
Wildan selalu mencari cara agar bisa selalu bersama Ratna. Ada saja alasan yang dia lakukan sehingga tanpa sadar Ratna dia tak bisa lagi mengelak dari ajakan Wildan
Wildan
Ratna jenguk Cinta di rumah sakit yuk
Ratna
Jam berapa Pak?
Wildan
Pulang kerja kita langsung ke sana
Ratna
Baik Pak
Wildan
Aku tunggu di basement ya
Ratna
Oke Pak
Wildan tersenyum simpul membaca pesan dari Ratna.
"Aku sudah gak sabar mengajak kamu pindah ke Perusahaanku. Disana nanti tidak akan ada lagi penghalang ataupun jarak aku untuk deketin kamu. Kalau kamu jadi sekretaris aku kita akan selalu bersama" gumam Wildan.
Sore harinya setelah jam kerja selesai Wildan sudah menunggu Ratna di mobilnya yang parkir di basement. Ratna sedikit terlambat karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.
"Maaf ya Pak jadi menunggu. Tiba - tiba tadi Bu Olivia minta bantuan karena Cinta kan gak masuk" ujar Ratna.
"Gak apa Rat" jawab Wildan santai.
Mobil langsung dinyalakan Wildan dan mereka bergerak menuju Rumah Sakit tempat Cinta di rawat.
"Sebentar lagi Cinta akan menjadi seorang Ibu, kamu gak iri lihat kebahagiaan dia?" tanya Wildan.
"Ngapain iri Pak, jalan hidup tiap manusia itu beda - beda. Kadar kebahagiaan juga beda - beda. Ada yang beli barang - barang mewah baru bahagia, ada juga yang hanya jalan - jalan di taman sambil makan seblak udah bahagia" jawab Ratna.
"Iya sih tapi apa kamu gak pengen seperti Cinta?" tanya Wildan.
"Hamil? masih jauh Pak, pengen hamil nikah aja belum" jawab Ratna cepat
"Ya udah nikah makanya" sambut Wildan.
"Ih si Bapak enak banget nyuruh orang nikah. Nikah itu tanggung jawabnya berat Pak, harus penuh persiapan" balas Ratna.
"Lagian mau nikah sama siapa? calonnya aja belum ada" gumam Ratna pelan tapi Wildan masih bisa mendengarnya.
Wildan tersenyum tipis.
Nanti aja deh Rat kalau udah pindah ke Perusahaan aku, baru aku deketin kamu. Bukan aku tidak mau sekarang tapi rasanya masih belum tepat. Masalah lagi banyak dan suasananya juga sedang tegang. Yang penting keselamatan Cinta dan Melodi dulu. Batin Wildan.
"Nanti di Rumah Sakit kamu hibur Cinta ya, kata Melodi dia gak boleh stress, bisa berbahaya bagi anak yang ada di dalam kandungannya" ujar Wildan.
__ADS_1
"Iya Pak" sambut Ratna.
"Tapi Cinta kenapa sih Pak kok bisa pingsan?" tanya Ratna penasaran.
"Dia mungkin mengingat sesuatu tentang masa lalunya" jawab Wildan.
"Tentang masa lalu? emang apa sih masa lalu Cinta?" tanya Ratna penasaran.
"Gini ya Rat, aku akan memberitahu kamu cerita sebenarnya tentang Cinta dan Melodi. Tujuh tahun lalu Cinta mengalami kecelakaan bersama kedua orang tuanya. Dalam kecelakaan itu kedua orang tua Cinta meninggal dunia tapi bukan hanya mereka saja, kedua orang tua Melodi juga meninggal dalam kecelakaan itu" ungkap Wildan.
"Ha? jadi mobil orang tua Cinta tabrakan dengan mobil kedua orang tua Pak Melodi?" tanya Ratna terkejut.
"Iya dan Cinta mengalami luka parah hingga dia koma selama enam bulan dan mengalami trauma juga lupa ingatan tentang kejadian saat kecelakaan itu" jawab Wildan.
"Astaghfirullah.. jadi karena itu Cinta sering mimpi buruk dan shock bahkan pingsan saat mengingat penggalan kecelakaan itu?" tanya Ratna.
"Ya begitulah dan dia belum tau cerita sebenarnya, jadi nanti kamu jangan cerita padanya apa yang barusan aku katakan tadi" ucap Wildan mengingatkan.
"Baik Pak aku tidak akan singgung masalah ini pada Cinta" sambut Ratna.
"Satu lagi, sepertinya ada orang yang ingin mencelakakan Cinta dan Melodi. Kemungkinan orang dari masa lalu keluarga mereka. Jadi aku harap kamu bisa menjaga dan memperhatikan disekeliling Cinta. Kalau ada yang mencurigakan kamu segera hubungi aku atau Melodi" pesan Wildan.
"Baik Pak, aku akan menemani dan menjaga Cinta dia kan sahabat aku" sambut Ratna.
