itu tidakah penting. Gadis itu sebentar lagi juga akan aku pecat. Aku tidak suka dia mengatur hidupku. Aku harus jaga kesehatan, tidak boleh letak handuk di atas tempat tidur. Emangnya dia siapa berani atur - atur aku" jawab Melodi.
"Owh.. berani sekali dia pada kamu" sambut Sofia.
Melodi menarik tubuh Sofia mendekat padanya kemudian memeluk tubuh Sofia dengan erat.
"Apakah kamu cemburu?" tanya Melodi.
"Pasti, aku pasti cemburu. Aku tidak ingin wanita manapun ada di rumah kamu walau hanya sebagai pembantu Od. Karena aku hanya bisa ke sini kalau kamu mengajakku. Selebihnya kamu tidak pernah mengizinkan aku datang sendiri ke apartemen ini" jawab Sofia.
"Maaf Sofia aku tidak bisa menjanjikan apapun pada kamu" elak Melodi.
"Aku tau, tapi. bisa berada di sisi kamu saja aku sudah sangat senang Odi. Diantara banyak wanita tadi di diskotik, kamu hanya memilih aku. Aku sudah sangat bahagia" ungkap Sofia.
Melodi mengecup lembut tangan Sofia. Kemudian mengajaknya ke kamar dan mereka melakukan kelanjutan dari pertemuan mereka setiap kali pulang dari diskotik.
Begitulah kehidupan lain dari seorang Melodi Sanjaya. Ada kala dimana dia merasa kesepian dan membutuhkan seseorang yang menemani malam - malam sepinya.
Tapi Melodi tak bisa menjanjikan apapun, dia suka hidup bebas tanpa ada yang mengatur hidupnya. Dia suka bertindak sesuka hatinya. Tak perlu memikirkan akibatnya.
Kalau dia bosan, dia bisa mengganti wanita - wanita itu, dia bebas. Tak ada yang bisa menuntutnya. Karena dia punya segalanya yang digilai para wanita itu.
Harta, tahta, ketampanan bahkan tubuh yang sangat mereka sukai. Melodi juga sangat royal kepada mereka. Tapi sayang hubungan mereka hanya sebatas itu. Mereka tidak bisa memiliki hati Melodi. Karena hatinya sudah mengeras tujuh tahun yang lalu akibat kematian orang tuanya.
Seluruh cinta dan kasih sayang dihatinya hilang terganti dengan dendam. Dendam yang sampai sekarang belum bisa dia lepaskan. Bahkan dendam itu belum terbalaskan.
Melodi masih terus mencari dimana keberadaan keluarga dari orang yang dia anggap menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya.
Walau orang - orang terdekatnya seperti Wildan, Bik Sum dan Mang Bejo supir keluarganya sudah mengatakan dan menjelaskan kepada Melodi kalau kematian orang tuanya memang murni kecelakaan.
Melodi tetap tidak terima. Dia tidak bisa menerima rasa sakit karena kehilangan. Dia merasa menjadi sebatang kara karena telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG