
Satu bulan berikutnya..
Kehamilan Ratna berjalan dengan lancar dan sehat. Tubuh Ratna sudah terlihat semakin berisi karena selera makannya yang jauh bertambah setelah hamil anak kembarnya.
Wildan dan kedua orangtuanya sangat memanjakan Ratna. Ratna sangat bahagia menjalani hari - hari kehamilannya.
Mereka juga rutin memeriksakan kandungan Ratna. Wildan sangat protek menjaga perkembangan kehamilan Ratna. Ratna tidak boleh melakukan pekerjaan apapun dan hanya boleh bersenang-senang.
Hari ini Cinta, Melodi dan Radit akan berkunjung ke rumah mereka. Cinta sangat rindu pada sahabatnya. Dan mereka sudah menyusun rencana untuk berkunjung.
Seperti biasa Ratna tanpa sungkan - sungkan lagi meminta dibuatkan beberapa jenis makanan pada Cinta dan Bik Sumi.
Tentu saja sebagai sahabat baik Cinta akan memenuhi semua permintaan Ratna. Cinta datang dengan membawa semua yang Ratna pinta.
"Hai Onty Yatna, bagaimana kabar adek baby di peyut Onty?" tanya Radit ingin tau.
"Alhamdulillah sehat sayang" jawab Ratna.
"Papa dan Mama bohong padaku. Katanya kemayin peygi mau jemput adek baby tapi sampai sekayang adek babynya belum ada di peyut Mama" ungkap Radit yang merasa kecewa karena Mamanya tak kunjung hamil.
Ratna tersenyum menatap Radit.
"Anak kamu pintar sekali Cin" bisik Ratna.
"Siapa dulu emaknya" sambut Cinta sambil tertawa.
"Sabar ya Dit, semua kan butuh waktu. Kata Allah orang sabar itu pasti akan dapat kejutan indah" bujuk Ratna.
"Benalkah?" tanya Radit penuh harap.
Ratna tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Benar sayang, makanya kamu harus sabar ya" Ratna mencium puncak kepala Radit dengan gemas.
"Eh kalian pasti belum dengan kabar terbaru tentang Rania" ucap Melodi.
Sontak Ratna terdiam dan melirik wajah suaminya.
"Kabar apa Od?" tanya Wildan cuek.
Dia tidak ingin istrinya cemburu karena melihat Wildan ada perhatian dengan kabar Rania.
"Dia sudah menjalani ta'aruf dan aku dengar sebentar lagi mereka akan menikah. Aku dengar berita itu dari Om Sudibyo sendiri" jawab Melodi.
"Benarkah, Rania menjalani proses ta' aruf, sama siapa? Apakah kita mengenal calonnya?" tanya Wildan.
Kali ini dia tidak bisa menutupi rasa penasarannya. Bukan karena dia masih ada rasa pada Rania tapi penasaran dengan proses ta'aruf yang dikatakan Melodi tadi.
"Kalian pasti tidak akan menyangka siapa calon suami Rania. Dan kalian pasti akan terkejut kalau aku cerita siapa calon suaminya" ujar Melodi.
"Siapa Mas? Kamu kok gak pernah cerita padaku? Aku juga baru dengar sekarang?" tanya Cinta tak kalah penasaran.
Melodi tersenyum tipis menatap Cinta, Wildan dan Ratna.
"Aku lupa sayang. Aku terlalu fokus untuk usaha buat adek baby buat Radit sampai lupa cerita pada kamu" jawab Melodi.
"Dasar modus" umpat Wildan.
"Rania ta'aruf sama siapa Mas?" kali ini Ratna yang bertanya karena penasaran juga.
"Hahaha kamu penasaran juga rupanya" ujar Melodi.
"Rania sebentar lagi akan menikah dengan Wahyu" ungkap Melodi.
"Apa, Wahyu?" tanya Cinta, Ratna dan Wildan bersamaan.
"Ah serius kamu Od?" tanya Wildan tak percaya.
"Sejak kapan mereka berhubungan?" tanya Ratna.
"Iya betul, aku kok gak dengar kabar dari anak - anak Sanjaya Corp ya?" timpa Cinta.
"Mungkin Wahyu sengaja merahasiakannya" jawab Ratna.
"Coba aku tanya di group" ujar Cinta.
Cinta meraih ponselnya lalu mengetik pesan group di ponselnya.
Cinta
Teman - teman aku dengar salah satu anggota group kita sebentar lagi akan merubah statusnya. Kok beritanya sepi ya di group.
__ADS_1
Loly
Siapa Cin?
Suri
Kepo aku, siapa sih?
Santi
Iya siapa Cin?
Baim
Kamu tau dari mana Cinta?
Ratna
Kami malah dapat kabar dari CEO Sanjaya Corp.
Wahyu
Siapa ya? π€
Cinta
Hei Wahyu jangan pura - pura kamu ya. Ayo ngaku, sebelum aku bongkar ceritanya sebenarnya? π‘
Wahyu
ββΊπ
Loly
Kamu Yu? Kamu mau nikah? π±
Suri
Sama siapa Yu?
Baim
Wahyu
Aku sengaja mau buat kejutan βΊ
Cinta
Tapi gagal kan? π€ͺ
Ratna
Ayo ngaku sama siapa kamu nikah?
Wahyu
Halaaaaaah kamu pura - pura gak tau Rat. Pasti Pak Melodi udah cerita pada kalian. Kalau tidak mana mungkin Cinta kirim pesan begitu
Cinta
Kami kan mau dengar pengakuan dari. kamu.
Wahyu
Do'ain saja ya teman - teman. Bagi yang tau sssst π€« tenang aja dulu. Aku belum mau publikasi sebelum surat undangan tercetak. Bagi yang belum tau, di tunggu aja ya kartu undangannya. Nanti juga akan sampai pada kalian, jadi yang sabar ya π
Loly
Kamu pakai rahasia - rahasiaan π‘
Suri
Yaaah kita ketinggalan donk Lol π
Santi
Makanya buruan serius jangan cuma pacaran aja. Aku dan Ratna lagi hamil, Cinta udah punya anak. Kalian apa gak ingin hamil dan punya anak juga?
Suri
Gimana mau punya anak, bapaknya anak - anak saja masih tersesat di dunia halu π
__ADS_1
Cinta
Semangat Suri dan terus berusaha InsyaAllah akan dapat secepatnya.
Suri
Aamiin..
Wahyu
Do'ain ya teman - teman semua semoga lancar sampai hari H.
Ratna
Aamiin..
Cinta
Aamiin..
Baim
Aamiiin
Pesan group terputus. Asisten rumah tangga di rumah Mama Wildan datang membawakan makanan.
"Apa ini Ma, bakso? kok gak ada kuahnya?" tanya Radit penasaran.
"Bukan sayang ini namanya empek - empek sayang. Makannya pakai cuko, tapi ini pedas lho. Kamu mau coba?" jawab Cinta lembut.
"Aku pengen icip Ma" pinta Radit.
"Sebentar ya" Cinta mengambil beberapa empek - empek adaan yang bulat seperti bakso. Lalu melumurinya sedikit dengan kuah cuko agar Radit tidak kepedasan.
"Mas mau?" tanya Cinta pada Melodi.
"Boleh sayang" jawab Melodi.
"Siapa yang baru dari Palembang?" tanya Cinta.
Cinta mengambil beberapa jenis empek - empek ke dalam piring lalu menyiram cuko kedalamnya dan memberikannya kepada suaminya.
"Mama dan Papa, kemarin ada pesta pernikahan anak teman mereka di sana. Jadi mereka bawa oleh - oleh empek - empek" jawab Ratna.
"Aku suka banget empek- empek makanya pesan sama Papa Mama bawa itu" sambut Wildan.
"Mmmm.. enak uncle" ujar Radit.
"Kalau enak tambah lagi donk" sahut Wildan.
Tiba - tiba Melodi berhenti makan empek - empek yang ada di dalam piring yang dia pegang. Wajahnya terlihat aneh seperti sedang menahan sesuatu.
Cinta memperhatikan tingkah suami dengan penasaran.
"Ada apa Mas, kepedasan?" tanya Cinta.
Cinta segera mengambil Melodi minum. Tapi Melodi mengangkat tangannya memberi kode agar Cinta diam dulu. Setelah beberapa saat Melodi tetap tidak bisa menahan gejolak di perutnya.
"Maaf aku mau ke belakang sebentar" ucap Melodi.
Melodi segera meletakkan piring yang ada di tangannya ke atas meja. Lalu dia berjalan mencari kamar mandi di rumah Wildan. Tak lama kemudian terdengar suara Melodi.
"Ueeeek... ueeeek.... " Melodi memuntahkan semua isi perutnya.
Sontak Wildan, Ratna dan Cinta saling pandang.
"Kenapa Mas Odi, apa dia keracunan? Atau kepedasan?" tanya Ratna.
"Tidak mungkin, biasanya Melodi suka makanan begini. Kalau keracunan, hanya dia yang muntah - muntah. Kita semua sudah makan dan tidak ada reaksi apapun. Bahkan Radit saja sangat suka" jawab Wildan.
Cinta segera berlari menyusul suaminya ke kamar mandi. Melodi terlihat pucat dan lemas. Cinta memberikan segelas air hangat pada suaminya.
"Minum dulu Mas biar perut Mas hangat. Mungkin Mas masuk angin" ucap Cinta.
Melodi meraih gelas yang diberikan Cinta lalu duduk di sofa dan meminumnya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1