
Melodi akhirnya mengarahkan mobilnya menuju makam kedua orang tuanya dan membatalkan niatnya semula yang ingin pergi ke makam orang tua Cinta. Sungguh dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi. Cukup dua kali setelah pernikahannya dengan Cinta dia bertindak labil.
Kali ini Melodi ingin berpikir jernih. Dia tidak ingin menyakiti siapapun. Karena setiap melihat perhatian Cinta dia sangat yakin kalau Cinta sangat mencintainya. Tapi apa dibalik semua ini? Dia benar - benar bingung.
Melodi berjalan menuju makam orang tuanya dan berdiri tepat di depan nisan Papa dan Mamanya.
Setelah membaca doa untuk kedua orang tuanya barulau Melodi bercerita mencurahkan isi hatinya.
"Pa.. Ma.. apa sebenarnya yang terjadi dibalik kematian kalian? Apakah keluarga Cinta ikut campur dalam hal ini? Tapi tidak mungkin mereka yang menyebabkan kecelakaan itu? Tidak mungkin mereka mengorbankan nyawa mereka sendiri dalam kecelakaan itu?" ucap Melodi.
"Kalau benar kecelakaan itu memang murni hanya sebuah kecelakaan mengapa Cinta hadir dalam hidupku? Apakah ini sebuah kebetulan atau mereka punya rencana lain kepadaku?" tanya Melodi.
"Pa.. Ma.. tolong aku kali ini. Ya Allah.. beri aku petunjuk atas semua ini. Sungguh aku tidak ingin kembali pada kehidupanku dulu. Aku benar - benar mencintai istriku. Jangan biarkan aku kecewa mungkin aku akan hancur jika hal itu terjadi? Aku sangat mencintainya ya Allah. Biarlah KAU utus dia dalam hidupku untuk menjadi seseorang yang selalu mengingatkan aku agar selalu berada di jalanMU" pinta Melodi.
"Lho Den Melodi, tumben datang pagi - pagi seperti ini di hari kerja? Biasanya Aden selalu datangnya di hari libur?" sapa Pak Ilham sang penjaga makam.
Melodi membalikkan tubuhnya dan mendapati pria tua itu dihadapannya. Seketika wajah Melodi jadi cerah seperti mendapatkan sebuah harapan baru.
Ya Allah apakah pria ini yang KAU kirim untuk menuntun jalanKU di jalan yang benar? tanya Melodi dalam hati.
"Pak Ilham" panggil Melodi.
"Iya Den, apa kabar?" tanya Pak Ilham.
"Baik Pak" jawab Melodi sambil menjabat tangan Pak Ilham.
"Gak kerja Den?" tanya Pak Ilham lagi.
"Nggak Pak, aku ada sedikit masalah. Pak Ilham sudah selesai kerjanya?" Melodi balik bertanya.
"Sudah, baru saja" balas Pak Ilham.
"Boleh saya minta waktu sebentar Pak, saya butuh tempat bertukar pikiran" pinta Melodi.
__ADS_1
"Boleh Den, tentu aja. Yuk ke rumah Bapak. Disana lebih enak untuk berbincang - bincang" ajak Pak Ilham.
"Iya Pak, ayo" sambut Melodi.
Melodi mengikuti Pak Ilham berjalan menuju rumahnya. Kini mereka sudah duduk di teras rumah Pak Ilham.
"Ada apa Den? Kelihatannya Aden sangat gelisah?" tanya Pak Ilham.
"Iya Pak, dua hari ini pikiran saya sangat kacau sekali. Saya tidak bisa berpikir jernih. Hingga kemarin akhirnya saya kembali lagi pada kehidupan saya yang dulu. Minum - minum di diskotik" jawab Melodi jujur.
"Astaghfirullah Den, mengapa bisa begitu? Non Cinta mana?" tanya Pak Ilham bingung.
"Masalah yang saya hadapi adalah tentang Cinta Pak. Saya akan ceritakan semuanya kepada Bapak agar Bapak tidak bingung dengan cerita saya. Saya benar - benar butuh seseorang orang yang bisa membantu saya Pak" ujar Melodi.
"Silahkan Den, cerita saja saya akan mendengarkan. InsyaAllah kalau Aden butuh masukan saya akan coba memberikan saran" sambut Pak Ilham.
"Orang tua saya meninggal karena kecelakaan tujuh tahun yang lalu. Bapak ingatkan saya pernah cerita menyimpan dendam dengan korban yang selamat dari kecelakaan itu?" tanya Melodi.
"Nah itu dia Pak. Anak yang selamat itu adalah Cinta. Orang tuanya juga meninggal dalam kecelakaan itu" ungkap Melodi.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun" ucap Pak Ilham.
"Tapi Cinta tidak mengingat apapun tentang kecelakaan itu. Dia mengatakan kalau kecelakaan orang tuanya itu terjadi saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kampung. Tapi kami pernah lewat di lokasi kejadian kecelakaan dan Cinta seperti kesakitan. Dia seperti melihat sebuah cuplikan - cuplikan dalam ingatannya tapi dia tidak ingat. Akhir pekan kemarin aku dan Cinta pulang kampung. Aku sempat bertanya kepada Kakak ipar ku tentang kecelakaan orang tua Cinta. Dia seperti menutupi kejadian itu. Kakak Cinta juga bertingkah aneh pada saat itu. Aku bingung harus bagaimana Pak. Sedangkan temanku yang mencari informasi tentang kecelakaan itu bisa memastikan kalau Cinta dan orang tuanya juga ada di lokasi kejadian saat kecelakaan itu terjadi. Cinta mengalami koma selama enam bulan dan lupa ingatan karena shock" ungkap Melodi.
Pak Ilham tampak mendengarkan dengan serius.
"Yang paling membuat aku bingung, kemarin aku mendapat surat kaleng dari seseorang yang misterius. Aku tidak tau siapa pengirimnya. Tapi isi amplop itu berisi foto Papa Cinta bersama pria mantan asisten rumah tangga Papa saya yang saat ini sedang di penjara karena kasus penggelapan dana perusahaan milik Papa saya" lanjut Melodi.
"Saya bingung Pak, apa hubungan Papa nya Cinta dengan pria itu?" tanya Melodi.
Pak Ilham menatap Melodi dengan penuh perhatian agar Melodi nyaman untuk mengeluarkan semua yang dia pendam.
"Maaf ya Den, apakah Aden melakukan sesuatu kepada Non Cinta?" tanya Pak Ilham.
__ADS_1
Melodi menganggukkan kepalanya.
"Saat pertama saya mengetahui bahwa Cinta adalah gadis yang saya cari selama ini saya meninggalkannya di TPU tempat orang tuanya dimakamkan. Saya pergi ke diskotik untung sahabat saya datang dan membawa saya pulang ke apartementnya dalam keadaan mabuk" jawab Melodi.
"Astaghfirullah Den.. " sahut Pak Ilham.
"Kemarin saya mengulang kesalahan yang sama dan kali ini lebih parah. Saya pulang bersama seorang wanita. Wanita itu mengantarkan saya ke apartement. Tapi Cinta mengusir wanita itu. Tadi pagi saya melihat rekaman CCTV, saya melihat bagaimana Cinta berjuang menjadi istri saya untuk mengusir wanita itu. Setelah itu dia mengurus saya dengan penuh kasih sayang. Saya harus bagaimana Pak? Saya bingung, saya tidak tau harus bercerita kepada siapa? Saya sudah tidak punya orang tua lagi. Saya tidak punya satupun saudara. Saya hanya punya seorang sahabat tapi saat ini dia sedang sibuk mengurus orang tuanya yang sedang sakit. Saya tau saya salah, setiap kali ada masalah saya selalu lari ke diskotik untuk minum agar saya bisa melupakan semua masalah saya. Tapi saat ini saya sangat kesal dengan tindakan saya sendiri?" tanya Melodi.
"Sekarang coba tanya diri Aden, apakah Aden masih mencintai Non Cinta?" tanya Pak Ilham.
Melodi menganggukkan kepalanya.
"Saya sangat mencintainya Pak, amat sangat dan saya takut kehilangannya. Tapi disisi yang lain saya merasa takut dikhianati dengan rencana Cinta yang sengaja masuk ke dalam hidup saya untuk suatu rencana yang berhubungan dengan kecelakaan orang tua saya" ungkap Melodi.
"Berarti Aden belum percaya seratus persen kepada Non Cinta, masih ada rasa takut dihati Aden?" tanya Pak Ilham.
"Apakah saya salah Pak? Saya tau bagaimana rasa sakitnya tujuh tahun yang lalu kehilangan orang yang saya sayangi. Saya harus berjuang bangkit dan menyelamatkan perusahaan Papa saya. Berjuang menjadi pria yang kuat dengan membentengi diri saya pada hal - hal yang akan membuat saya lemah. Saya membangun karakter dingin, berkuasa dan arogan sehingga tidak ada orang yang berani melawan atau menantang saya. Saya berubah menjadi iblis yang kejam. Hingga Cinta datang dengan membawa cinta dan kasih sayangnya yang begitu lembut membuat hati saya tersentuh dan saya merasa sekarang diri saya lemah karenanya. Dibalik itu saya juga takut kembali menjadi iblis dan menyakiti Cinta Pak, dia.. dia sangat berarti dalam hidup saya" jawab Melodi.
"Itu hanya ketakutan Aden. Walau Bapak baru satu kali bertemu Non Cinta Bapak bisa melihat dia wanita yang baik. Buktinya Aden mengaku sendiri Non Cinta dengan segala kelembutannya bisa membuat Aden berubah menjadi pribadi yang lebih baik" sahut Pak Ilham.
Melodi terdiam mencoba mencerna perkataan Pak Ilham.
"Percaya kepada Non Cinta Den, cari segera informasi tentang kecelakaan itu sejelas - jelasnya agar semua masalah bisa teratasi. Dari cerita Aden tadi, Non Cinta tidak bersalah. Dia malah sudah menjadi korban dan sangat menderita. Koma selama enam bulan dan lupa kejadian saat kecelakaan. Dia pasti sangat kesakitan Den" ucap Pak Ilham mengingatkan Melodi.
Melodi tertunduk dan menyadari kebenaran itu. Sudah dua orang yang mengingatkan seperti ini.
Cinta... maafkan aku yang bertindak seperti ini dan menyakiti kamu. Batin Melodi.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1