"Nah sekarang kita sudah sampai. Hibur Cinta dengan cerita - cerita ringan saja ya. Ingat jangan sampai dia stres" tegas Wildan.
"Siap Pak" jawab Ratna dengan cepat.
Wildan dan Ratna sampai di parkiran Rumah Sakit. Mereka berjalan menuju ruangan rawat inap Cinta.
"Assalamu'alaikum... " ucap Ratna saat dia memasuki ruang Cinta.
"Mbak Amel, apa kabar Mbak? kapan datangnya?" tanya Ratna.
Mereka saling berlelukan.
"Alhamdulillah sehat, Mbak dan Bibik sampai Jakarta tadi malam. Begitu Melodi kasih kabar kami langsung berangkat ke sini" jawab Amel.
"Hai calon Ibu gimana kabar kamu hari ini?" tanya Ratna pada Cinta.
"Aku bosan" jawab Cinta.
"Kenapa bosan, cuma di suruh istirahat tiduran makan tidur lagi malah bosan. Aku mau banget lho gitu" ujar Ratna.
"Kalau mau begitu sok atuh Ratna hamil" potong Bibik.
"Uhuk.. uhukk... " spontan Ratna batuk karena terkejut mendengar ucapan Bibik.
Cinta, Amel dan Wildan tersenyum melihat tingkah Ratna.
"Jangan donk Biiik.. masak aku disuruh hamil tanpa suami" jawab Ratna.
"Ya dicari suaminya" ujar Bibik.
"Lagi otw Bik tenang aja" sambut Ratna.
"Mas Melodi mana Mas?" tanya Cinta pada Wildan.
__ADS_1
"Tadi dia ada meeting di luar Cin, mungkin belum selesai" jawab Wildan.
"Kamu udah kangen sama Pak Melodi?" tanya Ratna menggoda Cinta.
"Aku mau minta pertanggung jawaban padanya" jawab Cinta serius.
"Haaa... kamu serius Cin? emangnya Pak Melodi udah ngapain kamu?" tanya Ratna bingung.
"Dia sudah hamilin aku" jawab Cinta.
"Waaaaaah bahaya ini Bik kita harus cari Pak Melodi sekarang, enak aja dia lari setelah hamilin Cinta" sambut Ratna.
"Siapa yang lari Ratna?" tanya Melodi yang tiba - tiba udah berada di ruangan rawat inap Cinta.
"Kucing tetangga Pak" jawab Ratna berbohong.
"Hahahah... " tawa Cinta dan yang lainnya pecah karena melihat tingkah Ratna yang serba salah.
"Tadi Wildan minta izin aku di kantor, katanya kamu merengek padanya minta dibawa ke Perusahaannya. Apa betul begitu Ratna?" tanya Melodi.
"Gak betul Pak, ih Pak Wildan kena memutar balik fakta sih. Bukannya Bapak yang ngerayu aku agar aku mau pindah ke Perusahaan Bapak?" tanya Ratna kesal pada Wildan.
"Lho Pak Wildan punya Perusahaan toh?" tanya Cinta terkejut.
"Punya yang, selama ini Papanya yang urusin. Dia bantuin aku benahi perusahaan sejak tujuh tahun yang lalu. Sekarang Papanya sakit - sakitan jadi dia mau kembali ke Perusahaan keluarganya" jawab Melodi.
"Terus Ratna mau dibawa?" tanya Cinta.
"Aku butuh sekretaris Cin, sekretaris Papa aku udah ketuaan gak menarik" jawab Wildan.
"Emangnya Ratna menarik?" tanya Cinta.
"Iya, tangannya" jawab Wildan sambil tersenyum.
"Yeee Pak Wildan bisa aja" sambut Ratna sambil cemberut.
"Kamunya mau Rat pindah ke kantor Pak Wildan?" tanya Cinta.
"Aku belum kasih keputusan. Kalau aku pindah kamu siapa temannya?" tanya Ratna.
"Kamu jangan pikirin aku. Aku mungkin akan resign" jawab Cinta.
"Kamu mau resign sayang?" tanya Melodi.
"Iya, aku kan lagi hamil. Kata dokter gak boleh capek dan banyak pikiran. Boleh kan Mas? Apa kamu keberatan kalau aku berhenti kerja?" tanya Cinta pada Melodi.
"Tentu saja itu yang aku inginkan sayang, kamu dirumah saja istirahat. Urusan bekerja itu tanggung jawab aku sebagai suami. Cuma aku takut kamu gak setuju kalau aku pinta kamu gak bekerja lagi" jawab Melodi.
"Aku mau berhenti saja, mau urus rumah tangga. Urus kamu dan anak - anak kita nanti" ujar Cinta.
Melodi memeluk istrinya dengan mesra.
"Terimakasih sayang, apapun keputusan kamu aku akan sangat mendukungnya" balas Melodi.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG